Menikmati Kesegaran Wisata Kampung Enem Wajak

0
354
Deretan pegunungan yang memagari wisata Kampung Enem.

Kalau sedang bosan berjalan-jalan di Kota Malang, biasanya saya melipir sebentar ke wilayah pinggiran Kabupaten Malang. Menikmati kesejukan alam sejenak, pikiran saya pun bisa menjadi lebih segar. Pun demikian dengan apa yang saya lakukan di suatu akhir pekan. Saya memillih berkendara menuju wilayah Wajak yang berada di kaki Gunung Semeru.

Wilayah ini dikenal sebagai penghasil pinus terbesar di Malang. Makanya, berbagai hutan pinus yang kini menjadi jujugan wisata pun bermunculan. Salah satunya adalah wisata kampung enem. Wisata ini merupakan program pengembangan swadaya masyarakat desa setempat agar bisa menghadirkan wisata yang murah tetapi nyaman untuk dikunjungi.

Saya hanya perlu membayar tiket sebesar Rp5.000 dan tiket parkir Rp2.000 untuk bisa masuk ke wisata ini. Dari tempat parkir, saya menuju ke deretan pohon pinus yang rimbun dengan kontur tanah yang menurun. Saya harus hati-hati karena pada hari sebelumnya hujan turun dengan cukup deras. Tanah yang masih sedikit becek sedikit menyusahkan saya dalam berjalan. Walau demikian, saya masih antusias untuk menuju beberpa spot foto yang disediakan oleh pengelola wana wisata ini.

Wahana rumah honai dan jungkat-jungkit.

Beberapa spot foto tersebut adalah rumah honai yang terbuat dari jerami. Di dekatnya, ada beberapa jungkat-jungkit sederhana yang bisa digunakan bermain bahkan untuk orang dewasa. Saya tak terlalu tertarik dengan wahana-wahana tersebut. Saya lebih memilih untuk duduk di beberapa kursi kayu yang ditata layaknya di sebuah kafe.

Duduk di kursi tersebut sambil memandang rimbunnya pohon pinus membuat hati terasa sangat nyaman. Nyanyian jangkrik yang bersahut-sahutan dan menandakan musim kemarau segera tiba membuat saya semakin betah. Sayangnya, keheningan itu terpecah oleh beberapa anak muda yang tertawa terbahak-bahak dari kegiatan fotografi mereka. Tandanya, saya harus segera beranjak.

Berkuda untuk mengeliligi wana wisata Kampung Enem.

Saya pun memilih melangkahkan kaki menuju sebuah taman besar yang sering disebut plaza. Tempat ini layaknya alun-alun mini karena terhampar sebuah taman yang disusun melingkar dengan aneka bunga yang memenuhinya. Di sekitar taman tersebut, dipasang juga kursi dan meja taman yang bisa digunakan sebagai tempat bersantai bagi para pengunjung. Para pengunjung akan semakin dimanjakan dengan kehadiran pedagang makanan dan minuman yang ada di sekitarnya.

Mereka boleh makan dan minum dengan puas asal masih bisa menjaga kebersihan di tempat yang mereka gunakan. Makanya, papan untuk menjaga kebersihan selalu ada untuk mengingatkan para pengunjung. Jika kebersihan terjaga, otomatis pengunjung lain akan betah. Dan tentunya ikut membantu pengelola untuk menjaga kenyamanan tempat wisata ini.

Satu hal yang membuat saya suka dengan tempat ini adalah pengunjung tak hanya bisa menikmati plaza tersebut dari bawah. Mereka juga bisa menikmatinya dari atas gardu pandang yang dibangun di dekat plaza. Gardu pandang ini juga berfungsi sebagai spot foto. Berfoto dari bawah atau dari atas gardu pandang akan menghasilkan foto yang sama indahnya.

Gardu pandang untuk berfoto dan menikmati alam.

Kalau bagi saya, dengan menaiki gardu pandang, maka kita akan mendapatkan bentang alam yang tak kalah indahnya. Jajaran pegunungan yang memagari tempat ini adalah keindahan bentang alam itu. Perjalanan selama sekitar satu jam dari Kota Malang dengan jalan berliku dan menanjak seakan lunas terbayar dengan memandang bentang alam tersebut.

Oh ya, jika ingin berjalan mengelilingi wana wisata ini, ada pula beberapa ekor kuda yang siap mengantarkan tamu agar tidak kecepekan. Kalau saya sih lebih baik berjalan sekalian berolahraga agar tubuh menjadi lebih sehat. Ada pula wahana flying fox yang bisa digunakan untuk memacu adrenalin di wisata ini. Yang jelas, tak ada ruginya saat berkunjung ke Kota Malang menyempatkan mampir ke Kampung Enem ini sekaligus merasakan kesegaran alam kaki Gunung Semeru yang tiada duanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.