Menikmati Alam Kerinci dalam 2 Hari 3 Malam

0
285
Pesona Kerinci.

Sebagian orang mungkin berpikir akan sangat sulit untuk menikmati destinasi wisata alam di provinsi Jambi dalam waktu libur yang singkat. Terlebih, sekelas Kabupaten Kerinci yang harus menempuh perjalanan jauh hingga 8 jam perjalanan dari Kota Jambi. Itupun baru sampai di pusat kabupaten, belum menuju lokasi wisata. Maka, jangan heran jika mereka yang hendak berlibur ke sana selalu menunggu jadwal libur panjang tiba.

Padahal, jika kita pintar mengatur waktu perjalanan, liburan singkat pun bisa dimanfaatkan dengan efektif. Bahkan hanya dengan menyisahkan waktu kosong selama 2 hari, 3 malam saja sudah bisa menikmati keindahan alam Kerinci meski harus start dari Kota Jambi.

Bila travelers penasaran seperti apa? Berikut adalah alternatif manajemen perjalanan yang bisa anda terapkan.

Malam Pertama, Perjalanan ke Kerinci.

Mengapa saya memilih malam? Karena bagi saya, jalan malam lebih mengefektifkan waktu perjalanan. Travelers bisa memulai perjalanan dari Kota Jambi dengan menggunakan kendaraan pribadi atau sewaan, bukan kendaraan umum. Karena dengan menggunakan kendaraan umum, berarti kita mengikuti manajemen waktu keberangkatan mereka, dan sulit bagi kita untuk mengatur rute sebagaimana yang diinginkan.

Perjalanan dimulai pada pukul 19:00 dari Kota Jambi. Jika mengemudi dalam kondisi normal tanpa berhenti, maka bisa saja kita akan sampai ke Kota Sungai Penuh pada pukul 03:00. Tapi, itu tidak perlu dilakukan. Travelers bisa beristirahat sejenak di Kota Bangko atau ibu kota Kabupaten Merangin yang berjarak 5 jam dari Kota Jambi. Di sana, pasar selalu buka 24 jam. Jadi, anda bisa makan malam seperti nasi uduk atau ngopi dan minum bandrek. Tapi, saran saya lebih baik istirahat di desa Muara Emat yang berjarak 6 jam dari Kota Jambi. Di sana, terdapat Rumah Makan Romi yang cukup terkenal. Bila travelers lapar, bisa sekalian menyantap makanan sambil melenturkan otot. Kalaupun tidak tertarik makanan berat, teman travelers juga bisa memesan kopi dan gorengan di beberapa warung kecil yang berada di pinggir jalan tidak jauh dari Rumah Makan Romi.

Setelah semua dirasa kembali fresh, perjalanan bisa dilanjutkan sekitar pukul 05:00 setelah shalat subuh. Lalu akan sampai di Kota Sungai penuh pada pukul 07:00.

Hari Pertama.
Pemandian air panas di sekitar air terjun Sungai Medang.

Di Kota Sungai Penuh teman travelers hanya mampir untuk sarapan pagi. Banyak jenis pilihan di sana yang bisa disantap sebagai menu sarapan jika memang itu dibutuhkan.

Perjalanan dilanjutkan menuju destinasi wisata air terjun yang berada di desa Sungai Medang. Jarak dari Kota Sungai Penuh ke Desa Sungai Medang hanya berkisar 10 km. Bila beranjak dari Kota Sungai Penuh pada pukul 08:00, maka akan sampai di desa sekitar pukul 08:30. Nah, untuk sampai ke lokasi air terjun Sungai Medang harus berjalan kaki dengan medan berupa jalan setapak yang harus menembus semak dan rimbunnya pepohonan. Saat sampai di sana teman travelers bisa bersantai sembari relaksasi menikmati pesona dan kesegaran air terjun yang terkenal dengan keindahan dan jumlah tingkatannya.

Pada lokasi yang sama juga terdapat pemandian air panas. Pemandian air panas ini sebenarnya lebih dulu dijumpai. Travelers tinggal memilih ingin menghabiskan waktu di pemandian air panas terlebih dahulu atau sebaliknya. Harga tiket masuk untuk kawasan ini adalah Rp5.000 per orang.

Area bersantai di sungai kecil bagian belakang camp R11.

Saat tengah hari, tidak perlu khawatir untuk mencari tempat makan karena di sini juga tersedia makanan untuk makan siang. Selepas makan siang, sekitar pukul 12:30, teman travelers bisa bergerak menuju lokasi lain, yaitu R11. Waktu perjalanan menuju R11 dari lokasi air terjun berkisar 3 jam. Jadi, kemungkinan sampai di lokasi adalah sekitar pukul 15:30. Sepanjang perjalanan, teman travelers akan disuguhkan keindahan perkebunan teh Kayu Aro yang menyejukkan mata. R11 sendiri adalah kaki Gunung Tujuh. Sebuah area camp yang sangat direkomendasikan bagi teman travelers yang mencari tempat tenang namun panoramanya tetap segar di mata.

Sesampainya di kaki gunung atau R11, silahkan mendirikan tenda untuk istirahat malam. Bila masih menyisahkan banyak waktu, teman travelers bisa bersantai di sungai kecil di bagian bawah camp. Airnya sangat jernih dan segar, dan menjadi sumber air utama untuk memenuhi kebutuhan masak dan minum di camp.

Tempat ini juga berdekatan dengan kebun sayur warga. Jadi tidak perlu khawatir terkait kebutuhan sayuran. Bahkan, teman travelers bisa membeli sayur langsung di lahan dan memetik sandiri sayur yang diinginkan.

Sementara itu, pada malam hari, acara bercengkrama di luar tenda adalah sesuatu yang tidak boleh dilupakan. Berteduh di bawah pekatnya langit malam dengan suara jangkrik dan aroma udara basah adalah pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan. Belum lagi tidur di dalam tenda yang tenang tanpa suara hiruk pikuk kendaraan bermotor.

Hari Kedua Hingga Malam Ketiga.
Pencetakan gula tebu yang siap di pasarkan.

Pada pagi hari selepas sarapan, packing perlengkapan camping, dan foto-foto di R11, teman travelers bisa melanjutkan perjalanan ke tempat menarik lainnya, yaitu ke sebuah rumah industri yang memproduksi gula dari bahan baku tanaman tebu. Jarak dari R11 ke rumah pabrik gula hanya berkisar 0,5 jam. Jadi, jika berangkat sekitar pukul 09:30, maka kemungkinan sampai berkisar pukul 10:00. Biasanya, pada jam tersebut, rumah produksi tersebut sudah beroperasi. Bila hendak berkunjung langsung datang saja. Karena pemilik selalu menerima tamunya dengan baik.

Lokasi industri rumahan ini berada di wilayah R10, karena masih termasuk industri rumahan, maka tempat ini belum tersedia plang nama. Namun, bila hendak mencarinya akan cukup mudah, karena hampir semua warga sekitar R10 mengenal lokasinya.

Pada rumah industri ini, teman travelers bukan hanya dikenalkan pada hasil produknya, tapi juga juga bagaimana proses pemilihan bahan baku tebu hingga diolah menjadi gula. Bila hanya ingin belajar dan menyaksikan semua prosesnya dari awal sampai akhir, pemilik tidak akan memungut biaya sepeserpun. Namun, untuk membawa pulang hasil produknya maka gula tebu ini dihargai senilai Rp4.000 per kg. Harga yang terjangkau dengan bonus ilmu yang bermanfaat.

Selepas melihat proses pembuatan gula tebu, siang harinya teman travelers bisa beranjak ke kebun teh yang juga masih masuk wilayah R10 Kayu Aro. Di sini, teman travelers dapat bersantai ria sambil berfoto-foto. Bila ingin lebih asyik lagi, silahkan membawa nasi dan makan bersama sambil menikmati hamparan perkebunan teh.

Sekitar pukul 15:00 teman travelers dapat mengakhiri perjalanan di Kerinci dan bersiap untuk pulang ke Jambi. Bila beranjak pada pukul 15:30 dari Kerinci, maka kemungkinan akan sampai di Jambi pada pukul 23:30. Namun, jika ingin jalan santai di malam hari, teman travelers bisa berhenti sejanak untuk meregangkan otot di beberapa tempat makan yang ada di jalan lintas. Biasanya, rumah makan di jalan lintas menyediakan fasilitas rest area bagi pejalan jauh.

Info Tambahan.
Area camping di R11.

Seandainya berencana menggunakan mobil sewaan menuju spot di atas, maka teman travelers bisa menyewa mobilnya dari Kota Jambi dengan budget sekitar Rp400.000 per hari. Bila perjalanan selama 2 hari 3 malam, maka budget untuk penyewaan mobil hanya berkisar Rp800.000. Untuk bahan bakar hanya menghabiskan budget sekitar Rp500.000 untuk perjalanan pergi dan pulang. Bila mau menggunakan supir, maka siapakan tambahan uang sekitar Rp150.000 per hari.

Untuk persiapan lainnya yang perlu disiapkan adalah perlengkapan untuk nge-camp dan menikmati suasana alam di R11. Jangan lupa membawa tenda dan logistik agar harapannya tetap bisa terealisasi.

Nah, bagaimana? Menarik bukan? Planing diatas cukup memberikan referensi bagi anda yang hendak menikmati sentuhan alam kerinci namun waktunya  terbatas. Selain budget murah juga bisa hemat waktu plus dapat pengalaman berharga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.