Menjajaki Surga Tersembunyi di Pantai Sivalenta, Kabupaten Donggala

0
111
Keindahan pantai sivalenta yang diapit bebatuan besar.

Angin sejuk pantai dan deburan ombak menerpa lembut wajah-wajah kami yang kuyu setelah sekitar 2 jam perjalanan dari Kota Palu menuju pantai ini. Sivalenta, begitu sebutannya, adalah pantai yang gaungnya sudah terdengar di Kota Palu dan sekitarnya. Kami memulai perjalanan ke pantai ini pukul 07:00 dan tiba sekitar pukul 09:00 menggunakan sepeda motor. Berbekal sarapan nasi kuning Rp 7000-an, kami pergi menuju arah barat.

Sepanjang perjalanan, kami disuguhkan pemandangan yang luar biasa indahnya. Di sisi kiri mengarah langsung ke tepi jurang laut lepas yang memantulkan bermacam warna biru. Sedangkan di sebelah kanan kami terdapat pepohonan dan rimbunnya semak-semak, menahan pergerakan tanah yang curam dan menaungi kami dalam bayangnya. Tak jarang, kami harus “bertabrakan” dengan laron-laron yang masih setia menemani sejuknya pagi ketika melewati hutan di kedua sisi kami. Saat melewati perkampungan, layaknya perkampungan di sekitar Kota Palu pada umumnya, hewan ternak dibiarkan bereliaran di jalan. Karena itu sesekali kami harus menurunkan kecepatan untuk mempersilakan sapi dan kambing menyeberangi  jalan.

Bermain perahu cadik bersama anak-anak sekitar.

Pantai Sivalenta, berada di daerah Lompio, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Sepotong surga ini merupakan sebuah pantai kecil yang diapit bebatuan besar di kedua sisi. Bagi siapa saja yang belum pernah ke sini dan hanya mengandalkan Google Maps bisa saja tersasar seperti apa yang terjadi pada kami. Ketika itu, saat kami sudah mencapai titik lokasi tujuan yang tertera pada peta, terpampang sebuah papan setengah lingkaran di depan pintu masuk yang bertuliskan “Wisata Bahari. Parimpi, Sivalenta, Labuana, dan lainnya”. Penting untuk diketahui, sesudah melewati pintu masuk, sesuai yang tertera pada papan tadi, pantai pertama yang kita lihat adalah Pantai Parimpi.

Karena ketidaktahuan kami tentang hal itu, awalnya sempat merasa kecewa saat melihat kondisi pantai yang tidak berpasir putih dan banyak sampah organik di sepanjang bibir pantai. Tetapi perjalanan jauh kami tidak boleh sia-sia begitu saja. Kami memutuskan untuk berenang di pantai itu hingga tak dirasa sudah 2 jam kami bermain. Hal paling berkesan adalah ketika sebuah perahu kecil dengan cadik di kedua sisinya mendekat saat kami bermain. Ternyata itu adalah perahu anak-anak yang tinggal di daerah ini dan sedang mencari ikan untuk dimakan. Kami bermain bersama dan mencoba  menaiki perahu mereka layaknya seorang nelayan.

Kami mendayung menjauhi daratan, berusaha mengendalikan arah perahu dengan dua buah dayung dan memperbaiki tempat duduk demi menjaga keseimbangan perahu. Ini pertama kalinya bagiku dan terasa sangat meyenangkan! Dengan kemurahan hati, mereka tidak meminta imbalan apapun dari kami atas pengalaman yang menyenangkan ini.

Putihnya pasir pantai dan kombinasi rindangnya pohon kelapa.

Perjalanan untuk mencapai Pantai Sivalenta hanya bisa dilakukan dengan motor. Itu pun dengan susah payah agar bisa sampai di sana karena akses jalan yang begitu jelek. Tanjakan yang membelah tebing  dan hanya beraspalkan tanah akan menjadi sangat rawan terjatuh atau tergelicir ketika hujan.

Dengan bantuan salah seorang warga setempat yang menunjukkan arah menuju pantai dan mengeluarkan biaya Rp 10,000 per motor, akhirnya kami bisa melihat keindahan Pantai Sivalenta seperti yang digaungkan banyak orang. Airnya tenang, jernih, dan pasirnya putih. Pantulan sinar matahari di pasir pantai membuatnya hampir terlihat seperti berwarna merah muda. Saking jernihnya, daun kering yang jatuh di dasar pantai bisa kita lihat dari kejauhan.

Selain berenang, beberapa pengunjung yang kami temui menikmati akhir pekannya bersama keluarga dan sahabat dengan mendirikan tenda untuk berkemah. Beberapa penjual menyuguhkan makanan ringan di pinggir pantai. Waktu sudah semakin siang dan kami memutuskan untuk segera pulang setelah menikmati Pantai Sivalenta untuk sesaat. Setidaknya kami sudah pernah menginjakkan kaki di sepotong surga itu. Dilanjutkan makan siang di pinggir jalan menuju rumah, semakin melengkapi perjalanan kami yang murah dan menyenangkan di hari itu.

Keindahan pantai sivalenta.

Pengalaman traveling kala itu benar-benar menyenangkan dan akan lebih menyenangkan lagi kalau kita bisa berlibur di suatu tempat tanpa harus khawatir tersesat. Untungnya ada online travel marketplace yang menawarkan traveling anti ribet seperti HolaHalo. HolaHalo adalah situs yang sangat direkomendasikan bagi siapa saja yang ingin berlibur dan menikmati waktu bersama keluarga dan teman. Holahalo menawarkan berbagai destinasi liburan dengan harga yang menarik dan tentunya bersahabat.

Dengan banyaknya pilihan, kita bebas memilih destinasi yang sesuai dengan budget traveling kita.  Tidak perlu risau, semua gerai yang ditawarkan di Holahalo sudah terbukti legal dan terpercaya.  Menyesuaikan dengan gaya hidup milenial, HolaHalo juga menyediakan itinerary terbaru lengkap dengan deskripsi perjalanannya serta apa saja yang termasuk dan tidak termasuk dalam biaya. Liburan bisa menjadi lebih menyenangkan tanpa harus repot merencanakan biaya dan rencana perjalanan. Tidak lupa, untuk terus memperbarui info dan tips menarik seputar traveling dari Holamigo. Dengan HolaHalo dan Holamigo, dijamin liburan kalian akan terasa lebih berkesan!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.