Menikmati Tarian Kecak di Senja Uluwatu

0
1597
Tari Kecak

Sore itu, setelah perjalanan panjang ke berbagai pantai di Bali, aku menghabiskan waktu di Uluwatu. Tentu saja aku datang kemari untuk melihat pertunjukan kecak yang menjadi salah satu ikon Pulau Dewata. Tarian yang konon kabarnya merupakan cara berkomunikasi dengan dewa ini, sekarang telah menjadi salah satu objek wisata yang dapat dinikmati wisatawan dari berbagai penjuru negara.

Kecak mengisahkan perjuangan Sri Rama (seorang raja yang terkenal sangat bijaksana) untuk menyelamatkan permaisurinya (Dewi Sita) dari penculikan yang dilakukan oleh Rahwana. Nah, mengapa sampai bisa Dewi Sita diculik?

Sri Rama dan Dewi Sita (dua-duanya perempuan, lho!)

Hal ini dipicu oleh siasat jahat yang dilakukan oleh Dewi Kakayi yang merupakan ibu tiri dari Sri Rama (putra mahkota Kerajaan Ayodya), sehingga Sri Rama harus diasingkan dari istana ayahnya (Sang Prabu Dasa Rata). Ditemani oleh adik laki-lakinya (Truna Laksamana) serta permaisurinya yang setia (Dewi Sita), Sri Rama pergi ke hutan Dandaka. Saat mereka tiba di hutan, Prabu Dasamuka atau Rahwana mengetahui keberadaan mereka. Rahwana pun terpikat kecantikan Dewi Sita dan ia berupaya untuk menculiknya.

Rahwana membuat siasat dengan mengirimkan kijang emas supaya Dewi Sita tertarik. Lantas Dewi Sita meminta Sri Rama untuk menangkap kijang emas itu. Akhirnya Sri Rama pun pergi mengejar kijang. Selang beberapa waktu, Dewi Sita mendengar sebuah teriakan. Ia mengira itu adalah teriakan Rama dan meminta Laksamana untuk memeriksa sumber teriakan itu. Kisah selanjutnya yang terjadi adalah Dewi Sita menuduh Laksamana yang hendak memanfaatkan kematian Sri Rama. Atas dasar itulah Laksamana marah dan meninggalkan Dewi Sita sendirian.

Rahwana lantas berupaya untuk menculik Dewi Sita yang sedang sendiri, namun ia tidak berhasil. Akhirnya Rahwana menyamar sebagai Bhagawan yang hendak meminta air. Perempuan itu pun iba dan ketika ia mengulurkan tangannya untuk memberikan air, Bhagawan langsung berubah menjadi Rahwana dan langsung menarik Sita untuk dibawa ke Alengka Pura. Burung Garuda yang sedang melintas mendengar teriakan Sita dan segera menolong. Dialah Sang Jatayu, yang juga merupakan sahabat Sri Rama. Namun sayang, Jatayu dikalahkan oleh Rahwana sebab sayapnya putus ditebas oleh Rahwana.

Rahwana

Sri Rama yang tersesat di hutan Ayodya akhirnya bertemu kembali dengan Laksamana. Keduanya segera berupaya untuk menyelamatkan Dewi Sita. Sri Rama dan Laksamana akhirnya menemui Hanoman, seorang panglima perang pasukan kera. Keduanya meminta kepada Hanoman untuk dapat membantu dirinya melawan Rahwana. Oleh karena pernah berhutang budi, maka Hanoman membantu Sri Rama untuk menyelamatkan Dewi Sita dari cengkeraman Rahwana.

Hanoman

Hanoman diceritakan menemui Dewi Sita dan menunjukkan cincin Sri Rama sebagai bukti bahwa dirinya merupakan utusan Sri Rama untuk menyelamatkannya. Dewi Sita kemudian memberikan bunga kepada Hanoman untuk diberikan kepada Rama sebagai simbol bahwa ia minta diselamatkan. Hanoman lalu pergi menuju taman Alengka Pura dan mengobrak-abrik istana itu hingga tak berbentuk. Rahwana lalu mendatangi Hanoman dan terjadi pertempuran yang sengit. Rahwana berhasil menangkap lalu membakarnya. Namun dengan kesaktiannya, Hanoman berhasil keluar dari api dan bahkan memadamkan seluruh api dengan menginjak-injaknya. Adegan ini memancing gelak tawa penonton oleh karena gerakan Hanoman yang melompat-lompat lucu.

Setelah itu, barulah terjadi duel antara Sri Rama dan Rahwana. Sri Rama akhirnya dapat mengalahkan Rahwana dan dapat bersatu kembali dengan permaisurinya.

Tarian kecak ini, entah bagaimana bisa menghipnotisku. Aku tak hanya dibawa larut oleh epos Ramayana dan kelucuan Hanoman dan Rahwan yang berkali-kali membuat seluruh pengunjung tertawa, tapi juga karena lembayung senja yang perlahan-lahan tenggelam di cakrawala. Ah, indah sekali.

Menikmati kecak di senja Uluwatu adalah candu tersendiri. Aku tersenyum, rupanya Bali tak hanya punya ruang untuk memuaskan hati, tapi juga mengisi jiwa dengan sisi spiritualnya yang magis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.