Menjelajahi Curug Muara Jaya, Majalengka

0
1165
Air Terjun Pertama di Curug Muara Jaya.

Majalengka mungkin merupakan sebuah daerah yang tidak terlalu terkenal di Jawa Barat. Walaupun memiliki tempat-tempat ikonik dan khas seperti Gunung Ciremai dan Sentra Kerajinan Tanah Liat, tetapi masih banyak wisatawan yang belum mengetahui apa saja objek wisata yang terdapat di Majalengka. Sebenarnya, Majalengka adalah sebush tempat yang indah dengan banyak potensi objek wisata. Tetapi, masih kurang terekspos dan diketahui oleh para wisatawan.

Salah satu objek yang menarik untuk dikunjungi di Majalengka adalah Curug Muara Jaya. Curug dalam bahasa Sunda berarti air terjun, jadi wisata ini adalah wisata air. Letak Curug Muara Jaya tepat berada di kaki Gunung Ciremai, sehingga iklim dan suasananya masih asri dan alami. Sudah mulai penasaran dengan Curug Muara Jaya? Ayo kita jelajahi!

Seperti air terjun besar pada umumnya, Curug Muara Jaya pun seakan menjadi ikon wisata di sekitar kaki Gunung Ciremai. Terlihat dari pengelolaan dan fasilitas yang tersedia di Curug Muara Jaya.

Tangga Menuju Air Terjun.

Setelah berkendara sekitar 1,5 jam dari Kota Cirebon, lalu melewati Terasering Panyaweuyan, akhirnya saya sampai di Curug Muara Jaya sekitar pukul jam 09:00. Udara kaki gunung yang sejuk membuat atmosfer penjelajahan kali ini berbeda dengan penjelajahan lainnya, selain itu pemandangan Gunung Ciremai juga terlihat dari lokasi Curug Muara Jaya.

Setelah membayar tiket dan melewati loket, ada plang penunjuk arah menuju air terjun. Saya hanya tinggal berjalan sekitar 3 menit sebelum akhirnya menemukan tangga yang menuju air terjun. Sehabis hujan, trek menuju air terjun lumayan licin, tapi hal tersebut tidak terlalu menjadi masalah, karena pada Curug Muara Jaya sudah dibangun tangga-tangga yang rapi, sehingga pengunjung tidak kesulitan berjalan menurun ke arah air terjun. Jika tidak ada tangga, tentu akan sangat licin, karena medannya cukup terjal dan menurun menuju jurang di bawah.

Setelah berjalan menuruni tangga, sampailah saya di air terjun pertama. Untungnya, karena saya berkunjung pada hari Senin pagi, maka kawasan Curug Muara Jaya masih sepiĀ  oleh pengunjung, jadi rasanya punya air terjun pribadi! Angin yang terdapat di area air terjun cukup kencang, sehingga cipratan air di sekitar air terjun menghasilkan efek seperti hujan gerimis. Menyegarkan! Lalu jika kita meneruskan perjalanan sekitar 3 menit dari air terjun pertama, kita akan menemukan air terjun utama di Curug Muara Jaya. Air terjun yang ini memiliki tinggi kurang lebih 60 m.

Akses, fasilitas, dan tiket masuk.
Curug Pertama di Muara Jaya.

Akses menuju Curug Muara Jaya terbilang gampang-gampang sulit, jaraknya pun cukup jauh jika kalian memulai perjalanan dari Kota Cirebon. Kurang lebih berjarak 83 km dari Kota Cirebon, 48 km dari Bandara Internasional Kertajati, dan 23 km dari Kabupaten Majalengka. Setelah melalui jalanan provinsi dan pedesaan, barulah kita akan sampai di Curug Muara Jaya. Persiapkan dan periksa dahulu kendaraan yang kalian bawa ke Curug Muara Jaya, agar tetap selamat dan bisa berwisata dengan aman.

Pengelolaan dan perawatan fasilitas pun sepertinya berjalan lumayan baik, mulai dari pengelolaan tiket hingga penataan jalanan atau track sudah cukup baik. Tetapi ada hal yang harus diperhatikan, yaitu mengenai pengelolaan sampah, karena di beberapa bagian air terjun, terdapat sampah sampah yang berserakan. Walaupun pihak pengelola sudah menyediakan tempat sampah di banyak sudut, tapi masih banyak wisatawan yang kurang peduli dengan kondisi alam sekitar.

Harga tiket untuk wisatawan yang berkunjung ke Curug Muara Jaya adalah Rp. 15.000 per orang, dan untuk anak anak di bawah 10 tahun hanya Rp. 10.000 saja. Selain itu, untuk kalian yang mau berkemah juga bisa dengan membayar sebesar Rp. 20.000 per orang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.