Menikmati Pantai dan Savana Pulau Kenawa

0
1087
Kejernihan air laut di pesisir Pulau Kenawa.

Sabtu 30/3/2019, dua hari selepas wisuda pada hari Kamis. Saya bersama enam orang kawan dari Lombok, Medan, dan Jawa berencana camping satu malam di Pulau Kenawa Kabupaten Sumbawa Barat. Perjalanan kami di mulai dari Kota Mataram pukul 12.30 PM terasa sangat adem. Keadaan mendung dari kota Mataram menuju Palubahan Kayangan Lombok Timur menggunakan Suzuki APV besama delapan kawan membuat perjalanan kami terasa mengasyikkan.

Berbekal perlengkapan seperti: tenda Naturehike dan Eiger ukuran 4 orang, nesting, Flysheet berukuran 4 kali 5 meter, dan perlengkapan masak lainnya seperti piring dan sendok. Di perjalanan, kami mampir di toko untuk membeli bekal logistik seperti: sayur, mie, beras, telur, dan aneka snack lainnya. Setelah 3,5 jam perjalanan dari Kota Mataram menuju Pelabuhan Kayangan Lombok Timur tanpa macet. Lajur Mataram – Lombok Timur memang lancar. Namun, tak demikian jika sore hari, pasti keramaian tak dapat dihindari. Mengingat diperjalanan waktu sore Sabtu, pasti anda akan menemukan acara adat Nyongkolan khas suku Sasak-Lombok. Acara itu sebuah pengarakan pengantin baru yang telah melakukan akad nikah.

Pulau Kenawa yang terletak tak jauh dari Pelabuhan Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat, membuat kami bertujuh memarkir kendaraan di pemarkiran Pelabuhan Kayangan Lombok Timur. Mengingat biaya penyebrangan Mobil cukup mahal yaitu Rp. 715.000 membuat kami terpaksa memarkir kendaraan di Pelabuhan Kayangan Lombok Timur. Dengan biaya parkir Motor jika menginap hanya mengeluarkan Rp. 5.000 saja. Sedangkan untuk kendaraan (roda empat) mobil hanya Rp. 12.000 saja. Itu kami lakukan demi menghemat biaya penyebrangan menjadi Rp. 119.000 untuk 7 orang penumpang yang pada dasarnya Rp. 17.000 per-penumpang.

Sunset di Pulau Kenawa.

Setelah sampai di Pelabuhan Poto Tano, tak dipungkiri kami dideru rasa lapar. Tak lumrah jika tak makan dalam sebuah perjalanan. Selama 3,5 jam di perjalanan, kebutuhan makan kami segera dipenuhi. Tak lengkap rasanya jika kami tidak menikmati makanan Khas Sumbawa Barat. Kami sontak memesan Sepat di salah satu warung nasi samping Pelabuhan Poto Tano. Makanan Sepat khas Sumbawa Barat ini terbuat dari ikan, sayur, serta santan. Dengan rasa khas asem daerah tenggara, Sepat dibandrol dengan harga Rp. 15.000 – Rp. 20.000 saja. Setelah memenuhi kebutuhan sekunder itu, kami mencari kendaraan perahu untuk menyebrangi Pulau Kenawa. Beruntungnya kami, tak jauh dari warung makan tempat kami menikmati Sepat, kami bertemu Pak Ahmad seorang Nahkoda speedboat menawarkan kami menyebrang ke Pulau Kenawa.

Pak Ahmad menawarkan kami dengan tarif Rp. 250.000 (antar – jemput) per-kelompok dengan maksimal 10 orang. Jika anda berangkat kurang dari lima orang, tarif menjadi Rp. 50.000 per-orang antar jemput. Tanpa pikir panjang kami langsung bergegas ke speedboat pak Ahmad yang tak jauh dari pinggir pelabuhan.

Tak membutuhkan waktu lama, sekitar 20 menit, speedboat menepi di dermaga Pulau Kenawa. Kami langsung disuguhi pemandangan bukit yang ada di Pulau Kenawa. Keadaan pinggir pantai yang bersih, berpasir putih, serta air laut yang jernih membuat kami mengucap syukur kepada Tuhan telah menciptakan pulau yang indah ini. Walaupun keadaan Pulau Kenawa di dekat Pelabuhan Poto Tano, tak membuat Pulau mungil ini tercemari, kesadaran masyarakat yang tinggi, membuat pulau Kenawa terjaga akan kebersihannya.

Savana nan hijau di Pulau Kenawa.

Pulau Kenawa yang memilki luas 13,8 ha dengan garis pantai yang membentang sepanjang 1,73 km ini, membuat daya tarik bagi setiap pengunjung untuk mengelilinginya. Di samping itu, Pulau Kenawa memiliki padang savana seluas 9,7 ha. Padang savana yang tampak hijau selepas 4 bulan musim hujan, Desember hingga Maret lalu, membuat padang savana terlihat hijau dan indah jika dilihat dari atas bukit Pulau Kenawa yang memiliki ketinggian sekitar 30 MPDL (meter diatas permukaan laut).

Setelah kami mendirikan tenda di tengah padang savana Pulau Kenawa pada Pukul 18.09 PM, kami menikmati desiran angin sore serta pemandangan sunset yang indah. Esok paginya, kami bertujuh menikmati sunrise di atas bukit Pulau Kenawa, sangat Indah. Keadaan ini membuat kami tak ingin pulang dari sana. Pulau Kenawa bisa sangat bagus untuk menikmati Sunset dan Sunrise. Setelah sarapan, kami mandi bersama di pantai pinggir Pulau Kenawa. Tak lama berselang selepas mandi pagi di panti pinggir Pulau Kenawa. Salah satu dari kami menelpon Pak Ahmad meminta menjemput kami untuk kembali ke Pelubahan Poto Tano. Terima kasih Pulau Kenawa. Selamat tinggal. Kami akan mampir lagi suatu saat nanti.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.