Mengunjungi Ke`te Kesu’ Desa Wisata di Tana Toraja

0
1878
Masih seperti mimpi ketika saya bisa menginjakan kaki di Kete Kesu, Tana Toraja.

Travellovers, setiap orang pasti punya destinasi impiannya, baik itu destinasi dalam negeri maupun destinasi luar negeri, iyakan travellovers? Seperti saya yang mempunyai mimpi bisa menginjakan kaki di Tana Toraja dan bisa mengunjungi Desa Wisata Ke’te Kesu’. Travellovers tau dong pastinya yah…

Entah mengapa Tana Toraja memiliki daya tarik yang sangat luar biasa bagi saya. Ditambah sejauh ini perjalan saya hanya masih sekitaran Pulau Jawa. Dan ini pun pengalaman pertama saya menaiki “burung besi”. Pengalaman pertama? Yap jadi saya pun harus cari tau bagaimana cara beli tiketnya, cek harga tiket yang cocok dengan kantong, dan tentunya cara naik pesawat, hehe.

Perjalanan saya ini sendirian dan baru akan bertemu teman di Toraja. Jadi agak gereget. Mulailah dengan mencari tiket pesawat Jakarta – Makassar yang sesuai dengan isi kantong.

Setelah kurang lebih 2 jam melayang-layang bersama burung besi, mendaratlah saya di Bandara Internasional Sultan Hassanudin Makassar. Yap, kita harus ke Makassar dulu baru bisa ke Toraja. Karena sampai hari ini belum ada penerbangan Jakarta – Toraja. Sesampainnya di Makassar dan masih siang, saya menyempatkan untuk isi perut dengan makanan khasnya yaitu Coto Makassar.

Perjalanan Makassar – Toraja itu membutuhkan waktu 8-9 jam menggunakan bus. Sebenernya menurut info ada penerbangan lokal Makassar – Toraja, tapi penerbanganya jarang sekali. Jadi saya memilih jalur darat menggunakan bus. 8-9 jam jarak tempuh Jakarta – Makassar sama seperti jarak Jakarta – Yogyakarta menggunakan Kereta Api Ekonomi. hehe

Karena jarak tempuh yang jauh jadi saya memilih bus malam biar bisa tidur di bus dan sampai di Toraja itu pagi dan lanjut traveling. Ohiya buat kalian yang sering mabuk disarankan membawa obat-obatan yah. Selain karena jauh dan angin malam, jalurnya pun turun naik bukit. Jadi yang belum terbiasa mungkin akan mabuk perjalanan.

Selamat Datang di Objek Wisata Ke’te’ Kesu’.

Tepat pukul 07.00 WITA sampailah di Perwakilan Bus Rantepao. Nah, Rantepao merupakan nama sebuah kecamatan di Kabupaten Toraja Utara dan merupakan salah satu basis pariwisata di Tana Toraja. Tanpa basa basi saya di jemput teman saya yang asli orang Toraja dan diajaknya sarapan terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan.

Guys, karena sebagian besar penduduk Toraja itu beragama Kristiani jadi jangan aneh ya kalau kita banyak menemukan rumah makan dengan menu olahan daging babi. Tapi tenang banyak juga kok yang halal dan biasanya ada tulisanya di depan kiosnya.

Setelah sarapan dan bersih-bersih diajaklah saya mengunjungi tempat yang sangat saya impikan. Sebelumnya saya hanya bisa melihat tempat ini dari gambar-gambar di internet dan media-media yang meliput keelokan tempat yang pernah meraih predikat “Kampung Adat Terpopuler” pada ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) 2017.  Ada yang tau nama tempat ini? Yap Desa Adat Ke’te Kesu’.

Tongkonan merupakan Rumah Adat masyakarta Toraja!

Desa Adat Ke’te Kesu’ ini berada di Kampung Bonoran, Kelurahan Tikunna Malenong, Kecamatan Sanggalangi, Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Kurang lebih 5 km dari pusat kota Rantepao menggunakan jalur darat. Untuk sampai disini kalian bisa menggunakan transportasi umum seperti angkutan umum (angkot), ada juga bemo dan ojek. Atau kalian mau sewa mobil atau motor pun tersedia disini.

Masih seperti mimpi ketika saya dapat menginjakan kaki di Desa Adat Ke’te Kesu’. Memandangi setiap sudut bangunan yang diyakini sebagai salah satu tempat yang menjadi saksi cikal bakal sejarah keberadaan masyarakat di Tana Toraja. Terpesona dengan indahnya arsitektur Tongkonan dan menikmati keramahan warga sekitar.

Tongkonan merupakan rumah adat masyarakat Toraja yang berbetuk panggung dan memiliki ciri khas atap melengkung menyerupai perahu. Di desa adat yang sudah di akui dunia melalui UNESCO sebagai Cagar Budaya Warisan Dunia ini terdapat 6 Tongkonan dan 12 lumbung padi yang usianya sudah ratusan tahun. Selain itu, disini kita bisa melihat Makam Goa dan Makam Tebing yang usianya pun sudah ratusan tahun. Dan menurut informasi, pemakanan tertua di dunia pun berada di Desa Wisata Ke’te Kesu’ ini.

Nah ini tulang belulang dari hewan yang dikeringkan travellovers.
Di belakang saya ini kuburan yang berada di tebing.

Masuk ke desa wisata ini kalian akan dikenakan biaya retribusi tempat rekreasi dan olahraga sebesar Rp. 15.000,-. Alhamdulillahnya pas saya datang kesini, pengunjungnya sepi. Jadi saya bisa foto tanpa harus menunggu sepi dulu hehe, tapi sayangnya saya tidak bisa melihat upacara adat penghargaan kepada leluhur dan pemakaman Rambu Solo yang biasanya dilaksanakan di Desa Wisata Ke’te Kesu’ antara bulan Juni hingga Desember. Hufh

Pemakaman Rambu Solo merupakan upacara pemakaman yang dimaknai sebagai penyempurnaan kematian seseorang. Selain itu Rambu Solo juga bertujuan untuk menghormati dan menghantarkan arwah seseorang yang telah mati ke alam roh yang biasanya warga sekitar menyebutnya “puya”. Selain itu, mereka mempercayai hingga upacara adat Rambu Solo’ ini dilaksanakan, jenazah akan dianggap sedang sakit atau lemah sampai upacara adat sempurna selesai dilaksanakan.

Kalau ini pemakaman yang ada di goa.

Selain Tongkonan dan upacara adat Rambu Solo’, kita akan melihat makam yang berada di goa dan tebing, dan ada beberapa makam khusus yang merupakan makam para Bangsawan di Tana Toraja. Selain itu juga ada makam-makan orang berpengaruh yang dapat dilihat disepanjang jalan menuju makam goa.

Setiap tempat pasti mempunya adat istiadat yang harus kita tau dan patuhi. Begitupun disini, kalian diizinikan untuk mengambil gambar bahkan di dekat makam dan sekitaran tengkorak atau tulang belulang, tapi kalian tidak boleh memegang, memindahkan, apalagi mengambil apapun dari tempatnya. Selain itu juga kalian dilarang untuk mecoret-coret apapun yang ada disitu, jika kalian melanggarnya bukan liburan yang kalian dapatkan tapi sangsi adat yang kalian terima. Be smart traveler guys.

Gimana travellovers, apa destinasi impian kalian? jangan lupa menabung yah biar cepat terealisasi resolusi travellingnya. Semangat travellovers!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.