Menyapa Bukit Menoreh di Kalibiru dan Waduk Sermo di Kulon Progo

0
293
Waduk Sermo dilihat dari Kalibiru.

Tak henti-hentinya saya mengeksplorasi bentang alam Jogja yang kini semakin banyak menyuguhkan atraksi keindahannya. Termasuk dua tempat wisata yang juga mulai naik daun, yaitu Kalibiru dan Waduk Sermo. Dua wisata ini sudah saya bidik sejak lama, karena dari unggahan di berbagai media sosial begitu menarik minat untuk mengunjunginya.

Saya datang ke Wisata Kalibiru yang berada di Kokap, Kulon Progo, pada suatu Minggu pagi. Walau saya sudah bersiap sepagi mungkin, tapi ternyata saya kurang pagi jika dibandingkan pengunjung lain yang sudah memenuhi jalan menuju Kalibiru. Bahkan, pada beberapa tanjakan sebelum pintu masuk, sudah ada antrean bus dan kendaraan lain yang mengular dan menunggu giliran.

Untunglah, saya mengendarai motor bersama rekan, sehingga bisa menyelinap dan segera tiba di tempat parkir setelah menuju perjalanan sekitar 1 jam dari Kota Jogja. Selepas membayar tiket parkir dan tiket masuk seharga Rp10.000, kami pun tak sabar menuju bukit yang sedang populer ini.

Pengunjung berfoto sambil menikmati alam di Kalibiru.

Belum sampai di puncak bukit, saya sudah mendapati kerumunan wisatawan yang cukup banyak. Ah, memang saya cukup terlambat. Harusnya saya datang lebih pagi. Namun tak masalah, saya masih berharap bisa berfoto di atas pohon yang bertengger di pinggir bukit.

Sayangnya, apa yang saya takutkan pun terjadi. Saya harus mengantre dulu untuk bisa melakukan aktivitas tersebut. Duduk atau berdiri sambil berpose melihat bentang alam yang terhampar di depan mata. Kala saya bertanya kepada pengelola wisata ini, saya harus menunggu sekitar 30 antrean dengan durasi satu antrean sekitar 10 menit. Wah, saya keburu siang nih.

Dermaga kapal di Waduk Sermo.

Saya pun hanya bisa menatap nanar pengunjung lain yang melakukan aktivitas menyenangkan tersebut. Walau demikian, kekecewaan saya terobati lantaran saya bisa memandang bentang alam yang memang benar-benar indah. Gugusan Bukit Menoreh yang memagari sisi barat laut Yogyakarta begitu apik. Ia yang berbando pepohonan hijau yang cukup lebat dan diselimuti kabut yang tipis membuatnya semakin elok.

Apalagi, di tengah-tengah hamparan itu, terukir sebuah danau atau lebih tepatnya waduk dengan kilau warna yang menarik. Menurut rekan saya, waduk tersebut adalah Waduk Sermo yang tak jauh dari Kalibiru. Daripada saya tak bisa memanfaatkan fasilitas lain, lebih baik saya ke waduk tersebut. Dan benar saja, hanya sekitar 20 menit perjalanan, kami telah tiba di waduk ini.

Gerimis kecil menyambut kedatangan kami saat tiba di parkiran. Selepas memarkirkan motor, kami segera menuju dermaga waduk yang membendung Kali Ngrancah tersebut. Dermaga ini menjadi tempat berlabuh bagi beberapa kapal motor yang akan mengantarkan pengunjung mengelilingi danau. Walau terlihat menyenangkan, namun saya lebih memilih duduk-duduk saja di sekitar dermaga itu. Saya ingin melihat bentang alam dengan kesunyian yang tak saya dapatkan di Kalibiru tadi.

Bukit Menoreh yang cantik di Waduk Sermo.

Sambil duduk-duduk dan melihat waduk, ternyata beberapa pemancing ikan juga ikut duduk di dekat saya. Mereka biasanya datang pada siang hari menjelang senja untuk memancing beberapa ikan yang hidup subur di sana. Salah satunya adalah ikan setan merah yang menjadi predator alami di waduk ini.

Hal paling menarik bagi saya malah melihat air waduk yang begitu tenang. Hening dan tanpa banyak riakan di dalamnya. Heningnya air waduk ini membuat saya betah berlama-lama menyelami kenikmatan alam ini. Dan lagi, Perbukitan Menoreh masih menjadi teman setia di Waduk Sermo ini. Bukit ini begitu rupawan jika dilihat baik dari atas Kalibiru maupun dari bawah di Waduk Sermo.

Keelokan bukit ini menjadi daya tarik yang sangat sayang dilewatkan ketika berkunjung ke Kulonprogo. Sebuah daerah di Yogyakarta dengan keelokan Bukit Menoreh yang tiada duanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.