Menikmati Senja di Danau Romantis Bernama Situ Patenggang, Ciwidey

0
296
Suasana Senja di Situ Patenggang.

Liburan semester kali ini, teman-temanku dari Bogor berencana untuk berkunjung ke kotaku menimba ilmu, Bandung. Beruntungnya aku, Bandung memiliki berbagai macam wisata dan kuliner yang menarik untuk dijelajahi.

Bandung dengan segala keindahannya menawarkan banyak lokasi wisata yang menarik, salah satunya adalah Situ Patenggang. Berdasarkan itinerary yang kami buat, Situ Patenggang akan menjadi lokasi terakhir yang kami kunjungi untuk menikmati senja bersama di pinggir danau yang banyak diberitakan sebagai danau paling romantis di Kota Bandung.

Situ Patenggang berlokasi di Patengan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Danau ini terletak di ketinggian 1600 mdpl.

Sejarah Singkat.
Pulau Asmara/Sasaka yang dikelilingi perahu.

Situ Patenggang dikenal sebagai danau yang romantis, karena mitos mengenai sepasang kekasih, yaitu Ki Santang dan Dewi Rengganis yang dimabuk cinta. Nama Patenggang itu sendiri diambil dari kata ‘pateang-teang’ yang dalam Bahasa Sunda berarti ‘saling mencari’. Berdasarkan cerita kedua sejoli itu sempat dipisahkan dalam waktu yang lama, kemudian mereka saling mencari dan bertemu kembali. Sang Dewi Rengganis kemudian meminta kekasihnya untuk membuatkan danau beserta perahu untuk dinaiki oleh mereka berdua. Perahu Ki Santang itu ini dipercaya menadi Pulau Asmara/Sasaka yang berbentuk hati di tengah danau.

Menurut kisah ini, banyak pasangan kekasih yang datang ke Situ Patenggang dan singgah di Batu Cinta serta mengelilingi Pulau Asmara yang diyakini akan menemukan cinta abadi seperti dua sejoli tersebut. Oleh karena itu, danau ini identik dengan kata romantis.

Sesampainya di kawasan lokasi wisata ini, kita akan disuguhkan dengan pemandangan perkebunan teh yang menyejukan mata. Selain dapat menikmati keindahan danau, terdapat kegiatan air yang bisa dilakukan, yaitu menaiki perahu mengelilingi danau dan bersepeda air untuk jarak yang tidak terlalu jauh dari tepian. Salah satu pilihan tempat terbaik untuk menikmati waktu santai dan menenangkan.

Untuk sampai di lokasi yang berjarak 50 km dari pusat kota Bandung, kami membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Melalui jalur tol, kami mengambil pintu tol Kopo atau dapat juga melalui alternatif tol Buah Batu, kemudian mengambil arah ke selatan Kota Bandung. Dari sekitaran daerah ini akan sangat banyak petunjuk arah menuju kawasan wisata Ciwidey atau Kawah Putih yang berlokasi berdekatan dengan Situ Patenggang.

Untuk harga tiket masuk Situ Patenggang, wisatawan lokal dikenakan Rp18.000 per orang saat weekday, dan Rp20.000 per orang saat weekend dan hari libur. Sedangkan untuk wisatawan asing adalah Rp135.000 per orang saat weekday dan Rp185.000 per orang saat weekend. Dan biaya parkir mobil sebesar Rp12.000

Perahu yang membawa wisatawan berkeliling.

Pada saat kami berwisata di Situ Patenggang, kami tidak sempat menikmati fasilitas perahu atau sepeda air, karena kedatangan kami yang terlalu sore. Namun, menurut pengelola harga untuk menaiki perahu berada pada kisaran Rp10.000-Rp20.000 per orang, disesuaikan dengan jumlah orang dan keramaian pada hari tersebut, sedangkan untuk sepeda air harganya Rp40.000 untuk satu sepeda dengan dua orang penumpang.

Untuk jam operasi kawasan wisata ini adalah mulai pukul 08:00-20:00. Saran waktu terbaik untuk berkunjung adalah di pagi hari, agar dapat menikmati berbagai fasilitas wisata seperti menaiki perahu dan bersepeda air.

Kemudian, setelah puas bermain, kalian dapat menikmati makan siang di Pinisi Resto yang merupakan restoran yang dibangun dengan konsep menyerupai kapal layar tradisional yang sangat terkenal sebagai warisan nenek moyang. Pinisi Resto di Situ Patenggang ini menyediakan aneka jenis menu kuliner, mulai dari menu tradisonal khas sunda, nusantara hingga mancanegara dengan cita rasa yang enak dan lezat serta harga makanan dan minuman yang terjangkau.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.