Menikmati Karya Sang Maestro di Museum Affandi Jogja

0
329
Beberapa lukisan di Galeri III.

Saya sepakat bahwa Kota Jogja adalah kota yang tumbuh dengan karya seni. Kota ini dihuni oleh berbagai seniman yang membuat kota Jogja menarik dan memberikan warna tersendiri. Diantara sekian seniman yang menghuni kota gudeg, salah satunya adalah maestro lukis kenaman Indonesia. Siapa lagi kalau bukan Affandi.

Sang maestro banyak meninggalkan jejak dirinya di kota ini. Untuk itu, sebuah museum pun berdiri di sebelah utara kota ini. Museum Affandi – begitu nama museum itu – berdiri kokoh di bilangan Jalan L.A Sucipto yang menjadi penghubung kota ini dengan wilayah Klaten dan Solo. Di suatu pagi, saya pun berkesempatan mengunjungi salah satu tempat yang memamerkan berbagai koleksi dari sang maestro.

Saya tiba di halte Trans Jogja SMAK De Britto tepat tengah hari. Hanya berjalan beberapa meter dari sana, sebuah bangunan berbentuk seperti rumah siput dengan dominasi warna hijau toska pun berdiri megah. Tanpa mengalami banyak kesulitan, saya menemukan loket dan membeli tiket sebesar 25.000 rupiah. Berhubung saya tidak membawa kamera selain kamera ponsel, maka saya tidak perlu membayar lagi tiket kamera sebesar 10.000 rupiah.

Saya masuk ke ruang galeri pertama. Aha! Saya langsung terpikat. Ruangan ini benar-benar menghadirkan  suasana galeri seni yang sangat menawan. Perpaduan warna hijau toska dan lantai merah putih membuat saya seakan berada di dunia lain. Di dalamnya, terpajang aneka koleksi lukisan dari Affandi. Beberapa diantaranya pernah saya lihat di buku bacaan.

Lukisan Potret Diri yang melegenda.

Lukisan bertajuk “Potret Diri” adalah salah satunya. Affandi yang dikenal sebagai pelukis ulung aliran ekspresionisme ini benar-benar memikat. Meski untuk memahami dengan utuh makna dari lukisannya cukup sulit, tetapi jika diperhatikan seksama lukisan yang tergambar dari tangan sang maestro benar-benar berarti dalam. Mengeskpresikan apa yang ada di dalam hatinya dengan spontan. Inilah salah satu keunggulan yang tidak dimiliki oleh orang lain.

Beberapa lukisan lain yang menurut pemandu museum sering dilukis secara spontan pun dipamerkan. Ada sebuah lukisan bertemakan ibu yang menggambarkan seorang wanita tua dengan wajah yang sangat pilu. Dengan gambaran seperti ini, sang maestro mencoba memberikan pesan bahwa peran seorang ibu sangatlah penting dalam keluarga sehingga ia akan berusaha semaksimal mungkin meski dirinya dalam kondisi kesusahan.

Suasana di Galeri I.

Selain lukisan, di geleri pertama ini juga dipajang beberapa koleksi milik sang maestro. Ada mobil tua berwarna hijau dan beberapa benda kesayangan Affandi seperti cerutu dan meja kursi untuk berkarya seni. Namun, koleksi yang menarik perhatian saya adalah sebuah baju putih yang sudah compang-camping dan penuh dengan cat lukis. Di dekatnya, ada sepasang sandal jepit dan kuas. Koleksi ini adalah bukti sejarah proses kreatif dari sang maestro. Bagi saya, koleksi ini juga tak kalah berharga dengan lukisan yang dipajang.

Saya beranjak ke galeri dua dengan melewati taman perdu diantara dua galeri tersebut. Tak banyak lukisan yang terpajang di galeri II. Hanya beberapa lukisan bercorak abstrak dan realis yang terpajang di sini. Makanya, saya beranjak ke galeri III yang terdiri dari dua lantai. Di sini, selain terpajang lukisan dari cat minyak, terpajang pula goresan tangan sang maestro yang dibuat dari pensil. Uniknya, lukisan ini juga tak jauh-jauh bercerita seputar apa yang diamati oleh sang maestro.

Koleksi kursi dan meja dengan ukiran unik.

Karena penasaran dengan apa yang ada di lantai 2, saya pun menaiki tangga spiral yang berada di dekat galeri tersebut. Ternyata, di lantai 2 terdapat sebuah beranda dengan pemandangan sungai di dekatnya. Ah, rasanya enak sekali duduk di sana sembari mencari ide melukis. Benar-benar tempat yang nyaman untuk mencari inspirasi.

Sebelum pulang, saya mampir sebentar ke galeri oleh-oleh yang menjual pernak-pernik seputar Affandi. Dengan banyaknya peninggalan sang maestro, tepatlah rasanya jika nama sang maestro disematkan sebagai nama jalan di daerah Gejayan, salah satu titik penting di Kota Jogja. Affandi memang menjadi maestro lukis yang tak hanya terkenal di Kota Jogja dan Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.