Menikmati Pantai Widodaren, Surga Tersembunyi di Gunung Kidul

0
904
Pantai Widodaren.

Pantai yang berada di daerah Gunung Kidul, tepatnya di daerah Kanigoro Saptosari merupakan pantai yang unik. Pantai ini tersembunyi di antara ladang-ladang petani. Karena daerah Gunung Kidul di dominasi oleh batuan kapur, tentu saja petani di daerah ini hanya menanam tanaman yang dapat tumbuh di tempat batuan kapur seperti singkong dan kacang tanah. Untuk sampai ke tempat parkir pantai saat itu, aku dan temanku harus melewati jalanan berbatu kapur dengan bongkahan-bongkahan yang cukup besar. Saat itu jalanan ini belum diaspal ataupun diperbaiki. Kemudian, dari parkir motor seadanya yang dibangun oleh seorang warga yang memiliki lumbung di situ, kami harus berjalan melewati pematang kebun-kebun petani yang tandus.

Sebelumnya, kami dijelaskan oleh seorang warga tentang keadaan pantai di daerah ini. Beliau menjelaskan bahwa terdapat 3 pantai yang masih jarang dikunjungi di daerah ini, yaitu Pantai Peyuyon, Pantai Widodaren, dan Pantai Ngrawah. Ketiga pantai ini memiliki karakteristiknya masing-masing. Ketika di sana, kami belum sempat mengunjungi ketiga pantai tersebut karena hari sudah sore. Akhirnya kami memilih mengunjungi pantai Widodaren yang memiliki garis pantai yang lebih panjang dari pantai yang lain dan berpasir putih.

Salah Satu Spot di Master Point.

Namun sebelum itu, kami sempat mengintip pantai Peyuyon ketika berjalan menuju pantai Widodaren, pantai Peyuyon tidak memiliki garis pantai sepanjang pantai Widodaren. Kemudian kami melanjutkan perjalanan kami menuju pantai Widodaren. Usahakan membawa minum ketika kamu akan ke sini, karena perjalanan dari parkiran menuju pantai sedikit melelahkan. Beruntungnya kami saat itu, di master point ada seorang bapak yang berjualan di bawah gubuk kecil. Master point merupakan bukit yang ditumbuhi rerumputan yang berbatasan langsung dengan laut, betapa pemandangan yang sangat menakjubkan. Pantai Widodaren pun bisa dilihat dari sini.

Kami yang kehausan pun menghampiri warung bapak itu. Kami membeli sebotol air mineral besar dan beberapa makanan. Kami sempat berbincang sebentar di warung bapak itu. Ternyata jarak rumah dan tempat ini juga cukup jauh. Aku sempat membayangkan bagaimana bapak membawa dagangannya dari rumah sampai tempat ini. Sungguh mengharukan.

Kami sempat berfoto di master point ini dengan view ombak laut yang bergulung-gulung. Setelah puas berfoto, kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Widodaren melewati bebatuan karang dan ladang warga. Sesampainya di dekat Pantai Widodaren, kami sempat bingung harus melewati jalan yang mana, karena lokasi pantai lebih rendah daripada ladang warga. Kemudian kami menemukan sebuah tangga darurat yang biasa digunakan untuk menuju pantai ini. Pertama kalinya menginjakkan kaki di pasir, wah perasaan senang luar biasa melihat pasir masih rata, belum ada bekas telapak kaki manusia.

Pemandangan dari Master Point.

Saat itu hanya ada kami berdua dan tujuh orang anak sedang bermain air. Wow, serasa pantai milik sendiri. Puas dengan berfoto-foto, kamu duduk di atas pasir sambal memandangi ombak yang bergulung-gulung. Suara alam paling indah setelah gemericik air menurutku. Tak lama kemudian, serombongan anak yang sedang bermain air pun pulang. Kami benar-benar merasakan pantai ini milik kami. Tak ada orang lain di sini. Namun, karena hari sudah semakin sore kami harus kembali. Karena perjalanan pulang tidak hanya sejauh Pantai Widodaren ke parkiran, sehingga kami harus bergegas agar tidak terlalu malam sampai di rumah.

Semoga suatu hari nanti dapat kembali ke sana dengan mengeksplor ketiga pantai di sana. Apakah kalian tertarik? Kalau tertarik, silahkan mampir ke pantai ini, usahakan untuk datang sejak pagi, agar bisa puas mengeksplor semua pantai di tempat ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.