Menjelajahi Situs Warungboto, Yogyakarta

0
707
Situs Warungboto.

Wisata sejarah memang menarik, apalagi jika kita melakukan riset dan literasi sebelum menjelajah. Salah satu daerah yang terkenal dengan wisata sejarah adalah Yogyakarta. Di Yogya, kita bisa menemukan banyak wisata sejarah dari macam-macam zaman dalam sejarah Indonesia. Mulai dari zaman purba sampai revolusi, mulai dari candi sampai benteng Belanda, mulai dari keraton sampai istana kepresidenan. Lengkap!

Kalau kita tertarik dengan sejarah keraton dan kesultanan di Yogyakarta, kita bisa mengunjungi banyak objek. Ada keraton, museum, dan beberapa pasar unik. Nah, biasanya wisata sejarah kesultanan di Yogya berada dalam satu jangkauan area. Biasanya, area Beringharjo, Keraton, dan alun-alun saja. Ada sebuah tempat yang diluar daerah itu, tempat ini bisa dibilang tersembunyi. Walaupun sudah banyak yang mengunjungi, tapi secara umum, belum banyak wisatawan tau tentang tempat wisata sejarah ini. Tempat ini namanya situs Warungboto.

Tersembunyi, Unik, dan Jarang
Arsitektur dan struktur bangunan Warungboto.

Hari Jumat 5 Juli 2019, saya mencari dan ingin mengunjungi situs Warungboto. Akhir akhir ini, situs warungboto banyak dipost dan dieksplorasi, terlihat dari media sosial. Perlahan mulai banyak wisatawan yang mempopulerkan warungboto, sehingga saya tertarik untuk mencari tahu lebih lanjut lagi. Setelah menaiki trans jogja, sekitar 4 kilometer dari arah Malioboro, saya sampai di jalan Veteran. Lalu, saya berjalan kaki sejauh 400 meter. Karena halte pemberhentian trans jogja tidak ada di dekat warungboto.

Kurang lebih pukul 1 siang, saya sampai di situs Warungboto. Berbeda dengan situs Tamansari, situs ini benar benar terletak di tengah pemukiman warga lokal. Sepintas, saya tidak menyangka jika bangunan kuno itu adalah situs bersejarah. Tapi, hal inilah yang membuat situs Warungboto berbeda dengan situs lainnya.

“Permisi pak, mau masuk ke situs”. Saya menyapa seorang bapak penjaga. Lalu, beliau hanya mengiyakan saja, tanpa membeli tiket atau keterangan biaya kunjungan. Saya pun bertanya, berapa biaya masuk ke dalam, lalu beliau bilang.

“Oh iya, masih gratis mas, monggo monggo, silahkan masuk.” Beliau tersenyum ramah.

Biaya masuk masih gratis! Saya pun berterima kasih atas informasi yang diberikan, lalu masuk ke area situs. Kesan pertama saya, situs ini memang berbeda dengan wisata sejarah di Yogyakarta pada umumnya. Sarana dan fasilitas wisatanya belum ada, sehingga situs ini memang ala kadarnya saja. bangunan tua yang gagah, kosong, dan menyerupai kastil ini unik. Kita bisa mengeksplorasi bagian bagian bangunan, mulai dari atap sampai area beranda dalam yang misterius.

Kolam pemandian yang sudah mengering.

Situs Warungboto ini pada zaman dahulu merupakan tempat pemandian bagi para selir dan warga sekitar daerah Warungboto. Maka dari itu, tidak banyak ornamen-ornamen atau simbol yang menunjukan kesultanan. Secara visual, bangunan di Warungboto ini dirancang bukan untuk keluarga kerajaan. Tapi rancangan ini untuk para selir dan rakyat biasa, makanya kesan sederhana dan simple terlihat dari bangunan di situs ini.

Mengitari sudut sudut banguan ini seakan mengingatkan wisatawan, bahwa wisata sejarah yang sering kita kunjungi hanya sebatas sejarah bangsawan saja. Kita jarang menyadari sejarah ternyata memuat para rakyat dan orang biasa seperti kita. Mengelilingi bangunan ini juga adalah mencari sebuah kisah-kisah menarik yang bisa kita pelajari, salah satunya soal sejarah orang biasa.

Selain itu, arsitektur Warungboto ini unik. Ada bagian bagian bangunan, seperti kolam pemandian, ruang terbuka, dan atap. Bagian bagian ini instagramable sekali, cocok untuk wisatawan yang suka fotografi. Banyak bagian-bagian bangunan yang keren untuk dieksplorasi menjadi foto. Menikmati arsitektur banguinan di Warungboto memang unik.

Tertarik ke Warungboto? Ayo jelajahi Warungboto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.