Menyantap Aneka Jenis Bakso Menggoda di Bakso Kota Cak Man, Malang

0
281
Seporsi Bakso Isi Udang.

Kalau sedang pulang ke Malang, pastinya saya akan langsung berwisata kuliner. Dan tentunya, saya akan mengutamakan bakso sebagai tujuan wisata kuliner tersebut. Berbagai macam bakso pun tersedia di kota ini. Mulai dari bakso yang dijual pedagang keliling hingga bakso yang dijual di warung maupun resto.

Biasanya, saya sekalian mampir ke warung bakso jika sedang mengunjungi teman atau saudara. Seperti yang saya lakukan beberapa hari yang lalu. Saat akan pergi ke rumah teman di daerah Blimbing, Malang, tiba-tiba perut saya keroncongan. Saya pun mencari warung, namun tidak ada yang sreg dengan selera saya. Akhirnya, saat melintas di daerah bundaran UKS Rampal Claket, saya memutuskan untuk belok sebentar ke deretan ruko di seberang SMP Negeri 5 Malang.

Tempat makan yang saya inginkan pun buka. Tempat itu adalah Bakso Kota Cak Man yang berada tepat di dalam ruko tersebut. Depot ini merupakan pusat dari jaringan Bakso Kota Cak Man yang kini juga hadir di kota lain. Meski ada di tempat lain, menyantap bakso ini di pusatnya langsung pasti akan lebih menyenangkan.

Aneka Isi Bakso Basah.

Selepas memarkirkan motor, saya pun langsung menuju deretan menu bakso yang dipajang di dalam sebuah lemari kaca. Di sini, konsep yang digunakan adalah self service. Artinya, pembeli harus mengambil dan memilih sendiri bakso yang akan mereka santap. Sebelum memilih, seorang pelayan akan menanyakan dulu minuman apa yang akan menemani menu bakso. Ada es teller, aneka jus, dan minuman hangat.

Nah, setelah itu barulah pembeli bisa memilih isi bakso yang mereka inginkan. Pemilik usaha ini telah memisahkan isi bakso berdasarkan jenisnya, yakni basah dan kering. Isi bakso basah yang tersedia antara lain tahu putih, paru, kikil (cingur), mie, siomay, dan tentunya pentol urat. Sedangkan favorit saya, yakni isi bakso kering yang tersedia antara lain goreng isi usus, goreng isi udang, goreng isi mie, dan usus goreng. Saking banyaknya isi bakso yang jadi pilihan, saya jadi bingung.

Akhirnya, saya memilih mie, goreng isi udang favorit saya, siomay, serta pentol urat. Di sebelah lemari kaca juga tersedia lontong sebagai pengganti nasi. Selepas memilih isi bakso di lemari, maka isi bakso tersebut akan dipotong oleh pelayan menjadi beberapa bagian untuk memudahkan kita memakannya. Mereka akan menanyakan lagi apakah ada tambahan isi yang tersedia di sekeliling panci kuah.

Bakso Kota Cak Man.

Isi ini telah dipanaskan sehingga lebih nikmat. Ada cingur, pentol halus, pentol kasar, pentol mercon (pentol isi cabai), tahu isi, dan siomay. Saya sendiri memilih pentol halus sebagai tambahan isi bakso saya. Setelah lengkap, pelayan akan mengguyurkan kuah bakso panas yang aromanya langsung tercium. Sungguh, saya segera ingin menyantap bakso pesanan saya. Tinggal membayar dan menambahkan bawang goreng dan irisan selederi.

Selepas membayar, saya segera mencari tempat. Sebelumnya, saos sambal dan kecap tidak lupa untuk ditambahkan. Ada tempat duduk di kursi dan lesehan. Sebenarnya, saya ingin duduk di lesehan, tapi ternyata sudah penuh. Pengunjung dari luar Kota Malang sering menjadikan Bakso Kota Cak Man sebagai jujugan wisata kuliner. Selain banyak pilihan, harganya juga relatif murah, berkisar antara Rp. 1.500 – Rp. 3.000 tiap isi bakso. Hanya pentol berukuran besar yang berharga sekitar Rp. 5.000.

Saya pun duduk di kursi yang telah saya pilih, uap bakso yang mengepul membuat saya semakin tak sabar segera melahap habis bakso pilihan saya. Mulai dari bakso goreng isi udang, saya langsung mencari di manakah keberadaan udangnya. Ternyata, ia bersembunyi cukup cantik di dalam balutan kulit goreng yang crunchy. Bakso urat yang saya pilih pun terasa kenyal dan langsung lumer di mulut.

Isi Bakso yang Dihangatkan.

Tak perlu waktu lama bagi saya untuk menghabiskan satu mangkuk bakso itu. Selepas habis, rasanya saya masih kurang. Jadi, saya antre lagi untuk dibawa pulang. Saya pun kembali memilih isi bakso yang saya suka. Namun, saat membayar, saya minta dibungkus. Pelayan pun akan membungkus isi bakso saya dan memisahkan antara yang kering dan basah. Mereka akan memisahkan pula kuah bakso, sehingga saya masih bisa memakannya dalam beberapa jam ke depan.

Jadi, setiap ke Malang, rasanya kurang nendang jika belum ke Bakso Kota Cak Man. Pilih baksomu dan rasakan hangatnya bakso ini di tengah dinginnya Kota Malang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.