Menyapa Kabut Tebal di Danau Beratan Bali

0
211
Pemandangan bukit di sekitar Danau Beratan.

Rombongan bus wisata yang membawa saya tiba di sebuah rumah makan bergaya bentar. Saya bangun dari tidur panjang selepas menonton pertunjukan Tari Barong yang cukup melelahkan. Rumah makan ini menyajikan berbagai makanan khas Bali seperti sate lilit dan olahan ikan. Dengan lahap, saya pun menyantap makanan tersebut sambil ditemani pemandangan perbukitan di sekitar Bedugul.

Ah, pemandangan yang tersaji sangat menawan. Dengan kabut tipis yang menyelimuti bukit, menyantap makanan di rumah makan itu menjadi lebih sempurna. Apalagi, hawa dingin yang menusuk tulang semakin membuat saya ingin terus menyantap masakan hangat yang tersaji.

Pemandangan bukit di sekitar Danau Beratan.

Tak lama berselang, kami pun menyudahi makan sore itu dan menuju Danau Beratan Bedugul. Mendengar nama ini, di kepala saya langsung ingat uang pecahan 50 ribu rupiah yang menggambarkan danau ini dengan apik. Makanya, saya langsung bersemangat dan menyiapkan uang pecahan tersebut kalau-kalau saya memiliki kesempatan untuk memotret pura di tepi danau.

Hanya perlu sekitar 10 menit dari tempat makan tadi, bus kami sudah sampai di parkiran Danau Bedugul. Rupanya, mengingat hari itu adalah hari Minggu, banyak rombongan wisata dari berbagai daerah yang menyemut di wisata tersebut. Terlebih, walau kabut tebal turun dari puncak bukit di sekitar wisata itu, hujan tidak turun seperti hari sebelumnya. Makanya, kami bisa mengeksplorasi wisata ini dengan nyaman.

Selepas masuk, kami langsung disambut dengan tarian pendet yang ditampilkan anak-anak Bali di sebuah sanggar. Sebenarnya, mereka masih berlatih untuk sebuah acara pertunjukan. Namun, banyak turis lokal dan mancanegara yang juga ikut menyaksikan penampilan mereka. Suasana pun jadi semarak.

Suasana rumah makan di sekitar Danau Beratan.

Tak jauh dari sanggar tersebut, saya menjumpai beberapa bangunan pura yang sangat elok. Bangunan pura ini memiliki bentuk yang unik. Beberapa umat Hindu Bali melakukan sembayang di sana. Sebenarnya, saya ingin sekali melihat lebih dekat kegiatan mereka. Tetapi, rekan saya segera mengajak ke tepi danau tempat Pura Ulun Danu berada.

Sesampainya di tepi danau, kami sangat takjub. Beberapa bangunan pura tampak berdiri kokoh memagari danau dengan berselimutkan kabut yang cukup tebal. Saya segera mencari posisi terbaik untuk mengambil foto beserta uang 50 ribu rupiah yang saya bawa. Dan, saya pun menemukan tempat itu.

Rekan saya segera mengambil foto saya beserta uang pecahan tersebut. Hasilnya tampak memuaskan. Hampir sama seperti aslinya. Makanya, saya tak segera beranjak dari tempat tersebut dan menikmati pemandangan langka ini. Terlebih, ada beberapa perahu nelayan yang berlabuh di tepi danau yang membuat suasana semakin menyenangkan.

Suasana danau yang berkabut.

Sayangnya, beberapa rekan guru mengajak kami berfoto bersama di bagian danau lain. Walau tak ada pura di bagian tersebut, pemandangan yang ditawarkan tampak elok. Ilalang dan tanaman perdu menghiasi tepian danau yang membuat pandangan mata menjadi lebih segar. Beberapa pengunjung juga terlihat memancing ikan di tepian danau tersebut. Entah ikan apa yang mereka pancing, yang pasti kegiatan ini sungguh mengasyikkan.

Sayangnya, beberapa saat kemudian hujan pun turun cukup deras. Kami pun kelabakan dan mencari tempat berteduh. Beberapa gazebo yang ada di pinggir danau menjadi tempat penedih sementara. Walau kehujanan, namun suasana berkabut yang semakin pekat malah membuat pemandangan danau menjadi lebih indah.

Suasana rumah makan di sekitar Danau Beratan.

Dari kejauhan, masih tampak Pura Urun Danu yang merupakan empat pemujaan kepada Sang Hyang Dewi Danu sebagai pemberi kesuburan. Sungguh, makna kesuburan ini sangat tepat disematkan kepada Danau Beratan. Hijaunya bukit Beratan yang mengelilingi danau menjadi bukitnya. Sayang, kala hujan reda, saya harus kembali ke bus untuk melanjutkan perjalanan ke tempat berikutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.