Menikmati Segarnya Mata Air Cijanun di Taman Batu Purwakarta

0
73
Salah satu kolam yang terdapat di Taman Batu.

Purwakarta memiliki destinasi wisata yang cukup menarik untuk dikunjungi. Beberapa yang sudah dikenal yaitu wisata kuliner sate Maranggi atau wisata air mancur seperti Taman Air Mancur Sri Baduga. Nah, untuk tujuan wisata kali ini, saya akan mengunjungi tempat wisata menarik lainnya yaitu Taman Batu Purwakarta atau Nature Stone Park yang terletak di Kampung Lembang Sari, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta. Taman Batu ini dapat ditempuh dengan perjalanan kurang lebih 32 km dari pusat kota Purwakarta.

Kita tidak perlu takut akan akses jalan menuju Taman Batu karena jalanannya rata-rata sudah beraspal. Hanya saja, nanti akan menemui sedikit kendala ketika melewati jalanan tanah bebatuan saat sudah mendekati tujuan sehingga memerlukan kehati-hatian ekstra.  Ketika tiba di parkiran, kita masih perlu berjalan kaki kurang lebih 2 menit. Sembari jalan, kita akan melihat di kiri kanan jalan terdapat warung minimalis yang menjajakan makanan dan suvenir. Setibanya di gerbang masuk, kita cukup membayar tiket masuk seharga Rp 20.000 per orang. Taman Batu sendiri beroperasi dari jam 08.00 pagi dan tutup di jam 17.00 sore.

Pada mulanya, saya berekspektasi bahwa ketika mengunjungi Taman Batu, yang akan saya dapatkan adalah sebuah taman yang dipenuhi  hamparan batu yang kurang lebih sama seperti Rammang-rammang yang terletak di Makassar. Nyatanya, ini adalah sebuah kolam pemandian yang  dipenuhi oleh bebatuan beraneka ukuran.

Bebatuan yang banyak terdapat di Taman Batu.

Taman Batu sendiri memiliki kolam yang disusun secara bertangga. Kedalaman yang dimiliki tiap kolam juga berbeda-beda, mulai dari semata kaki hingga kurang lebih 4 meter. Oleh karena itu, pemandian ini saya rasa sangat cocok untuk anak-anak maupun orang dewasa.

Menurut beberapa referensi, dulunya kolam tersebut merupakan salah satu proyek PDAM yang rencananya akan digunakan untuk mencukupi kebutuhan air masyarakat sekitar dan kebutuhan pengairan sawah. Namun, entah karena alasan apa, proyek tersebut dihentikan. Kemudian tempat ini di rawat sedemikian rupa sehingga menjadi Taman Batu seperti sekarang.

Oh ya, kolam pemandian ini airnya berasal dari Mata Air Cijanun yang terkenal segar, dingin, dan bersih. Jadi kita tidak perlu khawatir akan kualitas airnya karena bebas dari bahan kimia.

Saya sendiri sangat menikmati berwisata ke Taman Batu karena penataan tempatnya cukup rapi dan fasilitas yang disediakan juga cukup lengkap. Misalnya fasilitas loker bagi kalian yang membawa barang berharga, namun tidak tahu menaruhnya di mana agar aman. Kalian cukup menyimpannya di loker yang tersedia dengan membayar biaya sewa.

Menikmati air terjun buatan.

Lalu terdapat saung dan pendopo yang terletak di tepi kolam dengan jumlah yang lumayan banyak. Biasanya digunakan sebagai tempat beristirahat atau bercengkrama bersama keluarga. Di sini juga terdapat toilet dan ruang ganti yang cukup banyak dan kondisinya cukup bersih. Jika kalian lapar dan lupa membawa bekal, kalian bisa mengunjungi warung yang tersedia.

Bagi kalian yang tetap ingin menikmati kegiatan berenang, namun bukan orang yang bisa berenang seperti saya, tidak perlu khawatir! Kalian cukup menyewa ban dengan harga Rp 5.000/ban. Biasanya kegiatan berenang ini dilakukan di kolam yang cukup dalam. Jadi tetaplah berhati-hati ya. Oh ya, di sekitar kolam terdapat pengawas yang memastikan keselamatan para pengunjung.

Selain kolam, disini juga terdapat air terjun dan air mancur buatan. Jika sudah bosan berenang, kalian bisa berpindah ke air terjun buatan tersebut. Cukup berdiri di bawah aliran airnya dan rasakan sensasi seperti dipijit. Segaaaar!

Sebagai seseorang yang berkepribadian introvert, saya biasanya akan mencari spot kolam yang tidak terlalu ramai pengunjung. Spot ini saya temukan di jajaran kolam paling bawah yang tidak lama menjadi spot favorit saya.

Taman Batu Purwakarta.

Ketinggian air kolamnya hanya selutut saya. Jadi saya bisa duduk berendam dan menikmati pemandangan hijaunya persawahan yang terhampar di depan kolam sembari bergosip ria dengan teman seperjalanan.Saya rasa tempat seperti ini sangat cocok untuk menghilangkan penat dan menjauh sejenak dari kebisingan kota.

Lelah berendam, saya memutuskan untuk menikmati seporsi mie instan dan secangkir teh panas untuk menghangatkan tubuh yang saya rasa mulai kedinginan setelah lama berendam. Selepasnya saya masih menyempatkan diri untuk berendam kembali dan mengamati para pengunjung sebelum akhirnya memutuskan untuk membersihkan diri dan bersiap-siap untuk pulang. Kembali menghadapi hiruk pikuknya perkotaan.

Oh ya, setiap kalian mengunjungi tempat wisata, jangan lupa sampah yang kalian punya dibuang ke tempat sampah. Dengan begitu kebersihan lingkungan pun tetap terjaga.  Sampai berjumpa di perjalanan selanjutnya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.