Menikmati Suasana Vintage di Kota Lama Semarang

0
542
Gereja Blenduk Semarang.

Sudah pernah mengunjungi Kota Semarang belum? Bagi yang belum, saya punya rekomendasi yang dijamin akan membuat agenda traveling kalian lebih berkesan, sekaligus belajar tentang sejarah juga, yaitu di Kota Lama Semarang. Tempat ini sangat cocok untuk muda–mudi yang hobi di bidang fotografi, atau yang sukanya jadi pemanis objek foto, atau yang masih bingung mencari spot untuk foto pre-wedding di mana. Ornamen–ornamen bangunan di wilayah ini nampak seperti bangunan–bangunan di Eropa pada tahun 1700-an. Misalnya kaca warna–warni di jendelanya, bentuk atap yang berkubah dan unik, serta ukuran pintu yang sangat besar yang membuat background foto jadi terlihat sangat vintage.

Kota Lama luasnya sekitar 30 hektar, kawasan ini menjadi pusat pemerintahan VOC dan juga pusat perdagangan pada abad ke-19 – ke-20. Pemerintah Belanda sepertinya sengaja menciptakan kampung halamannya di tempat ini. Itulah mengapa Kota Lama dijuluki Outstadt atau dalam bahasa Inggris Little Holand / Netherland.

Seperti namanya, kalian yang berkunjung ke sini akan merasa seperti berpetualang ke masa lampau, pada zaman dimana Belanda masih berjaya di Semarang. Pada area kawasan Kota Lama ini, kurang lebih ada 50 bangunan kuno yang masih berdiri dengan kokoh, meskipun beberapa ada yang nampak kusam seperti bekas pabrik. Kota Lama adalah sejarah kolonialisme di Semarang yang tentunya sampai hari ini masih terjaga, bahkan kian dipercantik oleh pemerintah daerah sebagai daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Jadi, ada juga turis yang menikmati keindahan Kota Lama.

Pemandangan di Depan Taman Sri Gunting.

Jika kalian merupakan traveler dari luar kota dan menuju Semarang menggunakan kereta api, maka berhentilah di Stasiun Tawang, karena begitu turun dari kereta, kalian bisa berjalan kaki memanjakan mata menikmati landmark Kota Lama yang bernuansa putih. Tampilan Stasiun Tawang memiliki gaya arsitektur Eropa yang sedikit disesuaikan dengan kondisi tropis Semarang. Langit–langitnya tinggi dan lebar, dan pada bagian atapnya ada sebuah kubah. Hampir mirip dengan kubah Gereja Blenduk, namun ukurannya lebih kecil.

Gereja Blenduk adalah ikon Kota Lama yang usianya lebih dari 260 tahun. Hingga saat ini masih aktif digunakan sebagai tempat peribadatan. Gereja ini lokasinya ada di sebelah taman Sri Gunting. Pada bagian depan gereja ada juga bangunan tua yang kini dijadikan sebagai kantor asuransi.

Saat saya dan beberapa teman duduk menikmati suasana di Taman Sri Gunting, ada pemutaran musik romantis juga melalui speaker kecil di area taman. Fasilitas lainnya juga ada charge box yang diperuntukan bagi para pengunjung.

Menikmati Dinner Bernuansa Eropa di Spiegel Bar and Bistro.

Gedung Spiegel sekarang masih berdiri dengan kokoh setelah restorasi 4 tahun yang lalu. Dari awal dibangunnya, gedung ini merupakan sebuah toko yang menjual furniture rumah tangga dan peralatan kantor. Banyak pasangan maupun keluarga yang menikmati makan malam bernuansa Eropa di resto ini. Kalau dilihat dari luar jendela, terlihat romantis sekali beberapa ada yang candle light dinner.

Objek wisata Kota Lama yang tak pernah sepi pengunjung ini beralamat di Jl. Letnan Jenderal Suprapto, Tanjungmas, Semarang Utara, Jawa Tengah. Menurut Gubernur Jawa Tengah, Bapak Ganjar Pranowo yang sempat berkunjung ke Negeri Kincir Angin, orang-orang Belanda lebih menyukai suasana pada Kota Lama Semarang, lho, dibandingkan dengan suasana di Kota Tua Jakarta.

Jadi, ayo lekas berkunjung ke Kota Lama Semarang! Jangan ditunda-tunda lagi!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.