Menyaksikan Keindahan Kota Melaka di Menara Taming Sari

0
128
Menara Taming Sari.

Jika pergi ke Melaka, kurang lengkap rasanya jika tidak mampir ke Menara Taming Sari. Dengan naik ke menara itu, kita bisa menyaksikan seluruh lanskap Kota Melaka, Malaysia dari ketinggian 80 meter. Pada dasarnya, menara observasi ini memiliki ketinggian 110 meter. Namun, pengunjung hanya benar-benar bisa naik hanya sampai pada ketinggian 80 meter. Selain bisa melihat pemandangan Kota Melaka, wisatawan pun bisa berfoto di atas ketinggian. Tentu, hal yang perlu diingat adalah kehati-hatian selama di atas, terutama saat memegang kamera.

Sejak dibuka tanggal 18 April 2008, wisatawan sudah antre mengunjungi menara ini, baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Pasalnya, menara ini berbeda dengan Menara Twin Tower atau Menara KL Tower di Kuala Lumpur Malaysia. Menara Taming Sari memiliki keunikan, yaitu bisa berputar penuh 360 derajat. Oleh karena itu, wisatawan bisa mengobservasi pemandangan sejauh 360 derajat. Menarik bukan? Menara ini disebut sebagai menara berputar jenis Gyro yang pertama di Malaysia. Pembangunannya pun menghabiskan dana yang tidak sedikit.

Gedung tempat membeli tiket ke Menara sekaligus pintu masuk.

Menara Taming Sari terletak di Jalan Merdeka, Banda Hilir, Melaka. Lokasinya tidak jauh dari Kuala Lumpur, yaitu sekitar 153 km. Jika ditempuh dengan mengendarai mobil, lama perjalanan sekitar 2 jam dengan catatan perjalanan tidak macet. Jika macet, waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke lokasi menara bisa mencapai 4—5 jam. Sayang sekali bukan jika harus membuang waktu di jalan? Perhatikan kalender terlebih dahulu sebelum merencanakan berlibur ke Melaka. Saat libur nasional di Malaysia, perjalanan ke Melaka sangat macet. Cara terbaik memang berangkat setelah salat subuh ketika jalanan belum dipenuhi kendaraan. Alternatif lain untuk mencapai ke menara ini, wisatawan bisa menggunakan transportasi umum, yaitu KTM Line komuter hingga ke Stasiun Bandar Tasik Selatan lalu berganti naik bus di Terminal Bersepadu Selatan menuju Melaka.

Menara ini dibangun berdasarkan kisah legenda di Melaka, yaitu Keris Taming Sari. Yah, legenda tentang keris itu memang menjadi kebanggaan wilayah Melaka Malaysia. Tokoh legendaris Laksamana Hang Tuah disebut lahir di wilayah Melaka. Dia memiliki Keris Taming Sari yang diperolehnya dari Senipati Mataram.

Menara Taming Sari.

Menara ini bisa menampung 66 orang sekaligus dalam sekali putaran. Saat berada di puncak, wisatawan diajak berputar 360 derajat secara perlahan. Dari situ, wisatawan dapat melihat Kota Tua Melaka dan Selat Melaka. Bahkan, objek wisata menarik di dekatnya, seperti Bukit St.Paul, Sungai Melaka, dan Dutch Square, tampak jauh lebih indah saat dilihat dari ketinggian menara ini.

Bagi kalian yang memiliki ketakutan dan kekhawatiran dengan ketinggian, tidak perlu khawatir. Menara ini hanya memberikan waktu untuk sekali putaran sebanyak 10 menit. Jadi, ambil foto dan video lebih banyak dan lebih cepat untuk mengabadikan momen ini. Untuk harga tiketnya, wisatawan dewasa dikenai tarif RM23 atau setara dengan Rp75.000 per orang. Sementara itu, untuk wisatawan anak-anak dikenai tarif RM15. Selain mendapatkan tiket, wisatawan pun akan mendapatkan satu botol air mineral. Lumayan, setelah naik menara, kalian bisa meminumnya. Saat musim panas, Melaka sangat panas. Jadi, pastikan kalian membawa topi atau payung dan kaca mata hitam.

Menara ini dibuka setiap hari dari pukul 10.00 hingga pukul 23.00 waktu setempat. Kapan waktu yang tepat untuk berkunjung? Kapanpun. Pagi, siang, sore, atau malam hari, pesona Kota Melaka dari ketinggian tetap menarik untuk dilihat. Jika ingin mendapatkan foto terbagus, sore hari sangat tepat karena langit sedang dipenuhi semburat jingga keunguan dari sunset yang terbentuk.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.