Mengunjungi Istano Basa Pagaruyung Peninggalan Adat Minangkabau

0
159
Istano Basa Pagaruyuang.

Bicara soal tempat wisata di Sumatera Barat memang tak akan ada habisnya. Jika memiliki banyak waktu, biaya, dan kesempatan, tak ada salahnya kalian berkunjung dan menjelajahi keindahan Bumi Ranah Minang ini.

Kali ini saya akan membahas tentang wisata seni dan budaya di Pagaruyuang. Di sana kita bisa menyaksikan keunikan peninggalan kerajaan zaman dahulu kala berupa rumah adat yang dijuluki Istano Basa Pagaruyuang atau Istana Pagaruyuang. Wisata ini terdapat di Batusangkar, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. Untuk menuju lokasi dibutuhkan waktu sekitar 3,5 jam dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padang.

Bagi saya, ini adalah kunjungan yang kesekian kalinya karena jarak menuju lokasi yang cukup dekat dari tempat tinggal. Sebelum sampai menuju lokasi, di sebagian besar perjalanan kalian akan dibuat takjub dengan  pemandangan alam sekitar yang masih asri. Ada gunung, sawah hijau yang membentang luas, serta keunikan-keunikan daerahnya.

Setiba di sana, kalian harus membayar tiket masuk yang untungnya cukup terjangkau. Persis di depan pintu gerbang, kita akan langsung disuguhkan dengan indahnya Rumah Gadang yang gagah berdiri. Jangan lupa mengambil dokumentasi di depan rumah adat ini sambil ditemani oleh boneka badut yang siap untuk diajak berfoto dan tentunya sangat digemari bagi kalian yang membawa anak-anak.

Rangkiang.

Sebelum menjelajah semua tempat di sekitaran Istana Pagaruyuang, alangkah baiknya kita mengetahui lebih jauh tentang peninggalan bersejarah yang ada di dalam Rumah Adat Istano Basa Pagaruyuang. Bangunan ini sebetulnya bukan bangunan yang asli namun  sudah direnovasi beberapa kali seperti asli karena sempat terbakar pada tahun 2007. Untungnya masih ada barang peninggalan yang berhasil diselamatkan. Meskipun bukan peninggalan asli lagi, replika Istana Pagaruyung tetap menonjolkan sisi keindahan budaya Minangkabau tanpa menghilangkan unsur keindahnnya sedikit pun.

Rumah adat Minangkabau yang satu ini berdiri megah dengan ukiran seni nan eksotis. Terdiri dari 11 atap bergonjong dan memiliki empat lantai yang menyimpan berbagai kenangan serta bukti sejarah di mana setiap tingkatan memiliki fungsi dan peran yang berbeda. Sungguh, warisan kebudayaan Minangkabau terlihat jelas di sini dan akan sayang bila dilewatkan.

Tentu kalian akan dibuat penasaran dengan empat lantai ini dan mengeksplor lebih jauh lagi. Di lantai dasar terdapat kamar kerajaan bagi perempuan yang sudah menikah, kamar raja dan ratu yang dalam Bahasa Minang disebut Biliak kemudian juga ada kelambu, ruang dapur, dan yang tidak kalah pentingnya adalah pelaminan yang dulunya singgasana Kerajaan Aditiyawarman. Di sini pengunjung bisa berselfie ria di sekitar wisata Pagaruyung termasuk di pelaminan. Tersedia juga baju pengantin adat Sumatera Barat yang disewakan bagi pengunjung yang ingin berfoto bak anak daro (pengantin perempuan), dan marapulai (pengantin pria) di atas pelaminan.

Tidak puas di lantai dasar, saya lanjut ke lantai dua. Sebelum menuju lantai dua, pengunjung terlebih dahulu harus menaiki sejumlah anak tangga yang cukup tinggi dan membuat nafas tersengal. Apalagi bila ramai pengunjung, bisa-bisa kita pusing dikarenakan sesak dengan panjangnya antrian.

 

taman di sekitar Istana Pagaruyuang.

Setiba di lantai dua ini, kita bisa melihat kamar-kamar yang dinamakan Anjung Paranginan yang berfungsi sebagai tempat bagi putri raja yang belum menikah (gadis pingitan). Kemudian kita menuju lantai tiga di mana pengunjung juga harus melewati anak tangga namun tidak sebanyak ketika menuju lantai dua. Di sini kita akan menemukan sebuah ruangan yang diberi nama Mahligai yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan alat-alat kebesaran kerajaan seperti mahkota kerajaan yang dahulunya disimpan dalam sebuah peti yang dinamakan Aluang Bunian

Terakhir, di lantai paling atas terdapat sebuah ruangan kecil menyerupai loteng yang konon kabarnya berbau mistis. Tempat ini berfungsi sebagai tempat meditasi dan juga tempat berkumpulnya arwah-arwah raja terdahulu.

Selesai menjelajahi Rumah Adat Pagaruyuang, kita bisa melihat di sekitar bangunan, juga terdapat peninggalan lainnya, seperti surau, tabuah, bedug, dan tidak kalah pentingnya adalah rangkiang yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan hasil panen pada zaman dahulunya.

Istano Basa Pagaruyuang.

Setelah puas berkeliling di Istana Pagaruyuang dan sekitarnya, pengunjung bisa menikmati pemandangan indah dari gunung hijau menjulang tinggi yang bernama Gunung Bungsu yang menjadi background Istana Pagaruyuang.

Selain itu, di belakang Rumah adat ini, ada beberapa taman untuk sekedar duduk bersantai, arena kolam, taman bermain anak, rumah gadang lain yang berukuran kecil, dan di sepanjang jalanan banyak yang berjualan makanan khas daerah dan bermacam souvenir. Tersedia juga bus mini yang disewakan bagi  yang malas berjalan kaki dan ingin mengelilingi Istana Pagaruyung. Pihak pelaksana pun juga sudah menyediakan penyewaan  kuda dan motor kecil bagi yang berminat mengelilingi Istana Pagaruyung tanpa berjalan kaki. Penasaran dengan keunikannya? Kalau begitu jangan lupa berkunjung ke sana ya kalau kalian sedang ada di Sumatera Barat!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.