Menyibak Senja di Taman Bale Kemambang, Purwokerto

0
2411
Gemerlap Taman Bale Kemambang Saat Malam.

“Purwokerto ternyata cantik.”

Ya, itulah yang bisa saya tangkap ketika pertama kali menjejaki kota ini. Sebelumnya, kota semu yang masih menjadi bagian dari Kabupaten Banyumas tersebut hanya saya lewati kala melakukan perjalanan menuju Jakarta.

Pada suatu akhir pekan, saya pun menyambangi kota ini seorang diri. Di sana, saya menyewa jasa ojek wisata yang kebetulan saya temukan dari sebuah akun Instagram. Dan, seorang pengemudi ojek bernama Dimas pun membawa saya berkeliling kota yang dikenal sebagai kota pensiun ini.

“Kita akan berjalan-jalan di dalam kota dulu. Baru besok kita akan menuju wisata alam,” seru Dimas di hari pertama kedatangan saya.

Selepas saya menaruh barang bawaan di penginapan yang berada di daerah Buaran, Purwokerto Utara, Dimas pun mengarahkan kendaraannya menuju kompleks kampus Universitas Jendral Soedirman (Unsoed). Dari sini, kami lalu menyusuri Jalan dr. Angka yang dikenal sebagai salah satu jalan utama di kota ini. Beberapa pasar tradisional seperti Pasar Manis pun kami susuri. Tak ada banyak aktivitas di pasar itu mengingat hari sudah beranjak senja.

Fasilitas Mushola di Taman Bale Kemambang.

Di sepanjang perjalanan, Dimas memberi saya beberapa alternatif tempat wisata. Sebenarnya, ia mau mengajak saya ke Bukit Agaran untuk melihat Purwokerto dari atas. Namun, mengingat saya masih capek, maka niat itu ia urungkan. Akhirnya, tak lama kemudian, saya diajak ke sebuah taman yang bernama Bale Kemambang.

Taman ini juga masih berada di Kota Purwokerto. Dinamakan Bale Kemambang karena ada sebuah bale atau tempat bersantai yang berada di tepi kolam seakan-akan mengambang di permukaan air. Taman ini sendiri dikelola oleh Pemkab Banyumas. Hanya perlu membayar tiket seharga Rp. 2.500 untuk bisa menikmati taman yang asri ini.

Pintu Masuk Taman Bale Kemambang.

Selepas membayar tiket dan memarkirkan motor, kami pun masuk. Baru beberapa meter melangkahkan kaki, saya sungguh gembira. Deretan tanaman yang berpadu rapi dengan bangku taman dan dihiasi lampu yang berkelip seakan menyambut kedatangan saya di Kota Bawor ini. Jalan setapak yang dibuat berliku dengan beberapa pemanis berupa tempat bermain anak membuat siapa saja yang datang akan langsung kerasan.

Saya tak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk memotret aktivitas warga Purwokerto yang sedang menikmati senja. Anak-anak yang tampak berlarian ke sana-kemari ditemani ayah ibunya menambah keceriaan kunjungan saya. Taman ini benar-benar asri dan terawat. Kebersihannya benar-benar dijaga. Tak tampak ceceran sampah yang berada di sekitar taman tersebut.

“Ayo kita naik ke gardu pandang itu. Kita lihat Gunung Slamet dari sana!”

Dimas lalu mengajak saya untuk menaiki anak tangga di sebuah bangunan gardu pandang yang berada di sisi timur Taman Bale Kemambang ini. Benar saja, dari atas terlihat jelas Gunung Slamet yang memagari Kota Purwokerto di sisi utara. Ia tampak gagah dengan pantulan berkas sinar matahari yang mulai menyamar di ufuk barat. Ini adalah pengalaman jalan-jalan yang sungguh berkesan.

Sebuah Keluarga Bersantai di Tengah Bale.

Saya memandang lama Gunung Slamet dan persawahan di kaki gunung itu. Ah, andai saja taman ini dekat rumah saya, pasti setiap senja saya akan datang ke sini. Artinya, saya harus sering-sering ke Kota Purwokerto dan menjelajahi tiap sudut kota ini. Dari atas gadru pandang ini, tampak pula bangunan bale yang memang tampak mengambang. Bangunan itu mulai tampak cantik karena dihiasi gemerlap lampu warna-warni yang mulai bersinar. Pendar dari lampu tersebut terlihat lebih sempurna jika dilihat dari permukaan air kolam. Inilah salah satu keistimewaan Taman Bale Kemambang ini.

Puas menikmati taman dari atas, saya segera turun. Anak-anak masih terlihat bermain mobil elektrik yang disewakan di sebuah lapangan kecil di sisi utara taman. Tak terasa, kumandang azan magrib pun terdengar. Saya lantas mengajak Dimas untuk salat di sebuah musala di dalam taman itu. Dengan harga semurah itu, Taman Bale Kemambang benar-benar memiliki fasilitas yang cukup lengkap.

Tak ada alasan untuk tidak ke Purwokerto dan menikmati taman ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.