Menikmati Puncak Gunung Bagi yang Malas Mendaki?

0
2601
Padang Savana. Tak ubahnya seperti di negeri dongeng.

Bagi para pendaki, pemandangan puncak gunung memiliki satu kesamaan yaitu luar biasa. Bagaimana mendefinisikan rasa luar biasa itu? Adalah sebuah kombinasi ketenangan, kedamaian, kesejukan, angin dingin yang bertiup, pemandangan yang luar biasa ketika melihat ke bawah, sensasi “negeri di atas awan”, kekaguman, rasa syukur, dan rasa puas telah berhasil mencapai target (puncak) serta rasa menang atas perjuangan menakhlukkan sebuah tantangan.

Usai mendaki gunung, biasanya badan akan terasa pegal dan kaki menjadi kaku seperti balok kayu. Namun, rasa itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan rasa yang “luar biasa” itu tadi. Itulah mengapa tidak ada pendaki yang ‘kapok’. Yang ada justru ingin mendaki lagi dan lagi. Namun, tidak semua orang berhasil melakukan pendakian yang melelahkan. Dibutuhkan fisik yang kuat dan daya tahan yang tangguh.

Lalu, bagaimana dengan mereka yang malas mendaki (seperti saya)? Satu kata solusinya: BROMO!

Bromo, satu kata yang kemasyurannya telah mendunia. Destinasi wisata yang menjadi ikon Jawa Timur bahkan Indonesia. Sebuah kawasan wisata yang di dalamnya terdapat kawah di puncak gunung berapi yang masih aktif. Bromo adalah satu-satunya kawasan puncak gunung berapi aktif yang terdapat kehidupan manusia di sana. Kawasan wisata Bromo secara administratif berada di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Di kawasan wisata Bromo setidaknya ada empat jenis wisata yang bisa dinikmati. Pertama, menikmati sunrise. Ini bisa dilakukan di Penanjakan, Seruni Point, atau bukit Mentigen. Kedua, melihat langsung kawah gunung berapi. Ketiga, menikmati padang pasir yang luas bagai potongan padang pasir di Afrika atau gurun Sahara. Dan keempat, menikmati padang Savana yang begitu luas dan hijau, keindahan yang tak kan terlupakan.

Semua yang hijau di sana, baik di Penanjakan, di Seruni Point, di Bukit Mentigen, maupun di Padang Savana, tak ubahnya suasana puncak gunung yang disukai para pendaki. Bagaimana saya bisa tahu? Karena saya sebenarnya juga suka mendaki, hehehe, walaupun hanya gunung yang rendah-rendah saja. Swag!

Fasilitas umum di kawasan wisata Bromo sangat lengkap. Penginapan melimpah-ruah. Kita bisa memilih penginapan sesuai dengan budget kita. Begitu juga dengan persewaan kendaraan. Lengkap. Ada jeep, motor, maupun kuda, Sahabat TravelBlog tinggal memilih. Dan ini semua membuat Bromo menjadi destinasi wisata yang sangat menggoda, terutama bagi mereka yang menginginkan suasana puncak gunung namun enggan sengsara melakukan pendakian.

Dulu, ketika untuk pertama kalinya saya akan ke Bromo, niat saya sangat sederhana. Hanya untuk menggugurkan pertanyaan “sudah pernah ke Bromo?”. Namun ternyata? Sekali saya ke Bromo, saya seperti tak bisa berhenti dan saya pun rela mengunjunginya hingga kali yang tak terhingga.

Lautan awan nampak dari dekat loket masuk.

Kalau Sahabat TravelBlog merencanakan perjalanan ke Bromo, bisa dimulai dengan memburu Sunrise kemudian dilanjutkan ke Kawah lalu ke Bukit Savana. Jika tadi memburu Sunrise di Penanjakan, maka setelah dari Bukit Savana bisa ke Mentigen lalu ke Seruni Point. Namun jika memulai memburu Sunrise di Mentigen, maka setelah dari bukit Savana sebaiknya ke Penanjakan dahulu baru terakhir ke Seruni Point. Sementara kalau memulai memburu Sunrise di Seruni Point, maka destinasi selanjutnya sebaiknya mengunjungi Mentigen dahulu lalu ke Savana, lalu ke Kawah, baru terakhir di Penanjakan.

Terakhir kali saya ke sana, tarif tiket per orang Rp 27.500 untuk turis lokal. Sementara itu, tarif jeep mulai dari 350.000/jeep tergantung jumlah tempat yang dikunjungi. Ojek mulai dari 25 ribu tergantung juga tempat yang dikunjungi.

Baiklah, kita kupas satu-satu, dimulai dari yang paling dekat dari dekat dari loket masuk.

1.    Bukit Mentigen

Sunrise kesiangan di bukit Mentigen.

Spot ini untuk memburu Sunrise. Tidak terlalu jauh jaraknya dari loket. Jalan kaki cukup menyenangkan.

2.    Seruni Point

Mejeng di Seruni Point, dapat background kawah Bromo, gunung Batok, dan puncak Semeru.

Spot ini juga sama, spot memburu Sunrise. Jaraknya agak jauh dari loket. Cukup melelahkan jika berjalan kaki. Sebaiknya ke Seruni point naik motor/jeep lalu pada saat turun, menyenangkan jika berjalan kaki.

3.    Penanjakan

Di sini ‘pusat’ orang-orang memburu Sunrise. Tempat ini paling jauh dari loket. Tidak terjangkau jalan kaki, jadi pergi maupun pulang harus naik kendaraan.

Biasanya orang-orang menuju Penanjakan pukul 2 dini hari. Di sana sangat dingin. Jika memesan mie atau kopi, dalam waktu singkat sudah tidak panas. Sehingga kita bisa dengan lahap menyantapnya. Namun itu sangat berbahaya bagi kesehatan. Karena sesungguhnya yang dingin adalah suhu sekitar bukan makanan  tersebut.

Di Penanjakan terdapat view point paling strategis yang bisa melihat sekaligus kawah Bromo, gunung Batok, dan Gunung Semeru di kejauhan.

Apabila Sahabat TravelBlog berencana ke Penanjakan, baiknya siapkan kendaraan pada hari sebelumnya. Bisa janjian dengan driver Jeep atau driver motor.

4.    Puncak Kawah

Kawah Bromo ini digunakan oleh masyarakat sekitar yang beragama Hindu untuk melakukan ritual upacara Kesodo. Kawah tersebut semakin melebar setelah meletus tahun 2010 lalu. View kawah juga keren. Menyerupai lumpang besar yang tidak beraturan. Untuk sampai pada puncak dan melihat kawah tersebut, kita cukup dengan menapaki 250 anak tangga yang telah tersedia. Hanya seperti naik lantai lima sebuah gedung, bukan? Hehehe.

5.    Padang Pasir

Padang pasir Bromo, serasa di tengah gurun Sahara.

Kalau di padang pasir, Sahabat TravelBlog bisa menikmatinya dengan menunggang kuda dan berasa seperti sedang bermain drama kolosal. Hahaha.

6.    Padang Savana

Ini yang paling berkesan buat saya. Padang Savana tadi yang suasananya gunung banget. Kalau tidak ingat rumah, seharian di sana rasanya tak akan bosan.

 

Padang Savana nggak kalah sama bukit Teletubbies.
Di padang Savana, bisa melihat puncak B29.

Nah, padang Savana yang suasananya gunung banget itulah jawaban yang sempurna bagi yang ingin tahu bagaimana suasana di puncak gunung namun malas melakukan pendakian. Untuk tiba di sana, tidak perlu usaha yang begitu keras. Hehe. Kita cukup siapkan jaket tebal saja dan makanan untuk bertahan tinggal di kawasan puncak gunung berapi aktif. Bromo adalah satu-satunya destinasi wisata di dunia yang membuat orang bisa berada di puncak gunung berapi dengan mudahnya. Selamat mencoba Sahabat TravelBlog. 😉

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.