Menikmati Pizza Pinggir Jalan di Tunqu Nangkring

0
333
Sajian pizza lezat dengan keju mozzarella.

Yogyakarta memang tidak habis-habisnya menyimpan potensi wisata. Mulai dari wisata alam sampai wisata budaya. Salah satu jenis wisata yang harus kita coba adalah wisata kuliner. Hampir semua jenis wisata ada di Yogya. Tetapi, karena Yogya sangat prestisius sebagai objek wisata, banyak orang yang takut biaya hidup di Yogya mahal. Sebenarnya, berlibur dan traveling ke mana pun akan menjadi mahal jika gaya hidup kita mahal dan eksklusif. Selain itu, kuliner di Yogyakarta juga dikenal unik dan out of the box.

Kali ini saya akan mencoba menelusuri kuliner ala Western di Yogyakarta, walaupun kuliner tradisional Yogyakarta sangat menarik. Saya akan membahas pizza! Jangan langsung curiga, karena pizza yang akan saya ulas sangat berbeda dengan pizza pada umumnya. Pizza ini adalah sebuah kuliner baru yang berinovasi, jadi jangan membayangkan restoran pizza franchise. Yuk, kita coba telusuri pizza ini!

Konsep, Keunikan, dan Ulasan.
Tunqu Nangkring.

Biasanya pizza sering dikaitkan dengan restoran mahal atau pusat perbelanjaan, tapi pizza yang ini tempatnya terletak di pinggir jalan! Tempat bernama Tunqu Pizza ini memiliki konsep angkringan, sebuah jajanan kaki lima yang terletak di trotoar atau sudut sebuah jalan. Umumnya, angkringan menjual nasi kucing atau minuman jahe. Tapi, inilah keunikan Tunqu Pizza, yaitu dengan menjual pizza di angkringan!

Konsep seperti ini memang inovatif, bahkan bisa dibilang baru bagi wisata kuliner Yogyakarta. Oleh karena itu, banyak media yang sudah meliput Tunqu Pizza, mulai dari media cetak, media online, sampai televisi. Akhirnya, pada 29 Agustus 2019, saya berkesempatan untuk menikmati pizza pinggir jalan itu.

Sore itu, sekitar pukul 18:00, wilayah Tugu dan Malioboro padat sekali. Setelah menyusuri jalanan kota Yogya yang macet, saya akhirnya sampai di daerah Tugu. Kawasan ini merupakan area kuliner malam yang sangat terkenal. Seperti dalam lirik lagu Kla Project, “..ramai kaki lima. Menjajakan sajian khas berselera, orang duduk bersila. Musisi jalanan mulai beraksi seiring langkahku kehilanganmu, merintih sendiri ditelan deru kotamu..”

Proses pembuatan pizza.

Saya menemukan Tunqu Pizza di antara angkringan dan penjaja makanan tradisional. Hal yang membuat saya tertarik adalah tungku pemanggang pizza yang dipakai, besar dan unik, sekilas mirip tungku pizza ala Italia. Lalu, tempatnya juga unik, terletak tepat di trotoar jalan, sehingga kita bisa menikmati riuh suasana jalan sambil menikmati pizza.

Menu yang ditawarkan tidak terlalu banyak, hanya ada beberapa varian pizza saja. Nama-nama varian pizza-nya cukup unik, ada pizza gagal diet, pizza keju thok, pizza penthol bulgogi, pizza sakarepmu (artinya, terserah anda), dan masih banyak lagi. Saya akhirnya memilih pizza gagal diet, karena toppingnya cukup banyak, harganya pun sangat murah. Setelah memesan, saya pun duduk dan melihat proses pembuatan adonan pizza. Itulah keunikan Tunqu Pizza, walaupun angkringan tapi adonannya selalu fresh, begitu juga dengan bahan bahan lainnya.

Pizza kaki lima yang enak dan murah.

Sekitar 15 menit kemudian, pizza pesanan saya datang. Aroma keju dan adonannya sudah terhirup semenjak dalam tungku, langsung saya ambil untuk mencicipi. Suapan pertama. Rasa adonannya sangat lembut, seimbang dengan bumbu dan toppingnya. Walaupun cukup sederhana, tapi bumbunya terasa sekali. Lalu, keju mozarellanya sangat terasa, ketika baru keluar oven terbayang kan bentuk kejunya seperti apa? Satu satu potongan pizza saya makan sendiri, tiba tiba habis. Untuk harga kaki lima, pizza ini juaranya! Oh iya, harga untuk satu loyang pizza adalah Rp35.000-Rp42.000 saja! Dan jika ingin menambah topping atau mozarella, cukup menambah Rp15.000 saja. Murah, kan?

Itulah ulasan tentang Tunqu Pizza, sudah ngiler belum?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.