Menikmati Pemandangan Alam dari Ketinggian di Wisata Paralayang Batu

0
295
Wisata Paralayang Batu.

Saya masih ingat bagaimana lelahnya kegiatan akreditasi di tempat kerja saya. Rasanya, ingin saja sebentar untuk meluangkan waktu menjernihkan otak yang sudah serasa berasap. Tak lama setelah akreditasi selesai, rekan kerja saya, yaitu tiga orang wanita mengajak saya berjalan-jalan. Mulanya, saya masih enggan dan menginginkan ada jeda seminggu setelah kegiatan itu selesai. Namun, mereka bersikeras.

Akhirnya dengan mengendarai sebuah mobil yang disopiri oleh seorang diantaranya, kami pun pergi ke Kota Batu. Salah satu dari mereka langsung memutuskan untuk pergi ke wisata paralayang. Wisata ini berada di Gunung Banyak, Kota Batu.

Dari arah Kota Malang, kami hanya perlu menempuh waktu sekitar 30 – 45 menit untuk mencapai tempat ini. Letaknya juga tak jauh dari tempat wisata Coban Rondo yang pernah saya ceritakan sebelumnya. Untuk mencapai tempat ini, pengunjung harus ekstra waspada.

Meski jalan bisa dilalui motor dan mobil, tikungan tajam dan tanjakan curam membuat pengendara harus bisa mengendalikan kendaraannya dengan baik. Beberapa kali, saya melihat pengendara motor, yang didominasi wanita kesulitan untuk naik ke puncak gunung tempat wisata ini berada.

Menikmati Pemandangan Gunung dari Ketinggian.

Akhirnya, setelah melalui perjuangan panjang, kami pun tiba. Selepas membayar parkir sebesar Rp. 10.000 untuk mobil, dan tiket masuk seharga Rp. 10.000 per orang, teman saya segera memarkirkan mobilnya di tempat yang telah disediakan. Untuk parkir motor sendiri, hanya sebesar Rp. 5.000 saja.

Dari tempat parkir, kami harus berjalan mendaki bukit sejauh kurang lebih 400 meter. Medan yang menanjak membuat nafas kami ngos-ngosan. Untunglah, rekan saya telah siap sedia membawa air mineral dalam jumlah cukup. Jadi, saya bisa meminta seteguk air agar tidak kehausan.

Rasa lelah yang kami rasa selama perjalanan pupus sudah ketika saya melihat hamparan pegunungan di depan saya. Di bawahnya, rumah-rumah yang berderet rapi menjadi pemanis pemandangan. Itulah Kota Malang dan Kota Batu yang berada di bawah kami. Pada puncak bukit ini, semua pemandangan itu bisa kami saksikan.

“Lihat, itu Balikota Batu!”

Rekan saya berujar. Samar-samar, saya melihat sebuah bangunan bertingkat besar dengan halaman luas. Saya juga meyakini kalau itu adalah Balai Kota Batu yang baru saja dibangun. Dengan kenaikan jumlah wisatawan secara signifikan pada beberapa tahun terakhir ini, Batu telah menjadi kota mandiri yang terpisah dari Malang. Banyak pengunjung datang ke kota ini dan salah satu spot menikmati Batu yang paling asyik, ya, di Gunung Banyak ini.

Pengunjung Berfoto Sambil Menunggu Giliran Paralayang.

Banyak pengunjung yang telah siap dengan kamera masing-masing untuk mengabadikan liburan mereka di spot foto yang telah disediakan. Salah satu spot foto favorit adalah rumah kayu. Rumah ini ternyata bisa diinapi dengan membayar harga tertentu kepada pengelola.

Namun, saya lebih tertarik untuk melihat aktivitas paralayang di Gunung Banyak ini. Untuk mencoba adrenalin dengan menaiki paralayang ini, pengunjung harus membayar uang sewa sebesar Rp. 300.000 – Rp. 350.000. Nantinya, akan ada pemandu yang ikut terjun dari atas Gunung Banyak ini menuju titik di bawah gunung. Harga tersebut termasuk transportasi kembali ke Gunung Banyak.

Kalau sedang ingin menikmati semilir angin, ada banyak tempat duduk yang disediakan di sekitar puncak gunung ini. Oh iya, agar kebersihan tetap terjaga, jangan lupa untuk membuang sampah pada tempatnya, ya. Tong sampah yang beraneka macam juga telah tersedia. Kalau ingin merasakan makanan dan minuman hangat, di Gunung Banyak ini juga tersedia aneka warung dan kafe. Jadi, tidak perlu risau kalau sedang kelaparan.

Wisata Paralayang Batu.

Selepas puas melihat keindahan alam, kami pun memutuskan untuk menikmati camilan ketan khas Batu. Hangatnya makanan tersebut bisa meredakan suasana dingin yang menerpa. Apalagi, kami lupa tidak membawa baju hangat, tapi itu tidak masalah.

Dengan melihat pemandangan alam seperti ini, rasanya penatnya kerja selama seminggu penuh hilang. Kami bisa semangat lagi untuk memulai aktivitas dan tugas baru. Semoga di lain waktu, kami bisa mengunjungi tempat ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.