Menikmati Harmoni Wisata Budaya Sunda di Saung Angklung Udjo, Bandung

0
252
Penampilan Tarian (upacara helaran).

Berwisata budaya, menikmati alunan musik, bertemu anak-anak manis. Ah bukankah itu terdengar seperti pengalaman yang sangat indah? Tempat yang bisa mewujudkan keindahan seperti itu adalah Saung Angklung Udjo atau lebih banyak dikenal dengan sebutan Saung Udjo.

Saung Udjo adalah tempat pertunjukan, pusat kerajinan tangan berbahan bambu dan lokasi workshop instrumen musik yang berlokasi di Kota Bandung. Saung Udjo merupakan tempat yang mempunyai tujuan sebagai laboratorium pendidikan dan pusat belajar untuk memelihara kebudayaan Sunda khususnya Angklung.

Penampilan Angklung anak-anak kurang dari 5 tahun. Menggemaskan!.

Kata Angklung itu sendiri berasal dari dua kata bahasa Sunda, yaitu “Angkleung-angkleung” yang berarti diapung-apung dan “klung” merupakan suara yang dihasilkan oleh alat musik ini. Dengan kata lain Angklung berarti suara “klung” yang dihasilkan dengan cara mengapung-apungkan alat musik tersebut. Angklung merupakan alat musik berasal dari Jawa Barat yang terbuat dari beberapa pipa bambu dengan berbagai ukuran yang dilekatkan pada sebuah bingkai bambu.

Saung Udjo saat ini sudah menjelma menjadi objek wisata budaya yang memiliki banyak nilai edukasi. Sepulang mengunjungi Saung Udjo, wisatawan akan memiliki banyak informasi baru setelah menikmati dan menyelami seni khususnya seni Sunda. Kawasan wisata Saung Udjo dilengkapi dengan area pertunjukan yang secara rutin mengelar pagelaran seni yang dipersembahkan oleh anak-anak manis. Tempatnya tergolong sangat nyaman, panggung yang cukup megah dengan tata cahaya dan suara berpadu menjadikan setiap penampilan seni di Saung Udjo selalu memesona.

Penampilan anak-anak yang bisa memaikan semua nada Angklung.

Pendiri dari tempat ini adalah sosok Udjo Ngalagena atau Mang Udjo, seorang seniman angklung dari Jawa Barat. Beliau lahir pada 5 maret 1929. Sejak usia muda, beliau akrab dengan kesenian angklung. Menurut berbagai referensi Mang Udjo sudah memainkan angklung sejak usia 4 tahun. Kecintaannya terhadap budaya kemudian mendorong beliau mendirikan Saung Angklung Udjo pada tahun 1966, yang diiringi dukungan penuh oleh sang istri Uum Sumiyati. Usahanya untuk memperkenalkan dan mempromosikan angklung akhirnya membuahkan hasil ketika UNESCO memasukkan Angklung dalam Daftar Intangible Cultural Heritage List pada November 2010.

Salah satu visi dari Saung Udjo adalah untuk mengenalkan setiap generasi baru dengan warisan kebudayaan Sunda yaitu Angklung. Visi itu didorong dengan pemilihan lagu-lagu saat pertunjukan orchestra. Pemilihan lagu dilakukan sesuai dengan perkembangan jaman untuk tetap membawa budaya Angklung kedalam dunia modern.

Saung Angklung Udjo beralamat di Jalan Padasuka No. 118, Bandung, Jawa Barat 40192. Lokasi ini tidak terlalu jauh dari pusat Kota Bandung.

Penampilan dari anak-anak remaja Saung Udjo.

Tiket masuk Saung Udjo dibedakan dalam kategori anak-anak dan dewasa. Untuk anak-anak diatas 4 tahun tiket hari biasa adalah sebesar Rp.50.000 dan akhir pekan sebesar Rp.55.000 sementara untuk dewasa tiket dijual seharga Rp.70.000 hari biasa dan Rp.75.000 untuk akhir pekan.

Saung Angklung Udjo buka setiap hari yaitu dari hari Senin hingga Minggu buka dari pagi hingga malam hari. Ada pun atraksi kesenian dan kebudayaan Sunda yang setiap hari ditampilkan pada pukul 15.30 WIB. Atraksi tersebut akan dibagi menjadi 9 sesi yang dapat dinikmati.

Saung Udjo mengadopsi filosofi penampilan yang sederhana, terjangkau, mendidik, menarik, dan ceria yang merupakan inti dari pertunjukan utama mereka yang disebut “Kaulinan Urang Lembur” atau permainan penduduk desa. Pertunjukan ini dikemas dengan pertunjukan pendek yang spektakuler, dimulai dengan pertunjukan wayang golek (boneka kayu), upacara helaran (perayaan panen pertanian), tarian tradisional, permainan anak-anak, pengenalan angklung, pertunjukan orkestra angklung, pertunjukan angklung interaktif yang melibatkan pengunjung bermain angklung.

Penampilan Tarian (upacara helaran).

Anak-anak yang berkontribusi dalam penampilan di Saung Udjo berjumlah sekitar 300 murid dan masing masing anak memiliki jadwal bergilir untuk tampil. Kabar baiknya, anak anak ini juga dibayar loh (mereka menyebutnya sebagai beasiswa yang dapat digunakan untuk membiayai sekolah dan kebutuhan lainnya) sehingga dapat membantu ekonomi keluarga mereka.

Tempat yang menarik untuk dikunjungi!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.