Menikmati dan Menjaga Lingkungan Pantai Clungup-Gatra

0
337
Canoe di Pantai Gatra.

Saya baru mendapati peraturan yang cukup ketat kala berwisata ke dua pantai di selatan Malang. Pantai tersebut adalah Pantai Clungup dan Pantai Gatra. Dua pantai tersebut bersebelahan dan masih berada dalam satu rangkaian pantai di Jalur Lintas Selatan Malang. Pasalnya, untuk masuk ke pantai ini, saya diharuskan menandatangani surat jaminan berupa peraturan tidak boleh ada sampah yang tercecer selama kunjungan saya.

Mulanya, saya bertanya kepada teman saya yang mengantar saya ke sini. Apa tujuan dari kegiatan ini? Bukankah pengelola pantai bisa saja menyediakan tempat sampah seperti kebanyakan pantai di tempat lain?

Ternyata, kawasan pantai ini menjadi daerah konservasi hutan mangrove yang masih terawat di Malang Selatan. Tak sekadar sebagai tempat wisata, Pantai Clungup dan Gatra ini juga menjadi tembok kuat agar daerah di sekitarnya tidak mengalami abrasi. Juga, beberapa hewan yang menjadikan hutan mangrove sebagai habitat sangat membutuhkan tempat hidup yang terbebas dari sampah.

Papan Peringatan Menuju Pantai Clungup.

Oleh karena itu, setiap pengunjung yang masuk ke pantai ini, harus mendata dulu semua barang bawaannya dengan detail terutama yang berkontribusi menjadi sampah. Botol minuman, tas kresek, ataupun bungkus makanan adalah beberapa diantaranya. Petugas akan mencatat satu per satu bawang bawaan pengunjung. Nantinya, saat pengunjung keluar dari area pantai, petugas akan mengecek kembali barang bawaan tersebut. Jika ada satu saja sampah yang tertinggal, sesuai perjanjian, maka pengunjung diwajibkan membayar denda sebesar Rp. 100.000.

Walau berat, saya sepakat dengan peraturan ini. Memasuki area hutan mangrove menuju pantai, tak ada satupun sampah yang tercecer. Jikalau ada, itu pasti bekas dedaunan yang meranggas akibat terpaan angin. Belum lagi, tunas-tunas hutan mangrove yang berjajar rapi tumbuh subur dalam kondisi lingkungan yang optimal. Berjalan dalam teriknya matahari seakan tak terasa lantaran pohon mangrove yang berjajar rapi memayungi kedatangan kami.

Kami memilih menuju Pantai Clungup dahulu dan menikmati tenangnya bibir pantai. Pantai ini terhalang gugusan pulau karang, sehingga tidak ada ombak besar yang datang. Saya bisa merasakan tenangnya ombak ini kala menuju bagian tengah pantai yang mulai surut. Beberapa pepohonan yang daunnya telah meranggas habis menjadi teman berfoto yang sangat jika dilewatkan. Kondisi ini semakin sempurna dengan tidak banyaknya pengunjung yang datang. Berasa milik pribadi.

Ombak Tenang di Pantai Clungup.

Puas berfoto dan menikmati Pantai Clungup, kami pun menuju Pantai Gatra dengan melewati hutan mangrove tadi. Sebenarnya, di kawasan ini ada tiga pantai yang berdekatan. Satu pantai lagi adalah Pantai Tiga Warna. Untuk menuju pantai ini, pengunjung harus melakukan reservasi dulu dan membayar uang tertentu dengan maksud sama agar kelestarian pantai ini benar-benar terjamin. Pengunjung di Pantai Tiga Warna benar-benar dibatasi. Walau indah, bagi saya mengunjungi dua pantai saja sudah cukup.

Tak berapa lama setelah berjalan dari Pantai Clungup, saya pun takjub ketika di depan saya terhampar sebuah pantai berwarna biru mendekati hijau toska dengan ombak yang cukup besar. Inilah Pantai Gatra. Di sana, tampak para pengunjung lain sedang mendayung canoe dengan pelampung yang terpasang di tubuh mereka. Sebenarnya, untuk melakukan kegiatan mengasyikkan tersebut, pengunjung hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp. 30.000.

Tunas Hutan Bakau di Sekitar.

Hanya saja, saya masih belum berani untuk melakukannya mengingat saya tidak bisa berenang. Ya sudah, saya berfoto saja di pinggir pantai layaknya duyung sedang terdampar. Birunya air laut serasa membawa saya berada di pantai-pantai indah di Thailand seperti pada film Beach. Sementara ini, Pantai Gatra adalah pantai tercantik di Malang versi saya.

Kecantikan Pantai Gatra semakin sempurna dengan hamparan pasir berwarna merah jambu. Perpaduan kontras antara kedua warna tersebut semakin menambah kesempuraan hasil foto yang diambil. Cukup lama saya berada di sana. Hingga, rekan saya mengajak untuk menuju pantai lain yang juga indah. Sebelum saya keluar, petugas jaga pun memeriksa barang bawaan kami seusai daftar yang telah kami sepakati. Bersyukur, tidak ada satupun sampah yang saya tinggalkan di pantai cantik ini. Saya pun melenggang dengan senang karena ikut menjaga kelestarian lingkungan pantai-pantai di Malang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.