Menikmati Keindahan Kompleks Masjid Nabawi

0
564
Pemandangan Payung dipelataran Masjid Nabawi Ketika dibuka.

Hi! Kali ini aku akan menceritakan mengenai perjalananku ke daerah Asia Barat Daya atau sering disebut sebagai daerah Timur Tengah. Negara yang aku kunjungi kali ini adalah negara Arab. Tujuanku berkunjung ke negeri ini adalah untuk melakukan ibadah. Pukul 11 malam waktu Arab, pesawat yang kutumpangi mendarat di Bandara Medina (MED) setelah melalui perjalan kurang lebih sembilan jam dengan menggunakan pesawat dari Bandara Soekarno – Hatta (CGK). Perjalanan yang cukup melahkan tapi menyenangkan sekali! Setelah sampai di Madinah, aku dan rombongan langsung melanjutkan perjalanan ke hotel.

Kesan pertama yang aku dapat dari kota ini adalah indah sekali dengan pemandangan lampu di malam hari, suasana jalanan yang lengang dan mulus. Kota Madinah merupakan salah satu kota yang pasti dikunjungi ketika melakukan ibadah Umroh. Letaknya kurang lebih 22 km dari bandara Pangeran Mohamad Bin Abdul Aziz, sedangkan untuk sampai Madinah dibutuhkan waktu sekitar 1,5 jam perjalanan dari bandara hingga menuju ke Tanah Haram (Kompleks Masjid Nabawi). Sesampainya di hotel, kami pun memutuskan untuk segera beristirahat and menyimpan energi keesokan harinya.

Perjalananku kali ini dilakukan di Bulan Januari. Cuaca di Madina saat Bulan Desember – Februari memang cukup ekstrem, bahkan suhu dapat mencapai 5 derajat celcius waktu itu. Jadi, pastikan persiapan yang baik untuk mengantisipasi hawa dingin yang menusuk dan kering. Masalah yang sering didapat adalah mimisan, kulit kering, hingga lecet dan lain sebagainya. Pastikan menggunakan pelembab, khususnya di bagian tumit kaki, muka, hidung, dan pelembab bibir. Bagi yang tidak tahan dingin hingga menyebabkan mimisan, jangan lupa bawa koyo untuk ditempel di hidung dan penghangat badan lainnya. Oh ya, syal sangat dibutuhkan sekali pada kondisi seperti ini.

Museum.

Selain cuaca ekstremenya, Kota Madinah menyuguhkan suasana menenangkan dan pemandangan unik yang indah. Tempat utama yang dikunjungi adalah Masjid Nabawi. Masjid Nabawi ini merupakan masjid yang didirikan oleh Nabi Muhammad SAW. Tempat ini merupakan tempat paling menenangkan untuk bersimpuh serta melakukan pemulihan kembali jiwa dan kerohanian. Di dalam masjid ini terdapat makam Nabi Muhammad SAW yang letaknya ditandai dengan adanya kubah berwarna hijau di atas makamnya.

Masjid Nabawi dahulunya hanya berukuran 30 x 35 m yang kemudian mengalami perluasan hingga 1060 x 580 m untuk bagian gedung utamanya dan 1300 x 785 m untuk bagian pelatarannya sehingga sekarang dapat menampung hingga jutaan jamaah. Bagian pelataran masjid dilengkapi dengan payung yang akan membuka saat cuaca hujan atau terlalu panas. Jumlah payungnya mencapai 250, sedangkan pintunya berjumlah 85. Bayangkan saja betapa luas dan megahnya Masjid Nabawi sekarang ini.

Bentuk Bangunan (Hotel).

Kompleks masjid Nabawi ini merupakan kompleks yang dipadati oleh hotel – hotel mewah yang jaraknya bahkan ada yang tidak sampai 10 meter dari pelataran masjid. Terdapat juga kompleks pertokoan, mall, dan ada juga pedagang – pedagang kaki lima yang berjualan di setiap pintu keluar masjid, khususnya ketika waktu selesai shalat jamaah selesai. Pedagang tersebut umumnya berjualan cokelat kiloan, kurma, jilbab, jubah, cendera mata, dll. Tak jarang jama’ah membeli oleh – oleh di pedagang kaki lima karena harganya yang bisa dinego dan kalau beruntung dapat murah. Selain itu, kita juga dapat membeli oleh – oleh yang dijualkan di toko – toko pada bagian bawah hotel. Oleh – Oleh khas Madinah menurutku selain kurma Ajwa adalah karpet ataupun sajadah karena karpet di sini harganya lebih murah dibandingkan di Indonesia.

Pada area kompleks Masjid Nabawi, tak jauh dari sana terdapat sebuah museum Al Madinah Al Minawarah Mariz Al Emaan. Dalam museum tersebut terdapat cerita dan miniatur rumah serta Masjid Nabawi dahulu kala. Selain itu, terdapat juga sebuah kompleks pemakaman dan masjid – masjid kecil lain disekitarnya, seperti Masjid Ghamamah, Masjid Ali Bin Abi Thalib, Masjid Abu Bakar, dan Masjid Imam Bukhari. Setiap masjid dapat ditempuh dengan berjalan kaki walaupun tidak terlalu dekat. Ada juga sebuah tugu jam di mana terdapat banyak burung dara yang hinggap di sana. Tugu jam ini juga biasa digunakan sebagai patokan atau penanda. Jika hendak mengelilingi seluruh kompleks Masjid Nabawi jangan lupa siapkan tenaga yang cukup. Ingatlah setiap nomor pintu keluar masuk yang paling dekat dengan hotel agar tidak salah jalan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.