Menjelajahi Candi Sari, Yogyakarta

0
393
Kemegahan Candi Sari.

Candi dan Yogyakarta merupakan dua kata yang sulit dipisahkan. Jumlah candi di daerah Yogyakarta sangatlah banyak! Belum lagi jika menambahkan candi-candi di sekitar Klaten dan Solo. Makanya, kalau ke Yogyakarta belum lengkap rasanya kalau tidak mengunjungi candi.

Candi di Yogyakarta itu bukan cuma Borobudur dan Prambanan aja kok. Masih banyak candi-candi keren lainnya, ada salah satu candi yang jarang dikunjungi di Yogyakarta. Namanya Candi Sari. Candi ini terletak di daerah Jalan Raya Yogyakarta-Solo. Candi ini masih belum terlalu dikenal oleh wisatawan, memang kurang populer. Tapi sebenarnya candi ini memiliki banyak keistimewaan yang tidak ada di candi-candi lain. Nah, tulisan ini akan mengulas apa saja keistimewaan dan hal menarik yang terdapat di Candi Sari. Yuk kita mulai!

Bodhisatwa Relief Khas Candi Sari.
Istimewa, Ulasan, dan Wisata

Candi memang menarik, wisata sejarah candi juga sangat dikenali. Sebenarnya apa sih yang dilihat wisatawan dari sebuah candi? Hanya relief atau konstruksinya saja? Apa ada hal lain yang menarik?

Hari Jumat 13 September 2019, saya mengunjungi candi-candi kecil di daerah Kalasan. Ada Candi Kalasan, Candi Sari, dan candi-candi lainnya. Candi Sari adalah candi yang menarik bagi saya. Pagi itu, udara Yogyakarta sangat cerah, matahari baru muncul. Saya berangkat dari Yogyakarta sekitar pukul 7 pagi, ketika jalan masih lengang.  Suasana pagi di Candi Sari sangat syahdu dan tenang, karena belum ada pengunjung yang datang. Kita malah bisa melihat aktivitas warga sekitar di candi, atau bahkan melihat kegiatan pengurus candi.

Candi Sari merupakan sebuah candi yang dibangun pada abad 8 Masehi. Waktu itu, kerajaan yang sedang berkuasa adalah Mataram Kuno, sehingga banyak pengaruh ajaran agama Buddha dalam pembangunan Candi Sari. Seperti relief Bodhisatvva, yang melambangkan dari ajaran Buddha Mahayana. Candi Sari terdiri dari dua tingkatan candi. Uniknya, candi ini dibangun meningkat ke atas, berbeda dengan candi lain yang hanya memiliki satu tingkat lantai. Berdasarkan penelitian arkeologis, candi ini awalnya terdiri dari 3 lantai. Tetapi karena strukturnya roboh, maka candi ini hanya bisa direkonstruksi 2 lantai tingkatan saja.

Struktur Bangunan yang Bertingkat.

Ketika kita sampai di Candi Sari, suasananya tidak seramai Prambanan dan Borobudur. Karena memang hanya satu bagian candi saja yang ada di Candi Sari. Tidak seperti komplek Borobudur, Plaosan, atau Candi Sewu. Jadi, ketika sampai di Candi Sari kita akan mendapat suasana yang cocok sekali untuk menenangkan diri atau hunting foto. Ketika saya berkunjung, hanya saya saja yang ada di sana, tidak ada siapa-siapa lagi selain petugas candi. Yang menarik bagi saya adalah proses mempelajari candi dan relief-reliefnya. Jika kita hanya berwisata, foto-foto, atau jalan-jalan saja, maka kita akan susah mendapat pelajaran berharga dari destinasi yang kita kunjungi. Daripada begitu, kita bisa belajar sejarah dengan mengobrol bersama petugas, atau mencari candi-candi lain yang sepi pengunjung.

Fasilitas candi sendiri tidak seperti candi wisata pada umumnya. Karena candi ini bukan komplek besar, maka fasilitasnya sederhana saja. Ada tempat parkir, toilet, dan kursi sederhana. Menurut saya, yang seharusnya disediakan oleh pengelola adalah penjelasan. Bahwa wisata sejarah seharusnya bisa mengedukasi dan menjelaskan nilai-nilai historis dari peninggalan masa lalu. Mungkin, bisa ditambah guide atau petugas yang menjelaskan. Agar wisatawan bisa memahami sepenuhnya informasi sejarah di Candi Sari.

Untuk harga tiketnya, hanya Rp 5.000 saja untuk satu pengunjung. Murah kan? Nah, tertarik mengunjungi Candi Sari?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.