Menjelajah Alam Bawah Laut di Aquarium Jakarta

0
965
Dekorasi Lampu Ubur-ubur.

Selepas pulang dari Planetarium Jakarta untuk menjelajahi angkasa, pada menjelang siang, ku lanjutkan untuk berjalan-jalan menuju Aquarium Jakarta. Dengan menggunakan taksi online, Aquarium Jakarta hanya berjarak sekitar 30 menit dari Planetarium Jakarta. Aquarium Jakarta terletak di dalam sebuah mall bernama Neo Soho Podomoro City Central Park di daerah Grogol, Jakarta Barat.

Tempat ini cocok dijadikan sebagai tempat kencan ataupun untuk menikmati waktu bersama keluarga. Dengan konsep bawah laut yang unik, tempat ini didesain sedemikian rupa sehingga memiliki kesan romatis dan hangat. Ditambah dengan banyaknya spot foto yang anti-mainstream, menjadikan Aquarium Jakarta sebagai tempat yang benar-benar Instagram-able. Lumayan, bisa menambah keindahan feed di akun Instagram kalian.

Jika dibandingkan dengan Planetarium Jakarta, harga tiket masuk Aquarium Jakarta terbilang cukup mahal. Hal ini terjadi mungkin karena ada hewan yang perlu dirawat dan diberi makan. Kurasa karena alasan yang sangat lumrah ini, kita jadi tidak perlu mengantri puluhan menit sepanjang 50 meter untuk dapat memasukinya, seperti yang terjadi di Planetarium Jakarta. Ya, sesekali mengeluarkan pundi-pundi lebih demi sebuah pengalaman yang baru, tak apa lah.

Ubur-ubur dan Lampu Sorot.

Meskipun bernama aquarium, di tempat ini tidak hanya terdapat hewan yang berhubungan dengan kehidupan air, tapi juga terdapat beberapa hewan darat seperti ular, bunglon, landak, kalajengking, dan lain-lain. FYI, Aquarium Jakarta memiliki hewan dengan jumlah lebih dari 14.000 hewan. Aku tahu bukan karena telah menghitungnya, loh ya. Sesederhana karena telah membaca. Butuh berapa bulan untuk aku dapat menghitungnya? Itupun jika aku tidak gila membedakan ikan mana yang sudah kuhitung dan ikan mana yang belum!

Serupa dengan Seaworld, Aquarium Jakarta memiliki koleksi hewan air yang sangat beragam. Ikan badut yang sering dipanggil Nemo, bintang laut yang diteriaki sebagai Patrick, ikan raksasa yang aku tak tahu apa namanya, ubur-ubur, salamander, hiu, hingga yang menjadi favoritku yaitu ikan pari kecil yang menempel di dinding kaca yang seakan-akan tersenyum dan mengatakan “Hey, feed me feed me. I am hungry!

Beberapa hal yang membedakan tempat ini dengan Seaworld, antara lain hiasan lampu ubur-ubur, konsep lampu sorot di dalam bilik kaca, lorong-lorong kecil yang dapat kita masuki, dan tabung raksasa yang menjadi spot favorit untuk berfoto. Antara itu semua, yang paling berbeda dan tidak boleh dilupakan dari Aquarium Jakarta adalah wahana Sea Explorer dan pertunjukan Pearl of The South Sea.

Aquarium Jakarta.

Di dalam wahana Sea Explorer, kita dapat merasakan bagaimana rasanya berada di dalam kapal selam yang sedang menjelajah dalamnya lautan. Dengan konsep 5D luar biasa yang ditawarkan, membuatku tak ingin lagi mencoba wahana ini. Kenapa? Tentu saja karena aku merasa mual dan ingin muntah setelah aku mencoba wahana itu. Aku mabuk laut padahal aku sedang di darat. Ironis!

The last but not the least, yaitu pertunjukan Pearl of The South Sea. Ini pertunjukan yang harus kalian lihat. Berdasarkan pengamatanku, wahana ini bercerita mengenai kisah cinta putri duyung dengan seorang raja atau pangeran, pertunjukan ini disajikan secara luar biasa menakjubkan! Gabungan aksi panggung, trik ilusi, musik, dan yang utama, yaitu tarian di bawah air yang dilakukan Sang Mermaid, menjadikan penampilan ini benar-benar layak untuk disaksikan! Aku masih ingat betapa kagumnya aku menyaksikan penampilan itu!

Demikianlah pengalamanku menjelajahi dunia bawah laut di Kota Jakarta. Semoga kalian menikmatinya sebagaimana aku menikmatinya. Terima kasih!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.