Patung Garuda Wisnu Kencana
Patung Garuda Wisnu Kencana.

Jika biasanya Pulau Bali identik dengan Pantai Kuta, surfing, dan tari kecak-nya, sekarang ada taman budaya yang baru beberapa bulan lalu diresmikan, yaitu Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK) diresmikan pada tanggal 22 September 2018. Peresmian ini dihadiri oleh Bapak Presiden Joko Widodo Beserta istri. Jadi, taman budaya ini termasuk taman yang baru dibuka dan sekarang telah banyak menyedot perhatian para wisatawan, baik domestik ataupun mancanegara.

Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana
Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana.

Apa itu Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK)?

Menurut saya dengan diresmikannya Patung Garuda Wisnu Kencana, bertambah lagi sisi pengetahuan budaya yang ada di Pulau Bali. Karena, taman budaya ini menyajikan pengetahuan tentang warisan budaya Indonesia dengan Patung Garuda Wisnu Kencana yang monumental sebagai ikon peradaban Indonesia dan merupakan ikon budaya nomor satu di Bali.

Patung Garuda Wisnu Kencana adalah lambang Dewa Wisnu yang menunggangi Garuda Agung sebagai sahabatnya. Patung ini dirancang untuk menjadi salah satu patung monumental terbesar dan tertinggi di dunia. Tinggi total patung ini adalah 120 meter; terdiri dari 24 segmen dan dibentuk dengan 754 modul yang terbuat dari tembaga dan asam patina berlapis kuningan (gwkbali.com).

Cara Menuju Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK)

Taman Budaya GWK berada di Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Kamu bisa menggunakan berbagai macam transportasi untuk menuju ke taman budaya ini, seperti mobil dan motor. Hanya saja, karena transportasi umum seperti angkutan kota (angkot) dan bus sangat jarang, jadi mobil rental, taksi, taksi online, ojek pangkalan atau online, dan mobil pribadi mungkin lebih banyak digunakan.

Karena saya pergi ke bali dengan cara backpacker dan menginap di sekitar Jalan Raya Legian. Jadi, saya menyewa motor dengan harga 70 ribu per hari. Dan, menurut saya menyewa motor sangat hemat dan leluasa, karena setelah melihat GWK saya juga bisa menggunakan motor iini untuk mengelilingi Bali lagi, bahkan sampai malam.

Dari, Jalan Raya Legian sebenarnya saya bisa melihat arah jalan untuk menuju ke Taman Budaya GWK, tapi agar lebih yakin lagi kemana arah Taman Budaya GWK, selama di perjalanan saya menggunakan google maps; lebih efektif dan cepat. Jarak dari Jalan Raya Legian ke Taman Budaya GWK sekitar 14 km, dan membutuhkan waktu sekitar 40 menit dengan menggunakan motor.

Menggunakan motor termasuk pilihan transportasi yang lebih nyaman dan cepat, disamping Jalan raya di sekitar Bali bagus dan rapi, jadi tidak banyak kendala yang saya alami di perjalanan, menggunakan motor juga lebih cepat karena saya jadi bisa melewati beberapa daerah jalan yang agak macet.

Taman sekitar Taman budaya Garuda Wisnu Kencana
Taman sekitar Taman budaya Garuda Wisnu Kencana.

Parkir dan Tiket Masuk Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK)

Ketika sudah masuk ke area Taman Budaya GWK, saya hanya tinggal mengikuti arah jalan ke area parkir motor. Tempat parkir motor ini berbeda arah dan tempat dengan parkir mobil. Tapi, menurut saya, ada untungnya menggunakan motor karena area parkir motor lebih dekat dengan loket tiket masuk Taman Budaya GWK-nya.

Sedangkan, untuk yang membawa mobil pribadi, area parkirnya agak jauh dari loket tiket masuk. Tapi, asyiknya, para wisatawan akan naik mini bus wisata untuk sampai menuju tempat loket tiket masuknya dari area parkir mobil tadi. Anak-anak mungkin akan merasa senang dengan naik mini bus wisata ini sebagai fasilitas gratis dari pengelola Taman Budaya GWK untuk memudahkan para pengunjung.

Tiket Parkir motor hanya 5 ribu. Sedangkan, tiket masuknya 80 ribu untuk dewasa dan 60 ribu untuk anak-anak usia 5-12 tahun. Di dekat area parkir motor atau di dekat loket tiket masuk ini ada mini market, toko merchandise dan yang lainnya. Sehingga, saya bisa beristirahat dulu sambil menikmati makanan dan minuman di sekitar taman.

Tempat Wisata Sekitar Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK)

Ketika saya sudah melihat Taman Budaya GWK, saya kemudian menuju tempat-tempat wisata lainnya yang ada di sekitar Taman Budaya GWK atau di daerah Badung, Bali, yaitu Pantai Pandawa dan Pantai Suluban Uluwatu. Sebenarnya masih banyak lagi tempat wisata lainnya yang belum sempat saya datangi, seperti Pura Luhur Uluwatu pantai melasti, museum Bali dan yang lainnya. Tapi, dengan mengunjungi ketiga tempat wisata tersebut dalam sehari, sudah cukup memuaskan bagi saya.

Jam Buka
Setiap Hari 08.00 - 22.00 Wib

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.