Menikmati Sunset di Labuan Bajo

0
1817
Sunset Labuan Bajo.

Labuan Bajo, sebuah kota kecil di pinggir pantai paling barat Pulau Flores. Masuk sebagai bagian dari Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Labuan Bajo mulai dikenal oleh banyak orang setelah Komodo terpilih menjadi salah satu 7 keajaiban dunia, dan Labuan Bajo menjadi pintu masuk jika ingin melihat langsung Komodo di habitat aslinya.

Akses masuk ke Labuan Bajo ini sekarang mulai ditingkatkan oleh pemerintah, dengan mulai dibangunnya Dermaga Ferry, Pelabuhan PELNI dan Bandar Udara Komodo dan pembangunan Trans Flores.

Jujur, salah satu destinasi yang ingin sekali aku kunjungi di Indonesia adalah Labuan Bajo. Melihat Komodo di habitat aslinya dan menapakkan kaki di Pulau Padar yang legendaris itu. Agak mikir-mikir juga sih pada awalnya, bisa nggak ya… Karena untuk Hoping Island nya, menuju ke pulau-pulau yang ada di Labuan Bajo, menyewa kapal gak bisa dibilang murah loh. Akhirnya dengan tekad kuat. Aku kumpulkan teman-temanku yang hobby traveling juga, menentukan tanggal dan akhirnya terkumpul 12 orang. Karena aku dan teman-temanku semua berasal dari daerah yang berbeda-beda, akhirnya kami memutuskan untuk bertemu di Bandara Ngurai Rai Bali, untuk transit dan melanjutkan perjalanan ke Labuan Bajo bersama-sama.

Komodo.

Menginjakkan kaki pertama kali ke Labuan Bajo, bahkan melihat nama Bandara nya saja , Bandar Udara Komodo. Aku sudah merasa sangat senang. Akhirnya bisa melihat komodo di habitat aslinya.

Pulau Kelor mengawali perjalanan kami menjelajahi pulau-pulau di kawasan Taman Nasional Komodo. Trekking yang lumayan menguras energi, terbayar pada saat sampai di puncak Pulau Kelor ini. Indah!!!!! Dilanjutkan ke Pulau Rinca,yang terkenal dengan Pohon Jomblonya yan ada diatas bukit. Pulau Komodo, Pantai Pink dengan pasir pantainya yang berwarna merah muda, Gili Lawa, Manta Point, Pulau Bidadari, Pulau Kanawa dan Pulau yang terkenal dengan four beach atau 4 pantai nya yaitu Pulau Padar yang sangat aku ingin kunjungi.

Pulau Kelor.
Pulau Padar.

Keindahan Pulau Padar Di Taman Nasional Komodo sudah tidak diragukan lagi. Kapal kami bermalam di perairan Pulau Padar, menikmati suasana matahari terbenam, sekaligus menikmati matahari terbit dari puncak Pulau Padar. Aku merasa, aku adalah salah satu dari sedikit orang yang mendapatkan keberuntungan itu. Menjejakkan kaki di salah satu pulau terindah di Indonesia.

Selain menjelajahi Taman Nasional Komodo, perjalananku kali ini juga mengeksplor overland Manggarai Barat. Mengunjungi Gua Batu Cermin , kenapa disebut Gua Batu Cermin, karena jika ada sinar matahari yang masuk ke sela-sela batu di gua tersebut, batunya akan memantul seperti cermin. Letaknya tidak jauh dari Labuan Bajo hanya sekitar 30 menit perjalanan.

Pulau Padar.

Mengunjungi Desa Melo, salah satu desa yang ada di Manggarai Barat, disana kami disuguhi oleh kopi yang diolah secara tradisional oleh penduduk Desa Melo tersebut, kami berkesempatan menggunakan baju adatnya dan dijelaskan mengenai segala macam upacara dan adat yang dimiliki oleh Desa Melo. Untuk menuju desa ini, hanya dibutuhkan waktu sekitar 45 menit dari Labuan Bajo, dan sebaiknya memang dengan menyewa rental car, karena public transportation di Labuan Bajo ini cukup sulit. Cuma pada saat kesana kami sedang tidak beruntung karena sedang tidak ada pertunjukan Tari Caci, tarian yang biasa digelar di Desa Adat ini, sebagai rasa syukur kepada pencipta.

Hal yang tidak boleh dilewatkan di Labuan Bajo adalah menyantap kulinernya, masakan-masakan sea food yang masih fresh dapat dinikmati dengan harga yang relatif murah. Dan jangan lupa membawa pulang ukiran-ukiran kayu dari Komodo yang terkenal sebagai Last Dragon On Earth, dengan harga yang bervariasi, tergantung dari besar kecilnya ukuran dan tingkat kesulitannya. Biasanya harga yang paling murah sih Rp. 100.000,- . kapan lagi bisa membawa Komodo pulang kerumah. hihihihi…..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.