Menilik Pesona dan Potensi Desa Gerbo, Pasuruan

0
2202
Pesona Alam Desa Gerbo, Pasuruan.

Kabupaten Pasuruan menyimpan keindahan alam yang sungguh mempesona. Gerbo, merupakan sebuah desa di Kecamatan Purwodadi. Desa ini terletak di jalur wisata menuju Gunung Bromo. Desa Gerbo terdiri dari enam dusun, yakni Dusun Lorkali, Tengah, Kejoren, Jajang, Pagergunung, dan Rejopasang. Wilayah Desa Gerbo dikelilingi pemandangan alam berupa hijaunya perbukitan serta persawahan yang sungguh menakjubkan.

Karunia keindahan alam Desa Gerbo pun dianugerahi potensi dibidang pertanian dan peternakan. Pertanian yang diusahakan oleh masyarakat di Desa Gerbo adalah jenis sayuran, yakni kobis dan wortel. Selain itu, tanaman kopi juga dibudidayakan di desa ini. Dalam hal ini, masyarakat Gerbo berpenghasilan dari bekerja sebagai petani, peternak dan pengepul sayuran. Mereka memasarkan sayuran melalui proses pembersihan dan pengemasan. Sayuran itu dikirim ke wilayah lain seperti ke Pasar Porong, Kabupaten Sidoarjo dan Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Para pengepul mengambil, membersihkan, kemudian mengemas sayur sejumlah minimal 40 kg. Selain itu, untuk suplai kekurangan sayuran, mereka mendatangkan stok sayur dari Kecamatan Tutur dengan jumlah sekitar 20-30 mobil pickup.

Pada bidang pengolahan pertanian, sejauh ini masyarakat Gerbo telah memproduksi beberapa jenis produk olahan pertanian. Diantaranya adalah pethulo, krupuk dari singkong dan samiler di Dusun Kejoren, gerit (nasi jagung) dikemas berbentuk instan di Dusun Pagergunung dan Dusun Kejoren. Adapula olahan kripik berbahan ketela. Potensi lainya adalah seperti kerajinan tas dan sepatu di Dusun Tengah. Beberapa produk olahan ini diproduksi oleh industri rumahan, individu serta melalui unit usaha kelompok tani.

Kegiatan Perdagangan Sayuran di Desa Gerbo.

Menurut Aijin, ketua GAPOKTAN Sumber Tani Desa Gerbo, terdapat 12 kelompok tani yang bermukim di desa ini. Namun, tidak seluruh kelompok tani itu bergabung di gabungan kelompok tani. Beberapa produk olahan yang sudah mulai dipasarkan adalah kopi oleh kelompok tani Tunas Sari, nasi jagung instan oleh Kelompok Wanita Tani Rimba Mas, dan virgin coconut oil (minyak alami) oleh GAPOKTAN Sumber Tani. Namun demikian, hanya beberapa produk di atas telah diedarkan di pasaran dengan legalitas seperti ijin P-IRT.

Potensi terbesar kedua di Desa Gerbo adalah peternakan sapi perah. Sebesar 40% masyarakat merupakan peternak yang berada di wilayah Dusun Kejoren dan Rejopasang. Mereka menyetorkan panen susu yang ditampung oleh KUD, hal tersebut dilakukan setiap 10 hari sekali. Adapun jumlah ternak yang rata-rata dipelihara masyarakat minimal berjumlah 2 atau 3 ekor sapi, 1 ekor sapi yang baik mampu menghasilkan susu sejumlah 25 liter dengan proses peras sebanyak 2 kali, yakni pagi dan sore.

Produk Minyak Kelapa Murni di Desa Gerbo.

Penghasilan dari menyetor susu ke KUD terkadang harus dipotong oleh biaya untuk makanan ternak. Beternak menjadi mata pencaharian masyarakat di Dusun kejoren dan Rejopasang. Sapi yang mereka pelihara untuk ternak adalah milik sendiri, KUD, maupun milik tetangga. Penghasilan menyesuaikan harga beli susu per liternya. Sebagai misal, harga beli susu per liter adalah Rp. 3.800.

Desa gerbo memiliki berbagai potensi dan prestasi yang mampu menjadi semangat dan motivasi dalam komitmen membangun desa. Harapannya, terjadi sinergi antara masyarakat desa, stakeholder desa, daerah, dan pusat hingga organisasi masyarakat sipil seperti halnya komunitas Averroes dalam membangun kesejahteraan desa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.