Menikmati Keindahan Alam Desa Pujon Kidul

0
192
Memandang alam dari kafe sawah.

Makin lama, makin banyak tempat wisata baru yang dikelola oleh sebuah desa. Salah satunya adalah Desa Wisata Pujon Kidul. Saya bahkan ternganga melihat tampilan foto yang diunggah teman saat berkunjung ke sini. Kok bagus sekali ya.

Tak perlu waktu lama saya pun mencoba untuk mendatangi tempat ini. Saya kira tempatnya jauh dan terpelosok. Ternyata tidak. Dari pertigaan patung sapi Coban Rondho, saya hanya perlu menuju daerah Pasar Pujon. Tak jauh dari pasar ini, ada sebuah jalan kampung menuju tempat wisata ini. Kami pun mengikutinya.

Motor yang saya kendarai bersama teman pun melaju dengan hati-hati. Selain jalan mulai bergelombang, kami takut terlewat. Untung saja, ada beberapa rombongan mobil yang juga akan ke sana. Jadi, kami pun mengikuti rombongan mobil tersebut.

Hamparan kebun yang tertata rapi.

Sepanjang perjalanan, selain dimanjakan oleh segarnya udara pegunungan, hamparan perkebunan sawi dan buah-buahan menemani kami. Saya sangat takjub dengan penataan perkebunan warga yang begitu rapi. Terhampar dengan apik sambil diberi sekat agar tak ada hewan yang masuk. Sawi yang tumbuh subur terlihat menyenangkan. Ini pasti jika dimasak akan sangat enak.

Tak terasa, sekitar 2 menit dari Pasar Pujon, kami pun tiba di parkiran. Ternyata, pengunjung sudah banyak berdatangan. Kami membayar dahulu tiket parkir sebesar Rp 2.000. Tak berselang lama, kami diminta untuk membayar tiket mask sebesar Rp 5.000 per orang. Uniknya, tiket ini merupakan voucher makanan yang bisa digunakan di pujasera yang ada di dalam kompleks wisata tersebut.

Selepas membayar tiket, kami pun masuk dan disambut dengan aneka bunga dan tanaman lain yang bermekaran. Rerumputan yang ditata sedemikian rupa juga menjadi pemandangan yang semakin membuat mata saya terbelalak. Ah, indah sekali. Saya sampai berasa di negeri dongeng lantaran saat itu cuaca dalam kondisi mendung.

Gazebo untuk berteduh.

Saya pun meminta rekan saya untuk mengambil jepretan di taman yang berada di dekat pintu masuk. Dengan pemanis berupa lampu taman, rasanya tempat ini begitu sempurna dijadikan spot berfoto. Saya yang biasanya tidak suka difoto menjadi ketagihan. Melewatkan satu jengkal spot di taman ini rasanya sayang.

Lepas puas mengambil foto di taman tersebut, kami mulai menapaki bagian lain dari tempat ini. Berupa taman setapak dengan latar belakang sawah dan pegunungan. Oh ini toh spot yang ada di foto yang saya lihat sebelumnya atau disebut café sawah. Jadi, ada tulisan Desa Wisata Pujon Kidul dengan latar pegunungan di barat Kota Malang. Sayangnya, kabut yang mulai turun membuat hasil foto yang saya jepret tidak terlalu jelas. Ah, tak apalah! Yang penting, saya bisa mendokumentasikan gambar pemandangan indah ini.

Banyak pengunjung yang juga bersemangat dalam berfoto. Mereka bahkan ada yang berjalan hingga dekat dengan pematang sawah. Saya dan rekan sebenarnya juga ingin mengikuti jejak para pengunjung itu. Sayang, saat baru melangkah beberapa langkah, hujan pun turun cukup deras. Kami lantas bernaung di bawah gazebo yang berada di dekat taman tersebut. Lama juga kami menunggu hujan reda.

Taman yang tertata rapi.

Berhubung hujan tak kunjung reda, kami memutuskan untuk berteduh di aula besar tempat penjaja makanan berjualan. Lantaran perut yang sudah keroncongan, kami pun memutuskan untuk mmembeli makanan. Saya sangat senang dengan pengelola wisata ini yang juga menyediakan warung dengan harga murah. Dan, itu bisa dinikmati pengunjung dengan cara prasmanan.

Wah, saya bisa kalap nih! Saya pun mengambil nasi dan lauk dengan cukup banyak. Harga yang harus saya bayar yang awalnya Rp 13.000 menjadi Rp 8.000 karena terpotong oleh voucher tadi. Rekan saya pun lahap menyantap nasi pecel dengan harga yang hampir sama. Sambil ditemani teh hangat dan makanan berat yang mengenyangkan, saya memandang dari jauh tempat wisata yang pernah meraih penghargaan internasional ini.

Ah semoga keelokan tempat ini tetap dijaga ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.