Menikmati Surabaya Rasa Negeri Sakura Jepang

0
1475
Tabebuai dari Jembatan Penyeberangan Kebun Binatang Surabaya.

Surabaya dengan julukannya sebagai Kota Pahlawan lebih dikenal sebagai kota wisata belanja. Namun jangan salah, Surabaya juga memiliki beberapa destinasi untuk berwisata, selain wisata belanja. Ada Kebun Binatang yang telah melegenda sejak puluhan tahun lalu. Dulu ketika saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar, pergi mengunjungi Kebun Binatang Surabaya adalah kemewahan. Haha. Ada Monumen Kapal Selam, ada Masjil Al Akbar, ada Kebun Bibit Surabaya, ada Pelabuhan dengan Surabaya North Quey-nya, ada Tugu Pahlawan, dan masih banyak lagi.

Tabebuia di ruas jalan A. Yani.

Surabaya tidak memiliki hamparan sawah yang luas, yang hijau sejauh mata memandang. Apalgi gunung, Surabaya tidak punya. Meski berbatasan dengan laut, tepatnya laut Jawa, Surabaya tidak memiliki pantai yang menawan. Surabaya tidak punya laut dengan pasir putih dan gelombang tinggi, atau langit yang biru, atau air laut yang jernih. Surabaya juga tidaklah seperti Malang, Batu, Bali, Lombok yang acap kali masuk dalam daftar “kota liburan”.

Namun, bagi sahabat Travelblog yang tidak berdomisili di Surabaya, memilih Surabaya sebagai salah satu destinasi liburan, bukanlah pilihan yang buruk. Ada satu masa Surabaya nampak sangat mempesona, yang membuat Surabaya begitu memorable. Kapankah itu? Yaitu ketika Surabaya berasa seperti Jepang! Ketika Surabaya dipenuhi dengan bunga Tabebuai yang bermekaran seperti bunga Sakura di Negeri Sakura.

Tabebuia berguguran di sepanjang jalan A. Yani.

Kabarnya, pohon Tabebuia ditanam oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini pertama kali delapan tahun lalu dari pemberian seseorang sebanyak lima batang. Pohon tersebut kini ditanam lebih dari seratus di berbagai ruas jalan di Surabaya dan berlomba mempertontonkan keelokan bunga-bunganya, pada saatnya.

Bunga-bunga Tabebuia yang bermekaran bisa Sahabat Travelblog lihat sejak memasuki gerbang Kota Surabaya di Jalan Ahmad Yani melalui bundaran Waru. Sahabat Travelblog akan disambut pohon yang sedang bermekaran dengan bunga berwarna pink dan putih di sepanjang jalan. Terus ke tengah kota, keindahan bunga Tabebuia dapat dinikmati di Jalan Raya Darmo, Embong Malang, Taman Surya, Keputeran, Urip Simoharjo, dan di beberapa jalan di pinggir kota seperti di Keputih.

Tabebuia di ruas jalan A. Yani.

Menikmati Surabaya rasa Jepang, lebih afdhol bila dilalui dengan berjalan kaki di sepanjang trotoar. Saya tidak menyarankan Sahabat Travelblog berjalan kaki sepanjang jalan Surabaya lho ya. Hehe. Sahabat Travelblog bisa menitipkan kendaraan di beberapa titik yang penulis sebut di atas. Lalu berjalan-jalan di bawah rimbunnya Tabebuia akan meninggalkan kesan yang sangat mendalam dan tak terlupakan. Apalagi jika kebetulan ditemani dengan kombinasi cuaca mendung yang syahdu dan rintik-rintik gerimis yang manis. It will be so memorable. 😊

Indahnya Tabebuia dari dekat.

Lantas, kapankah momen bunga Tabebuia bermekaran?

Bunga Tabebuia tidak bertahan lama seperti Raflesia. Tabebuia bermekaran penuh dan mengubah pohonnya totally menjadi bunga (seperti Sakura) hanya dalam waktu sekitar satu pekan. Masa bunga Tabebuia bermekaran adalah awal Oktober sampai dengan awal November. Jadi kalau Sahabat Travelblog ingin mengunjungi Surabaya, jangan sampai melewatkan Surabaya rasa Jepang yaaa! 😉

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.