Menikmati Musim Dingin di Seoul, Korea Selatan

0
397

Tidak pernah menyangka sebelumnya, akhirnya aku bisa berkunjung ke salah satu negeri impianku, yakni Korea Selatan. Berawal dari kegemaranku menikmati musik Kpop, membawaku bermimpi untuk mengunjungi negara tersebut. Desember 2017, aku berkesempatan menginjakkan kakiku di negeri yang terkenal dengan operasi plastiknya tersebut. Well, ini pertama kali traveling ke luar negeri dengan teman–temanku. Sangat mendebarkan pastinya. Persiapan yang sangat matang sangat diperlukan disini salah satunya membaca banyak hal mengenai Korea.

Awal Desember 2017, kami berlima berangkat ke Seoul dengan menggunakan pesawat Air Asia dengan rute SRG (Semarang) – KLIA (Kuala Lumpur) – ICN (Incheon). Perjalanan ini memakan waktu yang cukup lama. Kami berangkat pukul 10.00 WIB kemudian transit di Kuala Lumpur selama 16 jam dan akhirnya kami sampai di Incheon International Airport, satu hari setelahnya. Benar–benar perjalanan panjang yang melelahkan. Pasalnya kami harus terdampar di dalam bandara KLIA selama 16 jam karena pesawat yang akan kami tumpangi mengalami delay. Untung saja kami mendapatkan voucher makanan gratis yang lumayan untuk mengganjal perut selama itu. Harga tiket pesawat PP yang kami tumpangi sekitar Rp4.200.000 sudah termasuk bagasi. Harga tersebut cukup murah.

Sesampainya di Incheon yakni pukul 10.00 pagi waktu setempat, hal pertama yang kami lakukan adalah menuju ke toilet untuk berganti kostum. Karena kami sudah berada di daerah dengan 4 musim yang saat itu sedang mengalami musim dingin, maka kami harus mengenakan pakaian berlapis super tebal agar badan tidak shock seketika terkena udara luar. Selanjutnya kami segera menuju ke penginapan. Letak penginapan yang kami pilih berada di district Itaewon dan harus melakukan perjalanan selama satu jam dengan menggunakan subway.

Subway

Subway merupakan transportasi paling mudah dan murah digunakan di Seoul. Selain itu ada juga bus tapi kami lebih prefer naik subway karena lebih cepat. Tidak usah khawatir, di dalam bandara terdapat subway station yang akan mengantarkan kami ke beberapa stasiun yang ada di Seoul. Menggunakan subway di Seoul lebih mudah dibandingkan dengan di Jepang. Rute subway sangat jelas di dalam stasiun masing–masing. Oh iya, untuk menghindari salah jalan atau salah stasiun tujuan, kami bisa menginstal aplikasi Seoul Subway dan mengunduh subway map atau mengambil map subway di bandara atau stasiun-stasiun. Aplikasi tersebut merupakan map perjalanan subway yang bisa kami gunakan saat kami ingin berkeliling di Seoul menggunakan subway. Sangat jelas dan mudah menggunakan aplikasi tersebut, mulai dari stasiun awal, transit hingga stasiun tujuan akan selalu terdeteksi oleh aplikasi ini selagi kami mempunyai koneksi internet. Harga subway pun relatif murah disbanding transportasi lain yakni 1.250 won untuk satu kali perjalanan.

T-Money

Untuk bisa menggunakan subway membutuhkan T-money yang bisa dibeli di minimarket yang ada di dalam bandara seperti 7 eleven, Family Mart, dan lain sebagainya. Harga T-money yang kami beli adalah 2500 won  dan saat itu sekaligus kami isi 10.000 won untuk melakukan perjalanan dengan subway. T-money juga bisa digunakan untuk bus ya. Jika di akhir ada sisa saldo di T-money, kami bisa refund kembali melalui 7-eleven atau family mart. Penggunaannya sangat mudah tinggal di-tap ke pintu masuk stasiun saja seperti menggunakan T-money pada umumnya. Untuk top up saldo bisa menggunakan mesin T-money di setiap stasiun.

Penginapan

Satu jam berlalu dan kami pun tiba di Itaewon station. Pemilik Guest House telah menjemput kami di stasiun Itaewon. Kami menginap di Malaysian Itaewon Guest House yang kami booking melalui aplikasi booking.com. Harga penginapannya sekitar Rp1.000.000 per orang untuk 5 malam. Fasilitasnya sangat lengkap mulai dari dapur, mesin cuci, heater, dan lain sebagainya. Bahkan setiap tamu mendapatkan sheet mask gratis lho. Pemilik rumahnya adalah orang Malaysia sehingga bagi kami yang bahasa Inggrisnya masih agak kurang, bisalah memakai bahasa Indonesia atau Melayu. Jarak antara stasiun Itaewon dan guest house sekitar 700m, masih bisa dijangkau dengan jalan kaki pastinya. Letaknya berada di pusat Itaewon dekat dengan pusat perbelanjaan makanan halal dan oleh–oleh, sangat strategis.

Musim Dingin Stater Pack

Kebetulan saat kami tiba, cuaca di sana cukup baik. Musim dingin tapi belum banyak turun salju. Suhu yang pernah kami alami berkisar antara -5 hingga 4 derajat celcius. Sangat dingin menusuk ke dada. Perlu dipersiapkan pakaian musim dingin seperti Long John/baju thermal, jaket khusus musim dingin, syal, sarung tangan, kaos kaki, dan jangan lupa membawa pelembab agar kulit dan bibir tidak kering. Cuaca dingin di sana membuat tangan menjadi kaku bahkan sangat sulit untuk menyentuh layar hp, jadi belilah sarung tangan yang ujung jarinya terdapat silicon untuk menyentuh hp. Biasanya kami menggunakan 2 lapis pakaian, mulai dari Long John kemudian kami lapisi dengan celana jenas dan baju biasa kemudian memakai jaket bulu angsa atau jaket khusus musim dingin. Selain itu, kami membawa persediaan tolak angin yang cukup banyak untuk menghangatkan tubuh.

Tempat Wisata

Kami berkunjung ke Gwanghwamun Plaza. Di sana terdapat patung dari guru besar Sejong dan patung admiral Yi Su-Sin. Lokasinya tak jauh dari subway stasiun. Jika hendak ke sana, cukup berhenti di Gwanghwamun Station kemudian ikuti petunjuk arah yang ada di dalam stasiun untuk sampai di pintu yang langsung disambut dengan patung Sejong. Tak jauh dari patung–patung tersebut terdapat Gwanghwamun Gate yakni pintu menuju ke Gyeongbokgung. Tak lupa kami pun mengunjungi Gyeongbokgung, istana Korea seperti di drama korea bergenre sageuk. Harga tiket masuknya sebesar 3000 won. Bangunanya sangat unik dan penuh dengan sejarah karena di dalamnya juga terdapat museum. Tempat tersebut merupakan tempat wajib untuk dikunjungi, banyak spot foto di sana dan ada juga penyewaan baju khas korea yakni Hanbok. Jika beruntung kalian bisa melihat upacara tradisional pergantian penjaga loh biasanya sekitar pukul 10.00 atau 11.00 pagi gitu lah.

Selain ke Gyeongbokgung, kami mengunjungi SM Town Studio, Namsan Seoul Tower, Myeongdong Market, Dongdaemun Market, Gangnam Street, Starfield Library dan masih banyak lagi. Beberapa tempat wisata yang lain akan aku ceritakan di artikel selanjutnya. Ditunggu saja ya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.