Mengunjungi Kota Kinabalu yang Menawan

0
100
Masjid Terapung Kinabalu.

Ini cerita pengalamanku mengunjungi Kota Kinabalu di Negara Bagian Sabah, Malaysia. Saya berangkat ke kota ini dari Bandar Seri Begawan. Bertolak dari Muara ke wilayah Persekutuan Labuan via feri cepat, lalu dilanjutkan menggunakan speed boat ke Menumbok, Sabah. Setelah itu naik travel selama  tiga jam menuju Kota Kinabalu.

Biasanya, tujuan utama para turis datang ke kota ini adalah untuk menikmati wisata bawah laut atau mendaki Gunung Kinabalu yang terkenal itu. Namun, saya sendiri yang masih memiliki keterbatasan budget pada saat itu datang hanya menikmati beberapa tempat menarik yang ada di kota saja. Tak apa lah, yang penting halaman paspor cap nya nambah.

Banyak mode transportasi untuk berkeliling di kota ini. Di antaranya bus, mobil rental, dan motor rental. Ada dua terminal di sini, yaitu di Jalan Tun Razak dan dekat Bandaran Berjaya. Saat itu saya memilih naik mini bus/van saja yang menurut saya ongkosnya paling terjangkau. Biasanya bayar 1 – 4 ringgit sekali naik. Van di sini ada yang berwarna putih-merah, putih-biru, dan putih hijau, tergantung dari jalurnya. Tinggal lihat saja  plang yang memberikan informasi lajur van sesuai warnanya yang berada di sudut kota. Jika sudah tahu mau ke mana dan pakai van warna apa, kita tinggal tunggu van tersebut di stasiun pemberhentian terdekat tanpa harus ke terminal.

Waterfront dan panorama lautnya.

Jalan-jalan di Atas Waterfront

Saya tiba di KK atau Kota Kinabalu pada siang hari. Sorenya, saya bersama teman langsung berjalan di pusat kota. Di pusat kota tepi pantai terdapat waterfront yang lumayan luas. Sangat nyaman bersantai di sana sambil melihat kapal-kapal di lautan dan menunggu sunset. Menjelang sore, mulai banyak muda mudi berdatangan, ada yang sekedar santai, ngumpul, dan berfoto-foto. Di sini juga berjejer cafe-cafe yang akan semakin ramai saat malam hari. Terlihat juga turis asing yang nongkrong di sana.

Pasar Malam Sinsuran

Hari sudah malam. Tidak jauh dari waterfront ada pasar malam yang menjual pernak-pernik khas Kota Kinabalu. Tak ketinggalan juga wisata kuliner lautnya. Saya lebih tergoda sama kulinernya. Di sini berjejer tenda-tenda yang menjual hidangan laut yang sangat beragam dan besar-besar ukurannya. Lihat saja cumi, udang, dsb semua besar dan ditusuk untuk kemudian dibakar.

Dari bentuk tenda-tenda kaki lima seperti ini sudah bisa dipastikan kalau harga juga pasti terjangkau. Salah satu yang khas dan sering dijumpai pada kedai-kedai di Malaysia adalah minumannya. Minuman rasa buah itu berwarna-warni dan ada di setiap toples besar. Semua tersedia di setiap kedai makan dan tempat-tempat jajanan disajikan dalam gelas plastik dan tanpa ada es batu, tapi tetap terasa dingin. Oh ya, di sini saya pesan seporsi nasi dan sayur beserta sepotong tuna dan tentunya minuman buah tadi.

Aneka makanan laut di Pasar Malam Sinsuran.

Masjid Kota Kinabalu

Keesokkan harinya perjalanan dilanjutkan ke Masjid Kota Kinabalu yang juga sering dikunjungi wisatawan. Sebutan lain masjid ini adalah masjid terapung karena dikelilingi danau buatan. Lagi-lagi kami ke sini menggunakan transportasi andalan, yakni van. Sesampainya di area masjid, kami sarapan dulu di kedai yang alhamdulillah sudah buka. Setelah itu baru foto-foto deh!

Di depan masjid, tepatnya di seberang jalan raya, terdapat Taman Awam Teluk Likas yang berada di tepi pantai. Tempatnya sangat sejuk dan bersih, cocok untuk bersantai atau beraktivitas karena tersedia track untuk bersepeda dan jogging.

Masjid Negeri Sembulan

Sore harinya kami mengunjungi Masjid Negeri Sembulan dengan perjalanan ditempuh masih menggunakan van tentunya. Yang unik dari masjid ini adalah kubahnya berlapis emas dan arsitektur masjid ini bernuansa Asia Barat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.