Menikmati Eksotisme Puncak Lereng Kelir

0
398
Pemandangan dari Lereng elir.

Melihat alam selalu saja menampilkan banyak hal baru dalam berproses hidup. Apalagi pada puncak bukit ataupun gunung. Selalu saja ada kisah tersembunyi yang bisa kita petik. Salah satu wisata alam yang keren yang aku datangi kemarin adalah Wisata Lereng Kelir. Tepatnya di Dusun Gertas, Gertas, Brongkol, Jambu, Semarang, Jawa Tengah. Berada di sebuah lereng, tentulah pemandangan eksotisnya tidak perlu diragukan lagi.

Berangkat dengan menggunakan motor dari Ambarawa, lalu mengambil arah menuju Yogyakarta, nanti akan bertemu dengan Desa Jambu. Setelah itu, masuk ke Dusun Gertas dengan menghabiskan waktu tidak lebih dari 20 menit untuk menemukan plang Wisata Lereng Kelir. Masuk jalan kampung kurang lebih 4 km, lalu akan ditemui sebuah gapura Wisata Lereng Kelir. Tentunya karena masuk daerah pegunungan, jalanan akan menanjak terus, sampai tempat parkir menuju area Lereng Kelir.

Inilah saat pertama kali aku ke Lereng Kelir. Kupikir, turun dari motor wisata sudah tampak di depan mata. Namun ternyata tidak seperti yang dibayangkan. Untuk mencapai Lereng Kelir masih harus naik lagi sekitar 1.5 – 2 km. Waduh, ternyata aku salah kostum, sambil melihat sepatu dan barang bawaanku. Namanya juga tidak direncanakan. Jadinya, mau bagaimana lagi. Sudah sampai sana, sayang kalau tidak naik? Ketinggian 1300 mdpl, lumayan, kan?

Lereng Kelir.

Meskipun hanya 1.5 km, namun perjalanan ini cukup menguras tenaga, terutama bagi yang jarang naik gunung, pasti akan sangat terasa. Selain jalan kaki, ternyata ada pilihan untuk naik ojek trail. Membayangkan naik ojek di jalan setapak pegunungan, nyaliku jadi semakin ciut.

Untuk menggunakan jasa ojek ini adalah seharga Rp. 30.000. Silakan mau memilih untuk jalan atau naik ojek, itupun belum sampai puncak. Tetap masih harus jalan lagi untuk benar-benar sampai di puncak, begitu menurut informasi dari penjaga parkir.

Ada 4 jalur pendakian yang harus dilalui, yaitu Pos Kemloko, Watu Jonggol, Ungup-Ungup dan Watu Mletek Dewek. Bismillah, mari kita mulai petualangan ini, batinku. Semua menjadi ringan ketika jalan dan melihat pemandangan sekitar yang sangat indah. Sepanjang jalan, yang banyak ditemui adalah kebun kopi. Kopi telah berbunga dan mulai menghijau kopi-kopinya, sangat indah dipandang mata.

Tempat yang Cocok untuk Mengambil Gambar Landscape.

Dari puncak, Rawa Pening, Ambarawa bisa terlihat sangat eksotis. Sayang, aku berkunjung ke sana tengah hari, ketika sedang panas-panasnya. Kabut yang hadir membuat pemandangan lumayan kabur. Dari kejauhan pada jarak 200 m sebelum puncak, terlihat bendera Merah Putih berkibar. Puncak masih butuh perjuangan lagi ternyata. Perjalanan masih panjang!

Jalanan kemudian menyempit semakin mendekati puncak. Tidak begitu lama, jalur menanjaknya ternyata lumayan. Pada akhirnya sampai juga di camp Lereng Kelir. Lagi-lagi penampakan di bawah sana membuatku makin bersyukur dengan kuasa Allah SWT. Sambil melepas lelah, bisa menikmati camilan dan juga air minum. Ada beberapa spot foto menarik yang bisa diambil. Ada beberapa gazebo buat melepas lelah bersama keluarga atau teman serombongan.

Pemandangan dari Lereng Kelir.

Puas melepas lelah, saatnya turun. Pada pertengahan turun ini ada warung yang buka. Alhamdulillah, bisa ngopi sejenak untuk melepas penat. Sambil ngobrol dengan warga setempat yang ada di situ. Ketika matahari mulai meredup, saatnya turun. Pada pukul 15:30 WIB sampai juga di area parkir.

Untuk parkir motor dan tiket untuk 2 orang hanya dikenai Rp. 12.000 saja. Sedangkan kalau mau nge-camp, cukup membayar Rp. 7.000 per orang. Aku sangat ingin untuk nge-camp, berburuĀ sunset dan sunrise.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.