Menikmati Beberapa Air Terjun di Kabupaten Tuban

0
392
Air Terjung Ngelirip.

Jika melihat topografi Kabupaten Tuban yang sebagian besar wilayahnya tersusun atas bukit-bukit karst, saya curiga ada banyak air terjun cantik yang tersembunyi di balik pepohonan. Benar-benar mencurigakan. Hehe. Dan ternyata memang benar! Ada banyak air terjun di Kabupaten Tuban yang keindahannya tak kalah dengan air terjun lain di lereng-lereng pegunungan. Setidaknya ada tujuh air terjun yang sedang hits dan menjadi tujuan liburan keluarga maupun anak-anak muda yang tinggal di Kabupaten Tuban dan sekitarnya.

Di Kecamatan Singgahan ada Air Terjun Ngelirip yang berada di Desa Mulyoagung dan Air Terjun Sanggrahan di Desa Kedungjambe. Lalu ada Air Terjun Lembah Bongkok yang berada di Desa Jetak Kecamatan Montong, Air Terjun Banyu Langsih (Banyulangse) di Desa Boto, Kecamatan Semanding, Air Terjun Wukirharjo di Desa Wukirharjo, Kecamatan Parengan, dan Air Terjun Kedung Bonjor di Desa Jamprong, Kecamatan Kenduruan. Yang terakhir di Kecamatan Tambakboyo ada Air Terjun Gajahan di Desa Ngulahan.

Hari itu belum cukup siang, namun cuaca sudah terasa sangat panas karena di sini sedang musim kemarau. Dan rasanya perlu tempat untuk ngadem sekaligus  mendinginkan pikiran yang ikut-ikutan panas. Saya memutuskan untuk pergi dan mengajak keponakan saya untuk berkunjung ke beberapa air terjun di kabupaten Tuban. Menyusuri kabupaten Tuban, bentang alamnya selalu membuat saya terkagum-kagum dengan warna hijau segar yang mewarnai persawahan dan melihat barisan bukit-bukit karst macam di daerah pegunungan. Karena bukit-bukit karst inilah air terjun terbentuk.

Tujuan pertama kami adalah Air Terjun Sanggrahan. Untuk menemukan air terjun ini relatif mudah meskipun aplikasi penunjuk arah seperti googlemaps tidak bekerja maksimal, misalnya karena kehabisan pulsa atau paket data. Hehe. Seperti kami hari itu, handphone saya drop kehabisan baterai sehingga tidak ada pilihan lain kecuali bertanya kepada penduduk.

Air terjun Sanggrahan dari jauh.

Air Terjun Sanggrahan terletak di ujung Desa Kedungjambe dan berada di balik persawahan milik warga. Karena lokasinya yang terpencil, masyarakat sekitar belum familiar dengan air terjun ini walaupun sudah nge-trend di dunia maya. Maka, untuk menanyakan lokasi, kami berpedomanlah pada lokasi Dinas Sosial tempat eks-penderita kusta. Dengan menanyakan tempat tersebut, warga setempat akan memberi kita panduan arah menuju Air Terjun Sanggrahan. Atau kita juga bisa bertanya pada warga sekitar perihal mata Air Nganget karena tempatnya berada tidak jauh dari air terjun. Mata air ini dipercaya dapat mengobati berbagai macam penyakit kulit, bahkan diyakini mampu menyembuhkan penyakit kusta sehingga pamornya cukup terkenal.

Keindahan Air Terjun Sanggrahan tak perlu diragukan lagi. Batu-batu sungai yang besar menghiasinya dan tebing sebelah aliran air terjun yang berupa batu karst membuat aliran air yang berkelok-kelok. Menurut saya alirannya menyerupai alur syaraf dalam otak manusia. Aliran ini terlihat unik dan nyentrik.

Setelah dari Air Terjun Sanggrahan, selanjutnya kami ke Air Terjun Ngelirip. Ini air terjun yang paling mudah dijangkau. Letaknya persis di samping jalan raya jalur Bojonegoro-Tuban via Montong. Untuk tiba di air terjun, kita hanya perlu berjalan kaki sedikit saja. Warung makan juga berjajar, mengamankan kita dari kelaparan. Yang paling eksotis dari Air Terjun Ngelirip adalah airnya yang berwarna hijau toska.

Air Terjun Lembah Bongkok.

Berikutnya adalah Air Terjun Lembah Bongkok. Lagi-lagi, warga setempat belum familiar dengan tempatnya. Bila ingin bertanya pada warga, tanyakan saja lokasi makam Mbah Singo Negoro. Penduduk pasti lebih tahu lokasi itu daripada Grojogan/Air Terjun Lembah Bongkok. Mbah Singo Negoro sendiri adalah sesepuh di Desa Jetak.

Spot paling favorit bagi saya bila ke air terjun Lembah Bongkok adalah ruas jalan sebelum pertigaan Jetak yang dipenuhi pohon besar di sisinya. Pohon-pohon itu membentuk diri hingga menyerupai lorong. Tempat ini sangat eksotis dan instagenik.

Lokasi Air Terjun Lembah Bongkok tersembunyi di balik pepohonan yang rimbun dan dekat dengan makam Mbah Singo Negoro. Tempat itu sepi dan jauh dari pemukiman penduduk. Jadi saya menyarankan, bila ingin mengunjunginya, lebih baik di hari libur saja agar ramai dan banyak orang, sehingga jauh dari rasa takut dan khawatir ataupun was-was. Juga siapkan bekal yang cukup karena tidak ada warung di sekitar air terjun. Yang penting, jangan sampai meninggalkan sampah ya, Sobat!

Air Terjun Banyu Langse dari bawah.

Terakhir, kami ke Air Terjun Banyulangse. Air terjun ini tak kalah menarik dengan air terjun lainnya. Meski ketinggiannya tidak seberapa, aliarannya masih deras. Selain itu, eksotisnya batu-batu yang berundak-undak adalah ciri khas air terjun ini. Bermain air di sini sangat menyenangkan. Apalagi kondisi alam di sini juga masih terasa sangat asri.

Melihat bebatuan yang berada di sekitar Air Terjun Banyu Langse dan batu besar di Lembah Bongok mengingatkan saya pada batu stalaktit maupun stalagmit penyusun gua. Batu-batunya sangat halus dan memiliki struktur permukaan yang tidak seperti batu kali pada umumnya. Warnanya juga lebih cerah. Batu-batu itu pun telah berhasil mencuri hati saya. Jadi, kalau berkunjung ke Tuban, jangan lupa mengunjungi air terjunnya ya, Sobat Travelblog!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.