Menikmati Matahari Terbenam di BJBR Probolinggo

0
476
Ikon Bola Dunia BJBR.

Perjalanan saya di Kota Probolinggo telah sampai pada ujungnya. Saya dan keluarga besar sudah memutuskan untuk mengakhiri perjalanan di Bee Jay Bakau Resort (BJBR) yang berada tepat di garis pantai utara Kota Probolinggo.

Sebelum masuk ke loket wisata BJBR, bus wisata yang kami tumpangi harus memasuki pintu masuk dermaga Pelabuhan Probolinggo terlebih dahulu. Di sana, sudah banyak pengunjung yang mulai memenuhi ujung dermaga untuk menikmati sisa senja.

Tak lama kemudian, kami pun sampai di loket BJBR. Pengunjung sangat banyak pada hari itu. Maklum, karena sedang musim libur sekolah. Akibatnya, kami harus membayar tiket yang lebih mahal, yakni Rp 65.000 per orang dari Rp 50.000 pada hari biasa. Tak apalah, sudah jauh-jauh ke sini, ya harus dinikmati.

Gemerlap Taman Lampion Kala Senja.

Sebelum kami masuk, terlebih dahulu petugas BJBR memberikan informasi dan peta wisata ini. Dari penjelasannya, saya sangat takjub dengan luas wilayah BJBR yang mencapai 5 ha, hampir seluas sebuah kecamatan. Ada beberapa area yang ada di dalamnya, antara lain spot lampion, kolam renang, pujasera, jogging track hutan bakau di pinggir pantai, penginapan, wahana anak, dan beberapa wahana lain.

Karena kami sudah terlalu sore, maka kami memutuskan untuk makan terlebih dahulu. Kamipun menuju pujasera yang menjual berbagai macam makanan Jawa dan Cina. Lepas makan, akhirnya saya berinisiatif mengelilingi taman lampion yang berada tak jauh dari pujasera.

Dengan waktu kunjungan yang tepat saat matahari terbenam, taman ini sungguh cantik. Gemerlap lampu yang mulai berpendar berpadu dengan berkas jingga sinar matahari membuat suasana pinggir pantai itu menjadi mengasyikkan. Ada beberapa bentuk lampion yang ada di sana, antara lain bola dunia, penguin, dan lain sebagainya. Tapi satu spot saya yang suka adalah sebuah lorong yang berisi lampion berbentuk bunga sakura. Sungguh, berfoto di sana sangatlah mengasyikan.

Gemerlap Hutan Bakau Saat Malam Hari.

Di dekat spot lampion itu juga terdapat sebuah wahana mainan pasir yang bisa digunakan bermain oleh anak-anak. Tak perlu risau karena spot ini cukup luas. Jika ingin berenang di sini, ada juga kolam renang berukuran besar yang bisa digunakan untuk anak-anak beserta wahana air mancur di dalamnya.

Sebenarnya, saya lebih tertarik berjalan sepanjang jogging track yang berada di garis pantai. Sayangnya, saat saya beranjak ke sana, hari mulai gelap. Padahal, sepanjang jalan ini adalah puncak keindahan BJBR. Kita bisa memandang laut lepas sambil duduk-duduk di pinggir pantai dan ditemani dengan rimbunnya hutan bakau.

Meski demikian, saya tidak terlampau kecewa. Walau hari sudah beranjak malam, suasana semakin semarak dengan adanya gemerlap lampu yang dipasang sepanjang rimbunnya hutan bakau tersebut. Dari kejauhan, tampak gemerlap hijaunya hutan bakau yang berpendar dengan aneka warna lampu.

Fasilitas Kolam Renang.

Tak hanya itu, ada pula beberapa spot foto yang bisa digunakan untuk mengabadikan momen. Diantaranya gardu pandang, kuda kayu, hingga spot-spot foto lain di jogging track sepanjang 3 km tersebut. Menjelajahi semua wahana itu rasanya kaki sangat pegal.

Namun, semua dibayar dengan keindahan yang ditawarkan. Oh iya, di tengah jogging track juga terdapat beberapa penjual makanan dan minuman. Jadi, kalau pengunjung kehausan atau kelaparan di tengah perjalanan menyusuri jogging track, maka mereka bisa sejenak melipir sebentar.

Hal yang membuat saya semakin takjub adalah adanya wahana permainan anak pada beberapa titik jogging track tersebut. Mulai dari permainan balita, hingga bioskop 3 dimensi. Sungguh, ini pengalaman pertama saya mengunjungi tempat yang begitu lengkap di garis pantai. Semoga saja saya memiliki kesempatan lagi untuk bisa mengunjungi tempat ini dan menginap barang sehari semalam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.