Menjelajahi Museum Tumurun yang Menyimpan Karya Antonio Blanco

0
199
Floating Eyes yang menjadi ikon Museum Tumurun.

Warga Solo pasti sudah tak asing lagi dengan pabrik tekstil Sritex. Pabrik garmen terbesar se-Asia Tenggara tersebut pernah dipercaya memproduksi kebutuhan seragam militer di Indonesia dan 35 negara dunia termasuk North Atlantic Treaty Organization (NATO) dan Tentara Jerman.

Siapa yang menyangka, bahwa pabrik tersebut ternyata didirikan oleh seorang pecinta karya seni bernama H. Muhammad Lukminto. Untuk menghormati almarhum ayah yang wafat di tahun 2014 lalu, sang anak, Iwan Kurniawan Lukminto, mendirikan sebuah museum bernama Tumurun Private Museum.

Tumurun Private Museum yang menyimpan berbagai koleksi seni antik dan berkelas milik keluarga besar Lukminto. Nama Tumurun berasal dari kata Turun Temurun yang bermakna dari generasi ke generasi. Untuk berkunjung ke museum ini, kita tak perlu membayar tiket masuk loh.

Tumurun Museum Privat.
Lokasi dan Cara Berkunjung

Museum ini terletak di Jalan Kebangkitan Nasional No. 2,  Sriwedari, Laweyan, Solo. Untuk berkunjung ke museum ini, teman traveller harus melakukan reservasi online di website resminya, yakni www.tumurunmuseum.com. Setelah itu, kita klik menu Contact dan isi nama, email, nomor telepon pada form yang tersedia. Pada kotak “Your Message”, tulis permohonan kunjungan yang berisi tanggal dan waktu kunjungan lalu mengklik Submit.

Kemudian kita akan mendapatkan email balasan dari pihak museum yang berisi jadwal kunjungan yang bisa kita lakukan. Saat berkunjung ke museum, kita harus menunjukan kartu identitas atau email yang berisi jadwal kunjugan kepada security yang berjaga. Museum ini menerima kunjungan dari hari Senin hingga Sabtu dan jumlah kunjungan pun dibatasi.

Karya berjudul Potret Diri.
Menyajikan Koleksi Seni Kelas Atas

Museum Tumurun menyimpan ratusan karya seni yang berasal dari Indonesia maupun luar negeri. Mulai dari lukisan hingga karya seni kontemporer semuanya ada di museum ini.

Sebelum memasuki ruangan, pemandu akan menerangkan terlebih dahulu aturan yang berlaku selama di museum. Setelah itu, pengunjung dipersilahkan masuk dan menikmati berbagai koleksi unik di dalamnya.

Di setiap koleksi museum juga terdapat informasi yang bisa kita temukan dengan melakukan scanning code barcode. Jadi, teman traveller bisa mengetahui kisah atau makna di balik setiap karya yang dipajang di museum tersebut.

Tempat ini benar-benar cocok bagi pecinta seni karena menyajikan sensasi yang berbeda dari kebanyakan museum lainnya. Museum ini juga cocok untuk berfoto-foto karena tata ruangnya yang sangat instagramable.

Floating Eyes yang menjadi ikon Museum Tumurun.
Menyimpan Berbagai Karya Unik

Saat memasuki ruangan pertama pun pengunjung akan dibuat terkesima dengan seni instalasi berupa bola mata besar yang tersusun setinggi tujuh meter. Seni instalasi bertajuk “Floating Eyes” tersebut merupakan karya Wedhar Riyadi yang menjadi ikon museum tersebut.

Karya tersebut berisi kritik sosial generasi masa kini di mana anak-anak muda zaman sekarang selalu mengumbar kehidupannya di media sosial. Karya yang berisi kumpulan mata tersebut menggambarkan hidup generasi zaman sekarang yang selalu diawasi banyak orang.

Karya unik lainnya adalah seni instalasi berjudul “Potret Diri” karya Tisna Sanjaya yang dibuat pada tahun 1958. Karya seni berwujud manusia yang tertindih oleh beban yang menjulang tinggi tersebut menggambarkan perilaku masyarakat saat ini yang ditindas oleh lingkungan. Akibat penindasan tersebut, banyak manusia yang menciptakan kebohongan dalam dirinya.

Selain itu, museum ini juga menyimpan koleksi mobil kuno seperti Mercedes Benz rakitan 1970 dan Dodge 1928 yang sudah tak bisa kita temui lagi di pasaran.

Tumurun Private Museum sebenarnya terdiri dari dua lantai. Sayangnya, lantai dua tidak dibuka untuk umum karena menyimpan karya maestro ternama seperti Affadi, Basoeki Abdullah, hingga maestro lukis asal Spanyol Antonio Blanco.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.