Menikmati Liburan Indie di Ranu Kumbolo, Lumajang

0
2082
Gerbang Menuju Gunung Semeru.

‘Menikmati pagi, sore, dan malam, ditemani lagu Efek Rumah Kaca….’ sepenggal lirik Liburan Indie yang dibawakan oleh Endah N Resha tersebut saya amini akhirnya. Saya bersama kawanan saya yang terbiasa memiliki kegiatan traveling bersama dan kadang hanya sebatas planning, akhirnya sepakat untuk menghabiskan hari demi menikmati dingin dengan secangkir kopi saat fajar tiba di Ranu Kumbolo, Gunung Semeru yang merupakan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang terletak di Kabupaten Lumajang. Kegiatan ini terasa semakin menyenangkan karena tidak ada yang keberatan dengan mendengarkan lagu kesukaan saya sepanjang jalan setapak yang dilalui, senang rasanya memiliki inner circle yang bisa kamu ajak gila-gilaan bersama.

Mayoritas pasti sudah tahu jika Ranu Kumbolo ini merupakan danau yang terletak di Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa. Semakin banyak diketahui banyak orang akibat dari dirilisnya film “5cm” pada tahun 2012 yang membuat semakin banyak anak muda yang ingin mendaki gunung dengan ketinggian 3676 mdpl ini.

Sehingga kali ini travelovers akan saya ajak menikmati liburan indie yang tetap bisa kamu lakukan di short-weekend seperti libur lebaran. Percaya atau tidak, mood kita bisa sedikit membaik ketika indera kita mampu menghirup bebauan alam yang asri, melihat ciptaan Tuhan yang hebat, dan juga mendengarkan gesekan daun serta bising angin hutan malam hari dibarengi secangkir minuman panas.

Gerbang Menuju Gunung Semeru.

Liburan dengan camping di Ranu Kumbolo ini cocok bagi kamu yang masih enggan menuju puncak Mahameru karena keterbatasan waktu atau masih belum berani. Oleh karena itu, danau kecil di ketinggian ± 2400 mdpl ini tetap menjadi surganya bagi para pendaki.

Biaya retribusi yang dipatok oleh pihak TNBTS saat weekday adalah Rp. 17.500, dan weekend atau holiday sebesar Rp. 22.500 per 24 jam. Akhir-akhir ini diberlakukan aturan baru bagi travelovers yang ingin melaksanakan kegiatan camp di sana harus memesan tiket secara online melalui website resmi TNBTS.

Untuk waktu mulai pendakian atau check-in dimulai pada pukul 08.00 WIB dan ditutup pada pukul 16.00 WIB. Waktu itu kami sampai ke lokasi pada siang hari, sehingga memulai pendakian hampir sore dan sampai di Ranu Kumbolo pada malam hari, saran saya adalah mulai pendakian pada pagi hari agar travelovers masih sempat menyaksikan senja dengan segelas kopi di Ranu Kumbolo. Untuk estimasi waktu mendaki dari Ranu Pane yang merupakan gerbang Gunung Semeru menuju Ranu Kumbolo (pos keempat), yaitu ± 5 jam. Tentunya kalian perlu mempersiapkan kesiapan fisik, karena medan jalan terkadang landai dan terkadang menanjak, yang cukup melelahkan.

Sesampainya di sana mungkin, lelahmu akan terbayar dengan view alam yang diberikan oleh Ranu Kumbolo. Selain itu, waktu itu akhir bulan Oktober sehingga pendaki yang nge-camp tidak terlalu banyak. Beda lagi jika kalian berkunjung pada hari-hari besar seperti sumpah pemuda dan hari kemerdekaan, maka view banyak tenda pendaki pasti akan kamu lihat.

Danau Ranu Kumbolo.

Nah, hal paling mengesankan ketika mendaki adalah ketika malam hari kalian terjaga dan dapat menyaksikan titik gugus bintang milky way yang mampu membuat kalian bertahan lama tidak mengerjap. Setuju, kan?

Namun, seindah-indahnya tempat, tetap memiliki mitosnya masing-masing. Ranu Kumbolo dikenal dahulu sebagai tempat pemandian para dewa dengan air yang suci, sehingga tidak heran jika terdapat larangan untuk mandi atau mencuci langsung dari danau, kegiatan kita dibatasi jarak 10 m dari tepi danau. Dan terdapat beberapa tempat suci yang sudah diberi tanda kain putih, yang sebelumnya telah dijelaskan dengan baik oleh para relawan TNBTS saat breifing sebelum memulai pendakian.

Pagi hari setelahnya kami bangun dengan udara sejuk beserta kabut indah yang menyelimuti danau, setelah sarapan, kami melanjutkan perjalanan sebentar dengan mampir ke Tanjakan Cinta demi membuktikan mitos yang tersebar di kalangan pendaki, seperti cinta kita akan terwujud jika menyebut nama seseorang yang kita sukai selama mendaki tanjakan cinta tanpa menoleh kebelakang. Nah, travelovers percaya atau tidak?

Menghabiskan Waktu Bersama Teman.

Setelah puas menikmati Ranu Kumbolo, kami bergegas pulang dengan mengantongi trash bag yang berisi sampah kami sendiri, budaya ini harus tetap travelovers bawa ya ketika mendaki di gunung manapun. Meski menghabiskan weekend sebentar di antara tugas kuliah yang mulai memanggil-manggil, kami tetap merasakan kesenangan yang luar biasa, bisa berbagi kisah  seru untuk diingat ketika kami menua nanti. Banyak sekali cerita seru yang terjadi di perjalanan, sehingga saya sepakat apa kata Cinta kepada Rangga di film AADC jilid 2 jika yang terpenting itu… ‘the journey, not the destination’.

By the way, setelah penutupan di awal tahun lalu. Tanggal 12 Mei 2019 Gunung Semeru telah dibuka kembali oleh pihak TNBTS. Jadi travelovers, cobalah ke Ranu Kumbolo minimal satu kali seumur hidup dan jangan lupa ajak orang-orang tersayang demi momen kebersamaan yang tidak mudah fana di ingatan.

Cheerio!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.