Menyantap Bakmi Jowo Unik di Mantan Kandang Sapi Mbah Gito

0
177
Tampilan Bakmi Godhog Mbah Gito.

Berbicara mengenai kuliner memang tiada habisnya. Ciri khas dari Nusantara yang menyuguhkan ragam cita rasa yang sangat unik pun tak lepas dalam setiap perjalanan kita. Masih berbicara mengenai Kota Pelajar yang nyentrik dan banyak sekali turisnya, kini aku akan merekomendasikan Bakmi Jowo Mbah Gito yang tidak kalah hits dengan Gudeg Jogja. Lantas, apa sih yang spesial dari bakmi ini?

Beberapa hari yang lalu, salah satu temanku mengajakku berkeliling Kota Yogyakarta yang berakhir pada makan malam di kandang sapi. Bisa kebayang kan bagaimana makan malam di kandang sapi? Rasanya akan terasa sangat aneh dan bagaimana menu yang disajikan nantinya. Setelah kita melakukan perjalanan kurang lebih 20 menit dari pusat kota karena kondisi jalanan sedikit macet, akhirnya kita sampai di lokasi tujuan. Ternyata, makan malam kali ini aku akan memakan makanan kesukaanku yakni bakmi Jawa.

Sesampainya dilokasi, tidak ada yang terlihat aneh, hanya saja suasana sangat ramai banyak motor ataupun mobil sedang terparkir dengan rapi. Terbesit di pikiranku di manakah kandang sapi tempat kita akan makan malam? Ternyata inilah jawabannya di tempat Bakmi Jowo Mbah Gito.

Bakmi Jowo Mbah Gito.

Terlihat dari penampakan luar bangunan terbuat dari kayu seperti bangunan kuno. Tanpa berpikir panjang, aku langsung memasuki warung tersebut mengikuti temanku. Wow, mengagumkan sekali! Ornamennya benar-benar nyentrik dan memikat hati bagi siapapun yang berkunjung. Unik, lucu dan kuno, begitulah penggambarannya. Semua terbuat dari kayu, oleh sebab itu disebut sebagai kandang sapi, karena biasanya kandang terbuat dari kayu.

Selain itu, konon warung ini didirikan di bekas kandang sapi milik Mbah Gito. Ada suatu hal yang bikin makin nyentrik, yakni terdapat tiang-tiang yang terukir wajah dari Presiden Republik Indonesia mulai dari Ir. Soekarno hingga Bapak Jokowi. Ukirannya begitu unik dan mirip dengan orangnya. Hiasan-hiasan yang dipilih pun tepat sasaran sesuai dengan tema tokonya, seperti gamelan, perabotan jadul, patung dengan pakaian adat khas Yogyakarta dan lain sebagainya.

Seperti nama warung ini yakni Bakmi Jowo Mbah Gito, menu andalan dari warung ini adalah bakmi Jawa kuah (godog) ataupun goreng.  Akan tetapi ada juga menu yang lain seperti nasi goreng, rica-rica, capcay goreng atau godog, nasi putih, dan juga ada sayap dan kepala ayam. Minumannya pun beraneka ragam, mulai dari teh hangat, susu jahe hingga wedang uwuh yang menghangatkan.

Panggung Wayang di Dalam Warung.

Harga makanan di tempat ini memang tidak tergolong murah dibandingkan dengan harga makanan serupa di daerah ini. Akan tetapi, keindahan arsitektur bangunan dan konsep ornamennya membuat kita lupa akan harganya. Terasa puas dan pantas untuk dikunjungi kembali bersama keluarga. Misalnya, untuk satu porsi bakmi Jawa baik godog maupun goreng dibandrol dengan tarif Rp. 30.000, sedangkan minuman mulai dari Rp 5000 hingga Rp 13.000. Jadi, untuk makan di tempat ini minimal menyediakan Rp 35.000.

Kali ini aku memesan menu andalan warung ini yakni Bakmi Jowo Mbah Gito dan wedang uwuh. Malam dan hawa yang sedikit dingin menyantap bakmi merupakan pilihan yang tepat. Rasa dari Bakmi ini cukup enak dengan kuah yang terasa kaldu ayamnya, tekstur dan tingkat kematangan dari mienya sangat pas bagiku, tidak terlalu keras juga tidak terlalu lembek. Porsi sedang tidak terlalu banyak juga tidak kurang. Wedang uwuhnya pun nikmat sekali terasa khas uwuhnya. Untuk memesan Bakmi ini kita harus mengantri 15-30 menit, karena ketika malam hari warung ini semakin ramai dikunjungi.

Jika kalian pecinta bakmi ataupun bukan, kalian wajib mengunjungi tempat ini dan rasakan uniknya arsitektur tempat ini. Lokasinya berada di daerah Kota Gede, Jalan Nyi Agengnis, Kelurahan Rejowinangun. Kalian bisa mencari lokasinya di google maps dengan keywords “Bakmi Mbah Gito”. Ingat, lokasinya di Kota Gede ya, jangan sampai salah dalam mencari lokasinya. Tempatnya sedikit masuk ke dalam jalan kecil dan berada tepat di depan makam. Jam bukanya mulai dari pukul 11:00 sampai pukul 23:00. Akan terasa lebih nikmat jika kalian datang di malam hari dan rame-rame bersama teman atau keluarga. Selamat mencoba!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.