Menikmati Sedapnya Bubur Sop Khas Labuan

0
474
Bubur Sop Kampung Carita Labuan.

Selain mendatangi tempat-tempat wisata, tujuan kamu ber-traveling ke suatu daerah pasti ingin mencicipi kuliner khasnya juga. Rasanya tidak lengkap jika kamu hanya menikmati panorama alam yang indah di suatu daerah dan membagikannya ke akun sosial media, tanpa membagikan juga kuliner khasnya yang sudah kamu cicipi.

Nah, seperti pengalaman saya saat traveling ke Labuan, yang merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Pantai memang menjadi tujuan utama saya untuk mendatangi daerah ini yang dekat juga dengan Kecamatan Anyer dan Kawasan Tanjung Lesung. Pantai Carita, Pantai Pasir Putih, dan Pantai di sekitar Hotel Lippo adalah pantai yang sering saya kunjungi jika sedang ber-traveling ke daerah ini. Sepertinya, pantai-pantai ini cocok untuk didatangi sebagai tempat beristirahat dan bermain olahraga air, karena karakteristik pantainya yang teduh, berpasir putih, dan landai.

Tapi, selain pantainya yang enak dipakai untuk berolahraga dan beristirahat, ada yang tidak boleh ketinggalan saya lakukan setelah puas bermain di pantai, yaitu mencicipi kuliner khas daerah ini. Apakah itu? Ya, bubur sop. Bubur ini menjadi kuliner khas Kecamatan Labuan karena pelengkap buburnya, menurut saya, bebeda dengan bubur sop yang ada di kota-kota lain, yaitu ditambah dengan terasi goreng, kerang laut, dan kuah pindang ikan tongkol.

Sebenarnya, bahan asli dari bubur sop ini adalah bumbu dan sayuran yang biasa ada di sayur sop, kemudian ditaburi tauge dan terasi goreng. Hanya saja, karena Labuan yang dekat dengan pantai ini hasil lautnya cukup melimpah, jadi Bubur Sop tersebut sering ditambah dengan kuah pindang ikan tongkol dan kerang laut. Malah, selain dua pelengkap utama tersebut, ada juga tambahan pelengkap lain, seperti tahu goreng, kulit sapi, kerupuk ikan, dan kacang atom. Rasa bubur sop-nya menjadi semakin bervariasi dan lebih nikmat.

Oh ya, bubur sop ini tadinya termasuk makanan yang langka di daerah ini, karena biasanya hanya ada pada bulan ramadan sebagai menu berbuka puasa. Sebelum waktu berbuka, banyak orang yang membeli bubur ini karena bisa dimakan sebagai pengganti nasi. Hanya saja, karena rasanya yang enak, khas, dan bisa dipakai sebagai pengganti nasi juga, jadi, ada warung yang tetap membuat bubur sop untuk dikonsumsi sebagai menu makan siang dan terutama untuk makan pagi.

Bubur Sop Kampung Masjid.

Di Labuan ini, warung yang membuat bubur sop ini tidak terlalu banyak, mungkin hanya ada satu atau dua warung di kampung yang berbeda, seperti di Kampung Masjid, Kampung Caringin, Kampung Carita, dan juga mungkin beberapa kampung lainnya di kecamatan ini. Bubur yang saya makan, saya temukan di Kampung Masjid, dan warung ini adalah warung yang terkenal dan sudah ada semenjak beberapa puluh tahun yang lalu. Sudah turun-temurun. Kemudian, untuk melengkapi pencarian saya dalam mencicipi bubur khas daerah ini, saya juga mencicipi bubur sop yang ada di Kampung Caringin dan Carita. Rasanya sama-sama nikmat!

Warung-warung bubur sop yang saya datangi adalah warung yang memang sudah tidak diragukan lagi rasanya dan cocok di lidah masyarakat setempat. Jadi, jika kamu mendatangi daerah ini dan ingin mencicipi bubur sop, langsung tanya saja ke warga setempat dan nantinya akan diarahkan ke salah satu warung di kampung tersebut. Harganya sangat terjangkau, alias murah, dan cukup mengenyangkan. Harga satu mangkuk bubur sop-nya saja hanya sekitar Rp. 3.000 – Rp. 5.000 saja. Tapi, jika ditambah dengan beberapa pelengkap lain tentu akan ada harga tambahan.

Jadi, kalau kamu berencana untuk menuju pantai yang ada di Labuan, di Anyer, atau Kawasan Tanjung Lesung, jangan lupa untuk mampir dulu ke salah satu warung di kampung yang saya sebutkan tadi untuk mencicipi bubur sop-nya. Dijamin ketagihan!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.