Menikmati Suasana Pagi di Kota Tua Melaka

0
750
Suasana pagi di Kota Melaka.

Melaka merupakan Negara bagian Malaysia yang berada di Semenanjung Malaya. Di Negara Bagian ini terdapat sebuah kota tua yang penuh dengan sejarah yaitu Kota Melaka. Beberapa orang menyebut kota yang telah di resmikan menjadi World Heritage (Kota Warisan Dunia) pada tahun 2008 oleh UNESCO ini dengan Malacca.

Terletak di pesisir pantai, kota ini dulunya merupakan kota pelabuhan yang sangat berjaya. Hal tersebut membuat kota warisan dunia ini menjadi tempat keluar masuknya penduduk dari berbagai negara. Menjadikannya tempat yang memiliki beragam budaya. Semua itu nampak jelas dari bangunan-bangunan yang ada di kota kecil ini. Kota dengan beragam cerita ini tentu saja tak mungkin begitu saja saya lewatkan untuk tak saya singgahi.

Hari kedua dan ketiga di Malaysia saya habiskan di Kota ini. Saya memilih penginapan yang terletak di tengah kota, agar mudah untuk pergi kemana-mana. Penginapan di sini relatif lebih murah bila dibandingkan dengan di Kuala Lumpur yaitu sekitar 45RM sampai 55RM  atau Rp157.500 sampai Rp192.500 per kamar untuk dua orang. Tentu akan lebih murah lagi bila kalian menginap di dormitory. Biaya makan juga tak begitu mahal yaitu sekitar 8 RM hingga 15 RM sekali makan. Saya lebih banyak berjalan kaki selama di sana jadi tak perlu mengeluarkan biaya untuk transportasi, karena hampir semua tempat wisata bisa dijangkau hanya dengan berjalan kaki. Namun kalian juga bisa menyewa sepeda untuk keliling kota, biayanya sekitar 10 RM perharinya.

Mural Melaka World Heritage.

Di hari terakhir, saya dan teman seperjalan saya berencana menikmati suasa pagi di Kota Tua ini. Awalnya kami berencana keluar pada jam 7 pagi, tapi ternyata jam 7 pagi di Melaka itu matahari masih belum keluar, sehingga kami memundurkan jadwal jalan-jalan kami menjadi jam 8 pagi. Jalanan masih sepi saat kami keluar, kendaraan yang lewat hanya satu dua saja. Beberapa lelaki tua nampak mengayuh sepeda ontel dengan santai dan bersiul riang. Saat berpapasan dengan kami seutas senyum mereka lemparkan. Suasana seperti ini tentu saja sangat berbeda dengan apa yang kami dapati di kota-kota besar. Keramah-tamahan penduduknya mengingatkan saya dengan suasana Jogja.

Kami berjalan menuju masjid Kampung Jawa, untuk mencari sarapan. Salah satu tips mencari makanan halal versi saya adalah makan di warung yang terletak dekat masjid. Karena biasanya kebanyakan pemilik warung beragama muslim. Bolehlah kalian coba bila pergi ke luar negeri.

Salah satu jembatan tempat menyebrang sungai

Setelah sarapan, kami menuju sungai Melaka yang letaknya terletak di belakang warung tempat kami sarapan. Terlihat beberapa orang penduduk sudah memulai aktifitas pagi mereka. Kebanyakan dari meraka berolahraga di pinggiran sungai, ada yang sedang jogging, bersepeda, bahkan ada yang sedang beryoga. Terdapat jembatan kayu bila ingin menyebrang sungai.

Dinding rumah dan bangunan di sepanjang aliran sungai dilukisi dengan mural. Kami sangat menyenangkan bisa menikmati berbagai macam lukisan yang indah selama berjalan menyusuri sungai. Dinding penuh dengan lukisan itu juga sangat bagus lho buat background foto. Salah satu mural yang menarik perhatian saya adalah mural yang berada di sebuah rumah tingkat dengan gambar seorang wanita yang menari memakai kain sari dan barongsai berwarna merah menyaka. Perpaduan dari dua etnis yang hidup rukun di Malaysia yaitu India dan China.

Lukisan mural yang menggambarkan kerukunan antar etnis.

Semakin siang, suasana pinggiran sungai semakin ramai. Grup-grup wisatawan mulai nampak dibeberapa sudut jalan dengan seorang tour guide yang nampak sedang menjelaskan. Setelah satu setengah jam menikmati suasana pagi di pinggiran sungai Melaka, kini kami melipir sedikit ke tengah kota. Tujuan kami adalah sebuah gang yang penuh dengan lukisan. Nampaknya kami sudah sedikit terlambat, karena di sana sudah banyak sekali wisatawan yang sibuk berfoto dengan background dinding warna-warni. Spot ini merupakan spot favorit para turis, jadi jika kalian ke sini jangan sampai terlewatkan. Setelah mendapat foto yang bagus, kamipun berjalan pulang menuju penginapan.

Kota tua Melaka memang tempat yang paling cocok buat kalian yang butuh ketenangan. Kotanya tak beitu besar dan penduduknya juga tak begitu banyak. Benar-benar membuat saya rindu,rindu untuk menjelajahinya kembali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.