Menyaksikan Puncak Merapi dari Bukit Wisata Klangon

0
1073
Panorama Puncak Merapi dari Bukit Klangon.

Merapi, gunung teraktif namun eksotis. Ia memikat bukan hanya ilmuwan, tapi juga para petualang. Merapi sudah berkali-kali menunjukkan keganasannya. Namun, dibalik kedahsyatan dan kepiluan yang ditinggalkan, Merapi selalu berbenah, sehingga tak akan pernah bosan menyambangi Gunung Merapi.

Berbekal informasi dari kakak, saya yang berniat mengunjungi Merapi akhirnya memutuskan untuk mendatangi Bukit Wisata Klangon, desa terakhir yang berjarak sekitar 3 km dari Puncak Merapi. Terletak di Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, sekitar 41 km di utara Kota Yogyakarta.

Ketika saya tiba, kabut tebal menutupi puncak. Namun, seiring senja menuju cakrawala, Puncak Merapi akhirnya menampakkan dirinya. Ibarat lelaki, ia terlihat begitu gagah, mengundang siapapun untuk langsung menghadapkan fokus kameranya sore itu. Kami tersihir dengan bekas Geger Boyo yang telah runtuh tahun 2006. Menyisakan sebuah lubang kawah yang menganga.

Wisata Alam Bukit Klangon Gunung Merapi Yogyakarta.

Andalan wisata di sini adalah panorama kaki gunung dan Puncak Merapi. Banyak spot yang bisa digunakan untuk selfie dan mengasah kemampuan fotografi.

Ada sebuah gardu pandang dengan ketinggian 5 m yang terbuat dari bambu yang bisa digunakan untuk berfoto dengan latar Puncak Merapi. Untuk bisa menggunakan gardu pandang ini harus antri, karena kapasitas maksimal orang hanya 5 orang. Karenanya, lebih baik sabar menunggu daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Ada jembatan bambu unik yang bisa digunakan sebagai spot foto. Jembatan ini menghubungkan kawasan wisata yang terbelah jalan sekaligus sebagai undakan. Kalau agak takut ketinggian, pilihan menyaksikan Merapi bisa dengan duduk di bangku-bangku atau gazebo yang disediakan.

Ketika saya menyusuri Bukit Klangon, saya berjumpa dengan beberapa orang yang sedang bersepeda gunung. Terletak di ketinggian lebih dari 1.000 mdpl, Bukit Klangon memiliki trek dan downhill yang menjadi surga bagi penyuka olahraga ini. Perpaduan lintasan downhill terbaik dan panorama ciamik membuat event kejuaraan sepeda, baik regional maupun nasional tahunan rutin digelar di sini.

Menyaksikan Puncak Merapi di Balik Kabut.

Terus mendaki ke atas, saya menemukan bangunan unik bertuliskan Rotary International. Kabarnya, organisasi internasional yang memiliki misi kemanusiaan ini membantu pengembangan wisata minat khusus di Bukit Klangon.

Usai mengikuti jalan setapak tak jauh dari gardu pandang Rotary International terdapat hamparan tanah datar. Dari bekas arang dan abu menunjukkan kalau tempat ini biasa digunakan sebagai tempat camping atau camping ground.

Selain atraksi yang saya kunjungi di Bukit Klangon, berdasar papan informasi terdapat padang edelweiss. Namun, padang bunga abadi bernama latin Anaphalis javanicus ini sebagian besar telah rusak akibat erupsi merapi 2010. Saya tidak mencoba menelusuri lokasinya karena hari beranjak petang.

Edelweiss merupakan bunga yang dilindungi. Namun, jika tertarik terdapat beberapa penduduk lokal yang menjualnya. Edelweiss tersebut merupakan hasil budidaya. Dengan membelinya, kita bisa membantu perekonomian warga dari sektor wisata.

Panorama Puncak Merapi dari Bukit Klangon.

Ketika saya hendak bertolak, merapi bergemuruh. Guguran lava meluncur sepersekian detik bersamaan dengan asap mengepul. Saya hendak lari karena memori letusan gunung merapi, pikiran saya sudah macam-macam. Namun tidak ada peringatan. Ketika saya menoleh ke kiri dan ke kanan, pengunjung yang tersisa pun nampak biasa saja.

Merapi mengeluarkan letusan kecil. Letusan kecil yang akhir-akhir ini katanya memang hampir terjadi setiap hari. Merapi memiliki siklus letusan 2 tahunan dan 10 atau 15 tahunan. Jika Merapi berhenti mengeluarkan letusan kecil yang terjadi adalah letusan eksplosif yang besar.

Saat meletus, gunung sedang membuat body begitu saya teringat penjelasan Mbah Rono. Surono merupakan ahli geologi yang juga mantan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi bencana Geologi yang namanya tak asing saat Merapi meletus. Gunung Merapi kembali mencari keseimbangan. Bukan tidak mungkin Merapi yang kini memiliki ketinggian 2.930 mdpl akan terus bertambah tinggi seiring dengan letusan-letusan yang dihasilkan.

Guguran Lava Gunung Merapi.

Bukit Klangon menjadi salah satu spot terbaik untuk mengabadikan Puncak Merapi dan muntahan lava pijar. Tak heran, menjelang malam datang, saya masih menjumpai pengunjung yang berdatangan.

Untuk mengunjungi lokasi ini HTM cukup murah, yaitu Rp. 2.000 per orang, ditambah Rp. 2.000 untuk parkir motor, dan Rp. 5.000 untuk parkir mobil. Untuk menjangkau lokasi disarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi yang prima. Sebab, memiliki medan berliku dan menanjak.

Oh iya, sebagai kenang-kenangan, saya membeli seikat edelweiss. Bunga abadi untuk mengabadikan kunjungan saya dan keluarga kecil di Bukit Klangon.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.