Menonton Puppet Show di Khlong Bang Luang Artist’s House Bangkok

1
235
Pertunjukan puppet show.

Ke Bangkok, tak lengkap rasanya jika tidak menonton pertunjukan budaya dari Negeri Gajah Putih. Pasalnya, Thailand kaya dengan kesenian dan kebudayaan yang tidak kalah dengan Indonesia. Untuk bisa menonton pertunjukan budaya di Bangkok, kalian bisa datang ke Khlong Bang Luang Artist’s House atau Baan Silapin. Di situ, kalian bisa menonton pertunjukan seni berupa puppet show dancing. Tiap hari, pertunjukan cerita yang disajikan berbeda-beda. Sayangnya, pertunjukan menggunakan bahasa Thailand sehingga pengunjung yang memahami isi cerita hanya orang-orang tertentu. Bahkan, sebelum acara dimulai, MC juga menyapa dalam bahasa Thailand sehingga tamu-tamu dari luar negeri kurang begitu memahami.

Karena letaknya yang lumayan jauh dari kota, kalian bisa ke sini dengan naik BTS Skytrain. Kalian bisa turun di Stasiun Bang Wa. Stasiun itu merupakan stasiun paling ujung dari rangkaian BTS Skytrain. Setelah turun stasiun, kalian bisa menyambung dengan naik taksi. Sesampainya di sana, kalian akan menjumpai sebuah sungai dengan pinggiran kiri dan kanan yang dipenuhi rumah-rumah. Taksi tidak bisa mengantar kalian hingga ke depan rumah pertunjukan. Kalian masih harus berjalan kaki melewati jembatan kecil yang ada sungai di bawahnya. Setelahnya, kalian bisa belok kiri. Rumah pertunjukkan terletak di paling ujung. Kalian pun harus memperkirakan waktu dengan baik agar tidak melewatkan puppet show yang dihadirkan. Pertunjukan selalu dimulai tiap hari pukul 14.00. Baiknya, kalian datang sebelum jam itu agar mendapatkan lokasi strategis untuk menonton.

Floating market di tepi sungai.

Wayang yang dibawakan adalah wayang boneka. Wayang itu hanyalah lakon saja dan digerakkan oleh penari-penari yang berpakaian serba hitam. Penari itu juga mengenakan topeng hitam. Mereka disebut juga sebagai pewayang. Pewayang menari-nari dengan gerakan yang dinamis dan kaki yang menghentak-hentak. Pewayang ini biasanya terdiri atas dua orang sehingga satu boneka dipegang oleh dua orang. Setiap kali pewayang bertingkah kocak, penonton akan riuh tertawa. Saya pun ikutan tertawa meskipun saya tidak memahami maksud dari cerita yang disampaikan.

Pada akhir pertunjukan, boneka wayang itu berinteraksi dengan penonton, seperti bersalaman, memeluk, dan mencium. Aktivitas ini membuat semua pengunjung tertawa terbahak-bahak sehingga suasana semakin riang dan riuh. Nah, setelah pertunjukan, kalian jangan langsung pulang ya. Meskipun mereka tidak memungut biaya tiket masuk, kalian diperkenankan sekali untuk memberikan beberapa lembar baht kalian untuk mereka. Uang yang kalian berikan bisa digunakan untuk meningkatkan kompetensi mereka dan untuk biaya operasional mereka. Selain pertunjukan puppet show, di sini juga ada the mask show.

Penonton pertunjukan.

Selain pertunjukan seni tari wayang, kalian juga bisa membeli buku-buku sastra, buku tulis dari kertas daur ulang, kartu pos, dan aksesoris unik lainnya. Bahkan, makanan khas Bangkok juga ada di sini, seperti makanan ringan dan es krim kelapa yang terkenal itu. Jika kalian beruntung, kalian bisa menjumpai penjaja makanan di atas perahu-perahu yang melintas di tepian sungai, seperti floating market. Ada pula kerajinan dan benda seni yang dipajang. Kalian bisa membelinya atau sekadar mengamatinya.

Jika kalian penyuka ikan, kalian bisa memberi makan ikan-ikan dari tepian sungai. Ikan itu bernama paroon shark yang umum ditemui di Sungai Chao Phraya dan kanal-kanal perhentiannya. Makanan ikan dijual di kedai di tepi kanal. Bentuknya berwarna-warni. Kalian bisa membeli dalam ukuran seplastik. Setelah kalian menaburkan makanan itu, ikan paroon shark akan bermunculan di permukaan sungai memperebutkan makanan yang kalian tebar.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.