Menikmati Keindahan Sunset di Taman Wisata Alam Sendikale, Sapit

0
1779
Pemandangan Sunset Gunung Rinjani.

Dalam bahasa Sasak, Sendikale berarti waktu menjelang masuk waktu maghrib. “Di mana waktu Sendikale itu dilarang untuk tidur karena dapat menyebabkan kepala terasa pusing”, kata Jannatan, Ketua Remaja yang menggagas terbentuknya Pokdarwis di Desa Sapit Kecamatan Suela Lombok Timur. Inilah awal mula penamaan lokasi Taman Alam Wisata Sendikale, karena dalam waktu Sendikale lokasi ini memiliki view sunset yang sangat indah. Taman Alam Wisata Sendikale ini digagas oleh para pemuda yang tergabung dalam Pokdarwis (kelompok peduli wisata) Desa Sapit.

Berjarak 3 jam perjalanan dari Kota Mataram membuat saya tidak mengurungkan niat untuk mengunjungi Taman Alam Wisata Sendikale di Desa Sapit ini. Dari Mataram, kebetulan saya berangkat pada hari Kamis (13/06/2019), tak berniat untuk melakukan wisata, awalnya saya beserta 3 teman bertujuan mengunjungi rumah kerabat yang ada di Desa Ketangga Kecamatan Suela. Kami memulai perjalanan dengan berangkat dari Mataram pada pukul 12:23, dan sampai di Desa Ketangga pada pukul 15:12. Terasa lelah diperjalanan, kawan saya membujuk untuk mengunjungi Taman Alam Wisata Sendikali untuk melepas penat.

Pemandangan Taman dan Desa Sapit.

Sangat indah travelovers, taman ini berlokasi tak jauh dari Kantor Desa Sapit, hanya berjarak 2 km saja, kami sudah berada di Taman Alam Wisata Sendikale. Pada pukul 16:35 sore, kami berangkat dari Desa Ketangga ke Desa Sapit. Kebetulan, suhu yang lumayan dingin dengan berada di bawah lereng kaki gunung Rinjani, saya dan ketiga kawan tak lupa mengenakan jaket.

Tepat sekali, waktu kami datang di Taman Alam Wisata Sendikale ini sangat pas, waktu sore atau waktu matahari condong ke barat. Warna kuning menuju jingga kian tampak jelas menghiasi langit sebelah barat sore itu. Kami langsung bertemu dengan pengurus Pokdarwis Desa Sapit yang pada hari itu mengantar kami ke Taman Wisata Alam Sendikale. Tak lama berselang, kami diajak untuk melihat sawah-sawah terasiring yang ada di Desa Sapit. Rumah yang bertangga-tangga terlihat memukau. Taman Alam Wisata Sendikale pun berada di tengah sawah para petani yang ada di Desa Sapit, Travelovers.

Di area taman, para traveler bisa menikmati kopi khas desa Sapit Lombok Timur. Biaya retribusi memasuki area taman cukup murah, yaitu hanya Rp. 5.000 saja, kita sudah dapat menikmati pemandangan Desa Sapit dan Terasiring persawahan yang ada di sebelah timur Desa Sapit. Jika para travelovers ingin menikmati kopi yang ada di Taman Wisata Alam Sendikale ini, kalian hanya membutuhkan Rp. 5.000 saja untuk dapat menikmati kopi di dataran tinggi yang sedikit sejuk ini.

Seorang Warga Beribadah di Tengah Taman.

Tak terasa, waktu maghrib sudah hampir tiba, kami terpukau dengan keindahan sunset di Taman Wisata Alam Sendikale ini. Mega-mega merah yang memancar di samping gunung Rinjani membuat sunset terasa berbeda dari lokasi-lokasi lainnya. Tak mau kehilangan momen, kami pun langsung berfoto membelakangi sunset.

Di Taman Alam Wisata Sendikale, para travelovers tak hanya dapat menikmati sunset saja, tapi dapat menikmati keindahan taman yang ditanami berbagai macam bunga. Ada juga tower kayu yang sengaja dibuat untuk memantau waktu Sendikale itu tiba. Taman Alam Wisata yang baru digagas pada awal tahun 2019 ini, memang belum banyak yang tahu, maka dari itu, jika anda berkunjung selagi galau atau patah hati, sangat pas sebagai pelipur hati kalian.

Bagi travelovers yang ingin mengunjungi Taman Wisata Alam Sendikale, datanglah di waktu sore dan jangan lupa membawa kamera dan jaket.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.