Menjejaki Candi Bangkal yang Berada di Pinggir Sawah

0
143
Candi Bangkal dengan taman cantik yang mengelilinginya.

Saya sangat senang jika berjalan-jalan ke Kabupaten Mojokerto. Selain bentang alamnya yang indah, aneka benda purbakala yang berada di wilayah ini juga sangat banyak. Beberapa diantaranya bahkan jarang sekali dikunjungi. Salah satunya adalah Candi Bangkal.

Candi Bangkal sebenarnya tak jauh dari Kali Porong yang membelah Mojokerto. Tepatnya, berada di Desa Candiharjo, Dusun Bangkal, Kecamatan Ngoro. Dari arah Kota Mojokerto, candi ini hanya berjarak 30 km. Candi ini juga tak jauh dari Ngoro Industrial Park yang menjadi pusat industri di Kota Mojokerto.

Meski tak jauh dari pusat keramaian, saya cukup kesulitan saat mencarinya. Lantaran, candi ini sendiri bisa diakses via gang pemukiman warga. Saya masuk ke gang tersebut yang jaraknya hanya beberapa kilometer dari Ngoro Indsutrial Park.

Pelan-pelan saya memacu motor untuk memastikan tidak salah jalan. Mulanya, saya menemukan berderet rumah warga yang cukup rapat. Lama-kelamaan, rumah-rumah tersebut mulai jarang dan berganti dengan perladangan dan persawahan.  Banyak sekali percabangan jalan yang membuat saya bingung meski sudah membaca peta di Google Map.

Kali Porong yang terletak tak jauh dari Candi Bangkal.

Beberapa percabangan jalan itu saya ikuti, tapi saya harus menelan kekecewaan. Jalan yang saya pilih salah dan berakhir di tepi Kali Porong. Saya pun mencari jalan lain dan tak jarang saya menemukan jalan buntu. Hampir 30 menit hanya berputar-putar mengikuti arah jalan di Google Map. Meski mulai lelah, saya masih tetap semangat. Dalam hati saya sudah bertekad untuk tetap meneruskan perjalanan ini karena sudah kepalang tanggung.

Di tengah rasa lelah itu, tiba-tiba saya menemukan candi yang saya maksud dari balik persawahan. Saya pun mencari akal bagaimana bisa ke sana. Rupanya, saya salah berbelok dan akhirnya menemukan pintu pagar candi di sebuah gang sempit. Tak ada penjaga di sana. Saya pun masuk untuk menjelajahi candi.

Unik juga ternyata. Candi ini dihiasi oleh taman seperti sawah dengan beberapa bunga yang seolah-olah seperti padi. Candi Bangkal terlihat imut di tengah taman tersebut. Sayangnya, saat mencoba untuk mendekati tubuh candi, saya terlahang oleh sebuah kolam yang cukup dalam. Ternyata candi ini dikelilingi oleh kolam tersebut. Sepertinya untuk menandakan bahwa pengunjung tak diperkenankan mendekati candi.

Candi Bangkal terlihat dari balik sawah.

Dari informasi yang ada, Candi Bangkal diperkirakan dibangun pada zaman Kerajaan Majapahit. Batu bata yang berwarna merah menjadi ciri khas candi yang dibangun pada masa tersebut, sama dengan candi lain yang berada di Kabupaten Mojokerto. Selain itu, letak candi yang tak jauh dari Kali Porong dipercaya sebagai penolak bala atau marabahaya. Candi Bangkal juga terletak tak jauh dari persawahan warga yang dikaitkan dengan lambang kesuburan.

Hingga kini, warga sekitar ternyata masih sering melakukan acara sedekah bumi dengan kegiatan wayang kulit sebagai bentuk rasa syukur. Sayangnya, kisah candi ini secara lengkap masih belum bisa dipastikan dengan jelas. Hanya posisi menghadapnya yang ke arah barat yang diyakini beberapa sejarawan bahwa candi ini digunakan sebagai kegiatan keagamaan.

Meski kisahnya masih belum jelas, bukan berarti candi ini tidak layak untuk dikunjungi. Pemandangan candi dengan latar kolam dan sawah menjadi spot fotografi yang menarik. Tak hanya itu, adanya pohon soko yang berada di sisi utara candi membuat candi ini sangat sejuk. Meski cuaca Mojokerto amatlah panas, semilir angin yang bertiup dan terasa saat berada di candi ini adalah salah satu kenikmatan tersendiri. Jadi, saat berjalan-jalan ke Mojokerto, tidak ada salahnya untuk datang ke candi ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.