Menyambangi Pura Terbesar di Pulau Jawa, Pura Parahyangan Agung Jagatkarta

0
133
Kemegahan Pura dengan latar belakang Gunung Salak.

Percaya tidak percaya, ternyata di Kota Bogor terdapat pura terbesar di Pulau Jawa dan terbesar kedua di Indonesia setelah Pura Besakih di Bali. Pura tersebut adalah Pura Parahyangan Agung Jagatkarta. Pura ini dibangun pada tahun 1995, dan saat ini bukan hanya menjadi tempat ibadah umat Hindu, tetapi juga menjelma menjadi objek wisata dengan pemandangan dan arsitektur yang menawan.

Mendengar hal tersebut, aku menjadi sangat bersemangat untuk berkunjung dan melihat megahnya pura terbesar di Pulau Jawa itu. Perjalanan dari pusat Kota Bogor menuju Pura Parahyangan memakan waktu sekitar 1.5 jam (dalam kondisi lancar), dengan jarak sekitar 25 km. Pura Parahyangan dibangun di atas tanah seluas 2.5 hektar di area lereng Gunung Salak. Menurut referensi, lokasi ini adalah tanah suci yang konon merupakan petilasan dari Prabu Siliwangi dan Kerajaan Pajajaran.

Pada masa Kerajaan Pajajaran, ada salah satu raja yang sangat terkenal bernama Prabu Siliwangi. Konon alasan kenapa sampai sekarang makamnya tidak pernah ditemukan adalah karena Sang Prabu telah melewati proses moksa. Menurut kepercayaan Umat Hindu, moksa adalah kondisi saat jiwa dan raganya menghilang pergi ke surga. Nah, di tempat yang saat ini menjadi Pura Parahyangan Agung Jagatkartta itulah Prabu Siliwangi Moksa.

Tampak detail bagunan Pura.

Lokasi tepat Pura Parahyangan berada di Kampung Warung Loak, Desa Taman Sari, Ciapus, Kabupaten Bogor. Saat memasuki area pura, aku merasakan suasana seperti sedang berada di Bali. Pintu utama pura ini bernama Kori Agung, berupa tiga buah pintu utama dan dua pintu tambahan. Pintu gerbang bagian tengah hanya dibuka ketika sedang dilangsungkan acara besar tahunan seperti Galungan dan Piodalan. Kori Agung berbentuk paduraksa, dengan tangga untuk menaiki area. Sebagaimana bentuk kebanyakan bangunan pura, di sekelilingnya terdapat dinding dan pintu. Kita pun bisa melihat ukiran-ukiran batu khas Hindu.

Setelah melewati pintu gerbang Kori Agung, kita memasuki kawasan Jaba Jero, bagian tengah Pura Parahyangan yang dipenuhi bale dan pelataran di atas hamparan rumput hijau. Tempat wisata yang tenang dan sejuk merupakan tempat wisata favoritku! Di pura ini banyak pengunjung yang mencoba untuk bermeditasi sembari menikmati latar Gunung Salak yang menjulang tinggi. Di area lingkup Jaba Jero terdapat bangunan Mandala Utama. Bangunan ini merupakan bagian paling sakral dari Pura, sehingga tidak bisa dimasuki oleh yang tidak berkepentingan selain untuk berdoa. Pada area lainnya yaitu Jobo Tengah terdapat Arca Ganesha yang dibalut kain dengan payung di sisi-sisinya.

Kabar gembiranya, untuk memasuki area ini kita tidak dipungut biaya apapun alias gratis! Pura Parahyangan memang lebih didedikasikan sebagai tempat ibadah umat Hindu. Namun, Pura Parahyangan juga sangat terbuka untuk pemeluk agama lain. Tentu saja, kita harus menjaga sikap dan menghormati tempat ibadah ini ya! Selalu ingat bahwa di sini ada orang yang sedang sembahyang.

Pepohonan yang menghiasi sekitaran Pura.

Karena merupakan tempat ibadah, tentunya ada peraturan-peraturan yang harus dipatuhi di pura ini. Peraturan tersebut seperti bagi kaum hawa yang sedang dalam keadaan haid tidak diperbolehkan masuk. Anak-anak yang berumur kurang dari 42 hari pun juga tidak diperbolehkan. Untuk pakaian, usahakan untuk menggunakan pakaian yang sopan. Di area ini tidak diperbolehkan untuk menggunakan celana pendek dan sendal jepit.

Menurut referensi, nama “Pura Parahyangan Agung Jagatkarta” jika diartikan ke dalam Bahasa Indonesia maknanya adalah “Tempat yang indah dan mulia istana Tuhan Yang Maha Agung”. Keindahan arsitektur tempat ini berpadu dengan pohon kamboja, pinus serta pohon jenis lain yang membuat suasana menjadi sejuk dan nyaman. Di lokasi ini kita bisa memandang jauh ke lembah-lembah atau menghadap pada siluet gunung yang menjulang tinggi. Saat berkunjung ke pura, kita juga bisa mampir ke berbagai destinasi lain di sekitarnya seperti Curug Nangka. Sekali lagi, jika berniat untuk datang ke sini perhatikan kesopanan dan taati aturannya ya! Karena kita harus menghormati tempat ibadah umat Hindu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.