Menikmati Kesegaran Coto Manggala

0
153
Sajian Coto Manggala yang lezat.

Kabupaten Kotawaringin Barat di Provinsi Kalimantan Tengah punya satu kuliner yang lezat, yaitu Coto Manggala. Sajian ini terdiri dari bahan pangan dan bumbu rempah yang mudah diperoleh. Umbi dari tumbuhan bernama latin Manihot Utilissimaatau ketela pohon—masyarakat Indonesia sering menyebutnya singkong atau ubi kayu—dijadikan bahan dasar coto manggala.

Masyarakat asli Kotawaringin Barat punya bahasa tersendiri untuk menyebut ubi kayu atau singkong alias ketela pohon, yaitu manggala. Sehingga coto manggala bermakna masakan sejenis coto atau soto—dua istilah yang merujuk pada jenis kuliner yang sama—yang berbahan dasar ketela pohon.

Yang bikin lidah bergoyang tentu kuah kaldu coto manggala. Tumbuhan yang pertama kali ditemukan di Amerika Selatan ini akan mengeluarkan sari pati yang menjelma kaldu ketika direbus dengan air dan bumbu rempah, seperti bawang putih, bawang bombay, lada, dan garam.

Lokasi Warung Coto Manggala.

Kaldu kental dari manggala akan lumer di lidah beserta empuknya singkong yang dimakan. Apalagi dicampur dengan potongan daging ayam, kulit sapi, atau ikan gabus. Tak pelak masakan sederhana menjadi digemari banyak kalangan. Sayangnya, coto manggala belum banyak dikenal sebagai varian soto (coto) di Nusantara.

Varian Coto

Di Nusantara, ada beberapa varian soto yang telah banyak dikenal luas, seperti Soto Betawi, Soto Lamongan, atau Coto Makassar. Meski begitu, ada satu jenis kuliner soto yang berasal dari Yogyakarta, yaitu Soto Lenthok yang juga berbahan dasar singkong.

Jika coto manggala menyajikan singkong yang dipotong dadu, maka soto lenthok mengolah singkong menjadi halus, lalu dibentuk menjadi bola-bola kecil, sebelum dicampur bahan dan bumbu lainnya. Namun, soto lenthok masih lebih populer dibanding coto manggala sebab banyak ditulis oleh para blogger.

Selain soto lenthok di Jogja, ada pula soto yang berbahan dasar singkong di Balikpapan, Kalimanan Timur. Hampir mirip dalam penyajiannya sebagaimana coto manggala, soto singkong Balikpapan sedikit gurih dibanding coto manggala. Variasi sayur-mayur juga lebih variatif, seperti adanya wortel dan dedauan.

Tempat Makan di Warung Coto Manggala Mama Dewi berupa lesehan.
Coto Manggala Mama Dewi

Di ibukota Kabupaten Kotawaringin Barat, Pangkalan Bun, ada satu warung makan coto manggala yang lumayan direkomendasikan banyak pecinta kuliner. Nama warung ini adalah Warung Makan Mama Dewi. Warung makan ini terletak di Jalan DAH Hamzah, seberang Kantor Kelurahan Mendawai atau dekat Gedung Bakuba, Pangkalan Bun.

Warung makan mama dewi sudah cukup lama bertahan menjual kuliner yang satu ini. Berbekal rumah model tradisional masyarakat setempat, pengunjung seakan menikmati kuliner di rumah penduduk asli. Tersedia ruang makan di dalam dan di luar. Jika pengunjung memilih di dalam ruangan, mereka bisa duduk lesehan sembari melihat-lihat potret silsilah keluarga di dinding rumah pemilik, sangat homey sekali. Sementara di luar pun juga oke karena bisa duduk santai.

Sajian Coto Manggala yang lezat.

Coto manggala di tempat ini dibanderol seharga Rp 10.000 per porsi. Terdiri dari pilihan ceker/kaki ayam atau sayap ayam. Kuah yang kental dengan rasa yang gurih membuat lidah bergoyang. Ada pula tambahan bihun, bawang goreng, dan kerupuk soto. Oh iya, taburan telur dadar yang dicacah memberi kesan cantik terhadap kontur makanan ini.

Pemilik warung juga menyediakan menu gorengan, seperti tempe goreng, jagung goreng, tahu goreng, dan lain-lain. Wisata kuliner di tempat ini sangat-sangat menguntungkan. Dengan harga yang murah, pengunjung bisa mengisi perutnya tanpa ragu.

Bagaimana pelayanannya? Dari mulai datang, memesan menu, dan menunggu pesanan datang, pemilik melayani dengan sangat ramah. Senyum yang mereka tebarkan membuat para pengunjung disambut dengan bahagia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.