Menyucikan Diri Dengan Ritual Melukat di Pura Tirta Empul Bali

0
2576
Ritual Melukat di Pura Tirta Empul.

Pura Tirta Empul adalah sebuah Pura yang terletak di Desa Manukaya, Kecamatan Tampak Siring, Kabupaten Gianyar, kira-kira 40 km kearah Timur Laut kota Denpasar. Nama Tampak Siring mempunyai arti, Tampak merupakan Telapak dan Siring berarti Miring. Telapak yang dimaksud adalah telapak dari Raja Mayadenawa, seorang raja sakti yang memiliki sifat jahat dan mengganggap dirinya adalah dewa.

Karena sifat jahat dan kesewenang-wenangannya Raja Mayadenawa ini, para dewa yang dipimpin oleh Bathara Indra mengirim pasukan untuk menghancurkan Raja Mayadenawa. Kalah dari peperangan tersebut Raja Mayadenawa melarikan diri ke hutan dengan kaki miring untuk menghilangkan jejak. Namun usahanya melarikan diri gagal dan sebelum ditangkap Raja Mayadenawa dengan kesaktiannya menciptakan mata air beracun untuk membunuh sebagian pasukan Bathara Indra yang mengejar Raja Mayadenawa. Dan untuk menyelamatkan para pasukannya, Bathara Indra menciptakan mata air penawar racun dengan menancapkan tombaknya dan keluarlah dari dalam tanah sebuah mata air yang sampai sekarang disebut Air Suci ( Tirta Empul ).

Upacara Keagamaan di Pura Tirta Empul.

Nama Pura letak air suci ini disebut Pura Tirta Empul, yang dibangun pada 962 M. Pura Tirta Empul dibagi menjadi 3 bagian, Halaman Depan (Jaba Pura), Halaman Tengah (Jaba Tengah) dan halaman dalam (Jeroan).

Di Jaba Tengah terdapat sebuah kolam dengan kurang lebih 33 pancuran. Masing- masing pancuran memiliki nama dan kegunaan yang berbeda. Dan disinilah aktivitas penyucian diri yang oleh masyarakat Bali disebut Tradisi Melukat.

Melukat berasal dari kata ” lukat ” dalam bahasa Bali – Kawi berarti bersihin, ngicalang. Dan dalam Kamus Bahasa Indonesia ” lukat ” berarti melepaskan. Dan dengan awalan ” me ” menjadi melukat diartikan menjadi suatu perbuatan untuk melepaskan sesuatu yang melekat, yang dinilai kurang baik melalui sebuah ritual.

Ritual Melukat Di Pura Tirta Empul.

Ritual Melukat sebenarnya baik dan bisa dilakukan kapanpun, akan tetapi biasanya waktu terbaik untuk menjalankan ritual ini adalah pada saat bulan purnama, tepatnya sehari sebelum dan sesudah purnama, sehari setelah Hari Raya Nyepi, sehari setelah Hari Raya Saraswati, dan pada saat bulan mati.

14 Pancuran disebut Tirta Pembersihan, 2 Pancuran disebut Tirta Pelebur Kutukan dan Sumpah, serta 6 Pancuran Tirta Penyakit Berat dan Tirta Upakara. Aktivitas melukat dipercaya punya banyak kegunaan oleh Masyarakat Bali. Seperti menyembuhkan berbagai macam penyakit, melancarkan rejeki, bahkan untuk enteng jodoh. Setiap pengunjung yang ingin melakukan ritual melukat harus mematuhi tata cara yang berlaku. Salah satunya meletakkan canang dan dupa diatas pancuran yang digunakan untuk melukat. Menangkupkan tangan sebagai salah satu proses ritual dan menyampaikan doa dan permohonan, memakai pakaian adat yang sudah disiapkan, dan bagi wanita harus mengikat rambutnya dengan rapi dan tidak boleh dalam keadaan berhalangan.

Urutan upacara melukat juga harus sesuai dengan aturan yang berlaku. Dengan urutan sebagai berikut :

1. Tirta Gering

2. Tirta Leteh

3. Tirta Penyakit Berat

4. Tirta Pelebur Kutukan

5. Tirta Pelebur Sumpah / Cor

6. Tirta Sudamala

7. Tirta Merta / Rejeki

8. Tirta Penyakit Kulit

9. Tirta Ketenangan Jiwa

10. Tirta Rematik

11. Tirta Gigi

12. Tirta Sakit Tulang

13. Tirta Asmara

14. Tirta Ketenangan Emosi

15. Tirta Penyakit Pernafasan

16. Tirta Rambut

Ada 2 tirta yang tidak boleh digunakan untuk melukat bagi kita yang masih hidup, yaitu Tirta Pengentas dan Tirta Pembersih yang hanya digunakan untuk pembersihan orang yang sudah meninggal dalam upacara kematian atau ngaben, kedua pancuran ini bentuknya juga berbeda, posisinya agak lebih tinggi dari yang lain.

Pura Tirta Empul selain tempat wisata yang wajib dikunjungi pada saat traveling ke Pulau Bali juga merupakan salah satu tempat ibadah Agama Hindu yang wajib di hormati dengan tetap mematuhi segala peraturan yang ada dan menghargai masyarakat yang sedang menjalankan ritual dan sembahyang di sana.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.