Menjejaki Kisah Kerajaan Singasari di Candi Jawi

0
278
Bagian depan Candi Jawi.

Kerajaan Singasari merupakan salah satu kerajaan Hindu tertua di Pulau Jawa. Aneka peninggalan kerajaan ini pun tersebar merata di Jawa Timur. Salah satunya adalah Candi Jawi. Candi ini terletak di daerah Prigeb, Pasuruan, Jawa Timur.

Uniknya, di antara candi-candi peninggalan Singasari lainnya, candi ini terpisah cukup jauh. Tak berada di wilayah Kota Malang. Makanya, candi ini menjadi candi terakhir yang saya kunjungi untuk menuntaskan jelajah saya ke peninggalan bersejarah Kerajaan Singasari.

Bagian depan Candi Jawi.

Kunjungan saya ke candi ini ini dimulai di Minggu pagi. Saya melakukan janji bersama seorang rekan mengendarai motor sebelum kami menghadiri acara pernikahan di daerah Prigen. Makanya, sedari pukul 7 pagi, saya sudah menggeber motor dari Kota Malang menuju Pandaan.

Hampir 1,5 jam berkendara, kami pun tiba. Walau hari itu hari libur, nyatanya tak banyak pengunjung yang datang. Hanya beberapa keluarga kecil yang memanfaatkan waktu liburan dengan datang ke candi ini. Selepas memarkirkan motor, saya disambut oleh seorang petugas yang meminta saya mengisi buku tamu. Tak ada tiket masuk untuk mengunjungi candi ini.

Hanya saja, ada beberapa penjual makanan ikan yang menjajakan dagangannya seharga 10.000 rupiah. Makanan ini bisa diberikan pengunjung kepada ikan-ikan hias di dalam kolam yang mengelilingi candi. Jadi, sebelum masuk ke area candi, pengunjung harus melewati jembatan yang membatasi kolam tersebut.

Bagian depan Candi Jawi.

Setelah melewati jembatan, sebuah candi yang sangat tinggi pun terhampar. Maklum saja, candi ini merupakan salah satu candi bergaya Jawa Timuran yang memang memiliki kekhasan bertubuh ramping dan menjulan tinggi. Dari keterangan yang saya baca di papan pengumuman, candi ini sendiri memiliki tinggi 24,5 meter. Wah, hampir setinggi gedung bertingkat ya.

Makanya, saya sangat hati-hati saat menaiki tangga menuju tubuh candi. Tak ada pegangan di tangga tersebut dan membuat kaki saya sedikit gemetaran. Candi ini sendiri ternyata membelakangi Gunung Penanggungan, sebuah gunung suci yang ada di Pasuruan. Saat saya berjalan hati-hati mengelilingi selasar, tampak Gunung Penanggungan yang menjulang dengan sembilan puncaknya. Awan tipis yang berarak membuat pemandangan semakin elok. Meski demikian, saya harus terus berhati-hati karena saya berada di selasar candi yang cukup tinggi tanpa ada pengaman di kanan kiri.

Gunung Penanggungan dan bekas gapura.

Tak jauh dari pandangan mata saya, tampak sebuah bekas candi lain yang sudah tak utuh. Ternyata, bangunan tersebut diyakini sebuah reruntuhan sebuah gapura. Bangunan yang berasal dari batu bata itu tampak teronggok dan belum ada perbaikan.

Saya lalu memutari selasar candid-an membaca sekilas relief yang ada pada dindingnya. Sayangnya, tak seperti candi lain yang memiliki relief yang bisa dibaca jelas, candi ini tak memilikinya. Saat saya masuk ke ruangan dalam candi, saya juga tak menemukan apa-apa. Tak ada lingga yoni maupun arca yang ada pada candi-candi lainnya.

Pengunjung memberi makan ikan di kolam.

Padahal, dari beberapa sumber yang ada, terutama dari informasi di papan pengumuman, ada banyak arca yang dulunya tersimpan di candi ini, seperti arca Mahakala dan Nandiswara, Durga, Ganesha, Nandi, dan Brahma. Hanya arca Durga yang masih jelas keberadaannya dan kini disimpan di Museum Mpu Tantular Sidoarjo. Saya pun bergegas turun dan mendapati sepasang arca binatang bertelinga panjang. Kedua arca ini seakan menjadi penjaga candi.

Sama seperti candi lainnya, saya pun melakukan ritual memotret tubuh candi dari balik sebuah pohon. Sayangnya, karena candi ini yang terlampau tinggi, saya cukup kesulitan mendapatkan potret yang sempurna. Meski demikian, saya sangat senang bisa mengunjungi candi yang konon menjadi tempat pendharmaan Raja Kertanegara. Raja terakhir Singasari sebelum kerajaan tersebut runtuh diserang oleh Kerajaan Kediri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.